Obesitas, PCOS, Infertilitas dan perubahan gaya hidup

14/03/2014 Leave a comment

Akhir-akhir ini saya sering mendapatkan pasien infertilitas dengan masalah obesitas yang berat. Salah satu pasien saya mempunyai BMI lebih dari 50 kg/M2. (BMI=body mass index = berat badan/tinggi badan (dalam meter) ^2). Kita menghabiskan waktu yang tidak sedikit untuk berbincang masalah ini. Kali ini saya tertarik untuk membagikan beberapa informasi yang penting bagi anda yang menghadapi masalah ini.

obes women

Obesitas atau kegemukan adalah masalah yang besar di bidang kesehatan umum. Obesitas meningkatkan risiko dislipidemia, penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes melitus, infeksi dan banyak sekali penyakit lainnya. dalam bidang kesehatan reproduksi wanita, obesitas akan menyebabkan berbagai risiko berbagai penyakit seperti :
• Gangguan menstruasi
• Polikistik ovarium sindrom, hiperplasia endometrium, kanker rahim.
• Infertilitas
• Kehamilan risiko tinggi (keguguran dan prematuritas , preeklamsia, diabetes mellitus, polihidramnion)

Khusus di bidang infertilitas, sebuah penelitian menunjukkan bahwa sekitar 34% dari wanita muda (usia rata-rata 23 tahun) yang sulit hamil (infertilitas) disebabkan obesitas. Dalam hubungannya dengan amenorrhea (tidak mendapatkan menstruasi), 45% nya adalah wanita yang obes.

Obesitas menyebabkan anovulasi (tidak ovulasi) dan menstruasi tidak teratur, mengurangi tingkat kesuburan, meningkatkan risiko keguguran dan berkontribusi terhadap komplikasi maternal dan perinatal. Dengan kata lain, obesitas tidak hanya membuat menjadi sulit hamil, namun juga menimbulkan berbagai macam komplikasi pada saat kehamilan. tidak hanya obesitas membuatnya jauh lebih sulit untuk hamil, tetapi juga menyebabkan sang ibu dan bayi untuk segala macam risiko sebelum dan sesudah kelahiran. Hasil survey dari Catsicas (2013) menunjukkan bahwa selain di atas, wanita obesitas yang menjalani perawatan bayi tabung, akan lebih banyak gagal daripada pasien yang tidak obes.
Penyebab

Lemak yang disimpan dalam tubuh wanita dikenal untuk menghasilkan hormon pria yang disebut androgen. Androgen in dapat menyebabkan hambatan pematangan folikel dan sehingga menyebabkan anovulasi. Hal yang sama juga ditemukan pada hormon leptin, yang memainkan peran penting dalam mengatur asupan energi (nafsu makan) dan metabolisme, yang juga dikaitkan dengan timbulnya obesitas

Solusi
Penurunan berat badan sangat penting bagi penderita obesitas untuk meningkatkan kemungkinan hamilnya. Minimal sebesar 5% dari berat badan (rata-rata 15%) sudah dapat mengembalikan situasi ke keadaan yang lebih baik. Wanita obes yang berhasil mengurangi berat badannya (minimal 5%) akan kehilangan 11% dari lemak perut mereka, mengurangi ukuran lingkar pinggang sebesar 4cm, meningkatkan sensitivitas insulin sebesar 71%, memperbaiki lingkungan hormonal dalam tubuh mereka, siklus ovulasi dan menstruasi pulih, meningkatkan laju kehamilan mereka (Zain & Norman, 2008)

healthy-lifestyle-2

Pengobatan obesitas itu sendiri harus menjadi tujuan awal sebelum memulai obat pemacu ovulasi atau dibantu teknik reproduksi. Tujuan pengobatan obesitas ini tidak hanya pada lingkup infertilitas namun juga bermanfaat setelah wanita tersebut hamil, serta kesehatannya secara umum.
Beberapa kenyataan yang mengecewakan adalah wanita dengan PCOS cenderung menambah berat badan dengan cepat karena resistensi insulin yang memiliki efek anabolik, dikombinasikan dengan peningkatan nafsu dan kecenderungan untuk menginginkan makanan manis (permen, roti putih, kue, dll) yang disebabkan oleh androgen yang diproduksi tubuh mereka.

Selain itu, faktor psikologis memainkan peran penting. Wanita obesitas dengan PCOS yang sedang ‘bad mood’ atau suasana hati depresi, cenderung makan mereka dengan tinggi lemak, makanan dengan indek glikemik tinggi (karbohidrat dan makanan manis), sehingga membuat situasi lebih buruk. Masalh tersebut diperberat dengan kesulitan kenyang karena kadar ghrelin mereka juga terganggu.

Karena berbagai hal yang kompleks tersebut maka sangat penting perjuangan melawan obesitas, PCOS dan infertilitas tersebut di rangkum dalam satu program perubahan gaya hidup yang mencakup :
• Perubahan pola makan dengan gizi yang seimbang, rendah GI, diet rendah lemak.
• Peningkatan aktivitas fisik atau olah raga teratur yang terprogram.
• Obat seperti metformin, dan klomifen sitrat sangat bermanfaat membantu wanita untuk mengurangi gejala PCOS dan meningkatkan fertilitas.
• Modifikasi perilaku untuk mengubah pendekatan pasien untuk membantunya mengatasi beberapa kecemasan, ketakutan, kemarahan dan kebiasaan negatifnya.

Sebagian pasien dengan kegemukan ini mendambakan program kehamilan yang instan, dan sanggup membayar berapapun. Pada kenyataanya, masalah obesitas adalah masalah kompleks, rumit dan menyangkut seluruh aspek keshidupan seseorang, sehingga tidak bisa diselesaikan dengan satu ‘obat mujarab’ apalagi dalam waktu singkat.
Modifikasi gaya hidup untuk lebih baik dengan tujuan menurunkan berat badan dan meningkatkan kemungkinan hamil bisa di upayakan melalui tindakan sederhana, mudah, dan anda akan terkejut karena biayanya relatif sangat murah dibandingkan pengobatan medis.
Jadi bila anda ingin berjuang melawan PCOS dan infertilitas, maka modifikasi gaya hidup adalah langkah pertama menuju keberhasilan.

Memilih jenis kelamin bayi kita, mungkinkah ?

05/02/2013 Leave a comment

Sejak dahulu kala, banyak orang/pasangan suami istri  berusaha untuk mengetahui rahasia bagaimana agar sang istri dapat hamil dengan jenis kelamin (gender) sesuai dengan yang diinginkan. Banyak metoda dan cara-cara tradisional maupun yang ‘seakan’ ilmiah yang ditawarkan agar keinginan tersebut terkabul. Banyak alasan (indikasi) untuk melakukan pemilihan ini, diantaranya adalah keseimbangan keluarga, penyakit keturunan, dan bahkan alasan budaya setempat.  Terlepas dari kontroversi mengenai etika dan pertimbangan moral dari pemilihan gender ini, maka di bawah ini ada beberapa metode yang biasa digunakan.

boy and girl

Metode Shettles

Metode ini sudah diperkenalkan sejak 1970 oleh dr.Landrum B. Shettles yang  ditulis pada International journal of Gynecology and Obstetrics.  Pada kesimpulannya beliau mengatakan bahwa pemilihan jenis kelamin dapat diupayakan dengan pengaturan jadwal hubungan seksual dan memodifikasi lingkungan di organ reproduksi wanita. Dasar pemikirannya adalah sebagai berikut:

  • Pada dasarnya, penentu jenis kelamin bayi tergantung dari jenis kromosom sperma   yang berhasil membuahi.
  • sel telur ( wanita) mempunyai kromosom hanya X saja.
  • Sperma terbagi menjadi dua, sebagian membawa kromosom x dan sebagian lain membawa kromosom y.
  • Bila sperma-X membuahi maka akan terbentuk janin wanita, dan sebaliknya, bila pembuahan oleh sperma-Y akan terbentuk janin laki-laki.
  • Sperma-Y mempunyai karakteristik lebih kecil dan lebih cepat bergerak dari pada sperma X.
  • Sperma-X mempunyai daya tahan hidup lebih lama dan lebih tahan terhadap kondisi yang lebih asam (pH<7) dari pada sperma-Y
XX Perempuan, XY Laki-laki

XX Perempuan, XY Laki-laki

 

Berdasarkan karakteristik di atas, Shettles merekomendasikan:

Untuk mendapatkan anak laki-laki :

  • Saat berhubungan sebaiknya sedekat mungkin dengan saat ovulasi.
  • Tidak berhubungan 3 sampai 4 hari sebelum ovulasi, melakukan hubungan hanya saat hari ovulasi.
  • Melakukan hubungan dengan penetrasi yang dalam, misalnya rear-entry (suami di belakang istri).
  • Sang suami sebaiknya menghindari pakaian dalam ketat, karena hal ini akan lebih mengurangi kemampuan sperma-Y (meskipun sperma-X juga terpengaruh)
  • Istri mendapatkan orgasme. Menurut teori ini orgasme akan membuat organ reproduksi wanita memproduksi sekresi yang bersifat basa/alkali (pH>7) yang sangat akomodatif terhadap sperma-Y. Sehingga Shettles merekomendasi agar sang istri mendapatkan orgasme sebelum dan bersamaan dengan sang suami.

Untuk mendapatkan anak perempuan :

  • Hubungan seksual 2-3 hari sebelum ovulasi dan hindari saat hari ovulasi sampai 2 hari setelahnya (ketika wanita mendapatkan lendir yang banyak).  Dasar pemikirannya adalah, agar pada saat ovulasi, hanya tinggal sperma-X yang masih hidup di dalam organ reproduksi wanita dan dapat membuahi.
  • Sang istri menghindari orgasme, karena hal ini akan membuat situasi di vagina menjadi basa/alkali dan hal ini akan tidak menguntungkan untie  sperma-X.

(Untuk memastikan hari ovulasi dengan metode sederhana, maka bisa digunakan test kit yang mendeteksi lonjakan hormon LH, beberapa merk dagangnya adalah babytest, ovutest, atau fertitest. Gunakan test ini setiap pagi mulai 2 hari sebelum perkiraan ovulasi. Bila didapatkan hasil positif yang pertama, maka ovulasi terjadi diantara hari pertama dan hari kedua setelah hari positif tadi)

food

Metode Diet

Peneliti dari Oxford university melakukan penelitian yang menghubungkan  asupan nutrisi wanita yang dihubungkan dengan jenis bayi yang dikandungnya. Menurut penelitian ini wanita dengan asupan kalori lebih banyak dan yang banyak memakan makanan mengandung potasium (kalium) cenderung mendapatkan bayi laki-laki sebesar 56% (6 % lebih banyak dibandingkan dengan kemungkinan umum 50%).

Diet untuk mendapatkan anak laki-laki:

Makanan yang dianjurkan agar tubuh wanita menjadi cocok untuk sperma-Y (kondisi basa) adalah pisang,  segala macam daging, ikan, kopi, soft drink, dan kacang-kacangan.  Selain jenis makanan, dianjurkan pula untuk selalu sarapan pagi  dan banyak makan (> 2500 kalori/hari). Hindari susu, makanan dari susu, keju dan yogurt. Peneliti menganjurkan untuk memulai 1 bulan sebelum hamil dan dilanjutkan sampai hamil.

Diet untuk mendapatkan anak perempuan :

Mengurangi makan terutama mengurangi garam, jamur, dan segala daging dan ikan kopi dan soft drink.  Makanan yang direkomendasikan adalah susu, krim, makanan produk susu tanpa garam, strawberi, bawang, bawang putih, pear dan yogurt. Dengan diet seperti ini maka tubuh wanita akan mensekresi cairan yang bersifat lebih asam yang melemahkan sperma-Y

Metode ART (Assisted reproduction Technology)

ART=TRB (teknologi reproduksi berbantu) adalah suatu teknik untuk memperbesar kemungkinan kehamilan. Biasanya yang dimaksud disini adalah inseminasi dan bayi tabung yang ditujukan untuk pasangan infertil (sulit hamil).

  • INSEMINASI INTRA UTERIN.   Melalui pemrosesan tertentu (CSDG atau swim up), maka sperma dengan karakteristik yang sama (sperma-X atau sperma-Y) dapat terpisah. Setelah langkah pemisahan tersebut dilakukan, langkah selanjutnya adalah melakukan inseminasi intra uterin , yaitu menempatkan sperma yang telah diproses ke dalam rahim istri.  Para peneliti di New York University menyimpulkan cara tersebut akan menghasilkan kemungkinankeberhasilan 86,7% (untuk pasangan yang menginginkan bayi perempuan) dan 89,2% (bayi laki-laki).

    Pemrosesan sperma

    Pemrosesan sperma

Inseminasi intra uterin

Inseminasi intra uterin

  • BAYI TABUNG/IVF,  Pre implantation Genetic Diagnosis (PGD) adalah suatu teknik tambahan pada bayi tabung, di mana embryo yang telah terbentuk diambil 1 buah blastomernya (cell) untuk dilakukan analisis apakah embryo ini mempunyai kromosom yang sehat atau tidak, serta jenis kromosomnya apakah XX (wanita) atau XY (laki-laki). Embryo yang diambil blastomernya akan tetap hidup dan tumbuh tanpa kekurangan apapun, dan dapat ditanamkan sesuai prosedur bayi tabung. Dengan dasar ini maka seleksi gender dapat dilakukan.  Teknik bayi tabung dengan PGD sangat bermanfaat besar dan terbatas dilakukan untuk pemilihan jenis kelamin dengan indikasi terapi penyakit keturunan yang terikat jenis kelamin.

 

Salah satu blastomer sedang di ambil pada saat teknik PGD dilakukan (IVF)

Salah satu blastomer sedang di ambil pada saat teknik PGD dilakukan (IVF)

 

Seminar tentang “Infertilitas dan Bayi Tabung”

28/10/2012 Leave a comment

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai bayi tabung yang ‘Simple and Affordable’ atau ‘Mudah dan terjangkau’, silakan klik di www.gladioolivf.wordpress.com

Kista ovarium

08/02/2012 4 comments

Salam sejahtera,

Kesempatan ini saya ingin bercerita mengenai sebuah keadaan yang sering mengejutkan dan terkadang membuat seseorang wanita ketakutan bila mendapatkan diagnosis ini.  Kista ovarium.  Pada dasarnya setiap wanita yang normal dengan siklus menstruasi normal, pada waktu-waktu tertentu akan akan mempunyai kista.  Sehingga bila anda terdiagnosis memiliki ‘kista’ janganlah ‘stress’ dulu tapi harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Kista ‘Normal’

Kista berarti ‘kantung’ berisi air yang tumbuh pada indung telur (ovarium).  Saya biasanya membagi menjadi 3, yaitu kista yang normal, jinak dan jahat. Pada wanita yang mempunyai siklus menstruasi teratur, pasti memiliki kista pada sekitar pertengahan siklus. Kista ini mulai berkembang sejak 3 hari menstruasi dari ukuran <1 cm dan selama kurang lebih 2 minggu menjadi 2,5 cm.  Kista ini kita sebut folikel dominan atau folikel matur karena memiliki 1 sel telur yang sehat dan matang. Pada suatu saat kista ini akan pecah, mengeluarkan sel telur tadi  dan cairan yang banyak mengandung esterogen, hal ini disebut ovulasi.

Kista/folikel yang pecah ini sekarang disebut korpus luteum, yang tugasnya memproduksi progesteron.  Efek esterogen pada rahim (uterus) adalah menebalkan endometrium, sedangkan progesteron menyebabkan endometrium menjadi sembab dan siap menerima embrio.  Bentuk korpus luteum pada pemeriksaan usg juga menyerupai kista namun sekarang berisi darah sehingga gambaran kejernihan isi kantung berbeda dengan folikel.  Korpus luteumbiasanya bertahan sampai dengan 12-14 hari, progesteron akan habis, dan akan terjadi menstruasi.  Itulah keadaan pada wanita normal.

Pada beberapa kasus kista-kista ini bisa berkembang sampai 3-4 cm dan pada kasus ini kita hanya melakukan observasi dan melakukan pemeriksaan usg ulang pada beberapa waktu berikutnya.  Pada keadaan wanita hamil, maka pada kehamilan awal akan terbentuk hormon hCG  yang akan mempertahankan korpus luteum sehingga progesteron tetap diproduksi dan tidak terjadi menstruasi.

Kistoma ovarium

Akhiran ‘oma’ pada kistoma menunjukkan kista sudah berubah menjadi ‘tumor’ yang perlu pendekatan berbeda.  Biasanya ukuran lebih dari 5 cm, menetap dan dapat memberikan gejala-gejala seperti gangguan menstruasi, atau nyeri menstruasi.  Atau bila pada pemeriksaan usg kita mendapatkan gambaran keganasan (biasanya pada ukuran yang lebih besar lagi), maka kita akan merencanakan terapi yang lebih agresif (operasi).

Dr.D

Beberapa kasus infertilitas hari ini.

03/02/2012 Leave a comment

Hari ini ada beberapa kasus yang kebetulan cukup menarik untuk dibagikan.

  1. Pasangan P 41th dan W 38th, menikah 4 tahun dan mengalami telah 2 kali keguguran pada usia kehamilan awal.  Keguguran terakhir 4 bulan yang lalu, setelah dilakukan kuretase, saya memberikan asam folat dan clomiphene citrat. Mereka datang dan sang istri mengatakan kalau menstruasi kali ini hanya bercak satu hari (kemarin). Analisis sperma 2 bulan lalu normal, dan ovulasi bagus karena menstruasi teratur. Kita membahas kemungkinan keguguran berulang. Beberapa penyebab yang mungkin adalah faktor usia (suami dan istri), kelainan endokrin dan kelainan uterus sang istri, auto immune, trombofilia dan genetik.  Setelah membahas rencana terapinya,  langkah pertama adalah melakukan tes kehamilan, berhubung sang istri belum “benar2″ menstruasi.  Dan…….. ternyata positif !.    Hamil, dengan risiko berulang?.  Untuk umur usia 38 risiko keguguran 20-40%, dan keguguran berulang dua kali 5% serta keguguran 3 kali 1 %.  Ya, kita berhati-hati dan berusaha memberikan yang terbaik untuk kasus ini.  Saat ini saya memberikan hormon progesteron pesari (per rektal), asam asetilsalisilat 80mg, dan multivitamin.  Semoga embrio berkembang menjadi janin dan bayi yang sehat.
  2. Suami istri yang 13 hari lalu melakukan inseminasi, mengirimkan SMS dengan menceritakan kalau beberapa hari ini mengalami mual, dan badan terasa tidak enak sehingga mereka melakukan tes kehamilan sebelum waktunya. Dan hasilnya masih negatif.  Saya menerangkan bahwa hasil negatif itu belum berarti apa-apa karena masih ada kemungkinan menjadi positif pada beberapa hari berikutnya.  Mual dan badan yang merasa tidak enak bisa saja dari tanda hamil, namun dapat juga merupakan efek samping karena kecemasan.
  3. Seorang suami yang masih cukup muda (32 th) mendapati hasil analis spermanya amat ‘memprihatinkan’ Asthenozoospermia. dengan motilitas 0/1/7/92.  Tidak sedikit para pria muda-sehat-atletis dengan sperma bermasalah disebabkan oleh varikokel, yaitu varises pada daerah testis yang menyebabkan pematangan sperma menjadi terganggu.  Sementara lebih jarang daripada kasus varikokel adalah masalah hormonal dan fungsi testis. Beberapa evaluasi yang kita lakukan adalah pemeriksaan riwayat kesehatan sebelumnya, adanya varikokel, pemeriksaan hormonal LH FSH dan Testosteron, sementara saya juga menganjurkan analisis sperma ulang.
  4. Pasangan suami istri (P 40th dan W 33th) mengalami infertilitas sekunder. Setelah evaluasi fisik dan hormonal didapatkan faktor pria yang nyata. Dan penyebab yang kita temukan adalah riwayat penggunaan obat anti kolesterol yang telah dikonsumsi lebih dari 4 tahun !. Setelah penghentian obat tersebut selama 4-5 bulan, kondisi sperma sekarang menjadi ‘hidup’ lagi, dari azoospermia (jumlah 0) menjadi asthenozoospermia (jumlah normal, namun kualitas kurang) . Selain masalah efek samping obat, kita dapatkan faktor okupasi (pekerjaan) sangat mempengaruhi, dimana polusi dari bahan-bahan bangunan dan kimia sangat nyata.

Setiap kasus infertilitas adalah unik, dan sangat bervariasi. Pendekatan evaluasi dan terapi tergantung pada banyak sekali faktor, oleh karena itu, tidak ada ‘standar baku’ algoritma pengelolaan yang 100% cocok untuk semua pasangan infertil.

Dr. D

Kegemukan dan kesuburan

21/01/2012 Leave a comment

Hari ini saya dikunjungi beberapa pasien yang datang dengan kegemukan.  Ada yang baru pertama kali dan ada pasien lama yang datang lagi untuk melanjutkan terapi (masalah reproduksi).  Saya membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk menjelaskan masalah kegemukan ini  dan hubungannya dengan kondisi mereka.

Sudah lama saya prihatin dengan masalah kegemukan ini, karena saya tahu sebagian masyarakat tidak menganggap serius pentingnya masalah kegemukan ini, sehingga tidak waspada terhadap pentingnya mengatur pola makan dan berolah-raga.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kegemukan merupakan salah satu penyakit kronik yang banyak diderita masyarakat.  Tidak sedikit anak-anak, remaja, calon pengantin, pasangan menikah, bahkan wanita paruh baya datang dengan keluhan penyakit tertentu yang ternyata semua berkaitan dengan status kegemukan (obesitas) mereka.

Kali ini saya ingin memberikan beberapa fakta singkat hubungan obesitas dengan kesehatan reproduksi.  Fakta-fakta di bawah semuanya berasal dari penelitian yang telah ditulis di jurnal  kesehatan.

  1. Obesitas mempengaruhi keteraturan siklus menstruasi.  Kegemukan yang diderita sejak anak-anak, akan membawa risiko siklus menstruasi tidak teratur pada saat mereka sudah dewasa.
  2. Sindroma ovarium polikistik (PCOS) adalah penyakit hormonal yang paling sering diderita seorang wanita, terutama wanita dengan obesitas.  PCOS ditandai dengan obesitas, kegagalan ovulasi, infertilitas, hirsutisme (pertumbuhan rambut seperti pria), dan resistensi insulin.
  3. Sebagian besar wanita gemuk tidak infertil, dan penelitian menunjukkan tidak ada kaitan antara laju kehamilan dengan obesitas, namun laju kehamilan akan meningkat pada wanita obes dan anovulasi yang menurunkan berat badan mereka.
  4. Sebuah penelitian menemukan bahwa kemungkinan konsepsi (pembuahan) secara  alamiah menurun 4% setiap kg/m2, untuk Indeks Masa Tubuh (IMT)  > 29 (obesitas).
  5. Banyak wanita obesitas yang merasakan manfaat dan berhasil hamil dengan proses bayi tabung (IVF),  namun penelitian juga mencatat efek buruk obesitas terhadap proses yang dilakukan. Obesitas berhubungan dengan penggunaan suntikan hormon yang lebih lama dan lebih banyak, peningkatan jumlah siklus IVF yang gagal karena respon yang tidak adekuat, dan hasil oosit yang sedikit.
  6. Obesitas berhubungan dengan keguguran pada wanita-wanita yang sedang menjalani bayi tabung, dan keguguran meningkat secara progresif pada wanita dengan kelebihan berat badan.
  7. Pada kehamilan, obesitas berhubungan dengan penyakit preeklamsia, diabetes gestasional, bayi besar (makrosomia), dan persalinan sesar.
  8. Obesitas juga berhubungan dengan peningkatan risiko cacat lahir.   Kemungkinan mekanismenya adalah pada wanita dengan obesitas terdapat gangguan metabolik seperti diabetes, hiperglikemia, peningkatan insulin, defisiensi dan kelebihan nutrisi, yang sering penyakit-penyakit tersebut tidak terdiagnosis pada saat hamil.

Oleh karena obesitas berkaitan erat dengan peningkatan risiko-risiko di atas, maka penuruan berat badan sangat dianjurkan bagi wanita yang obesitas yang merencanakan kehamilan.

Bagaimana dengan para pria?

  1. Insidensi oligozoospermia dan asthenospermia meningkat dengan peningkatan IMT.  Hal ini mungkin berhubungan dengan masalah hormonal, suhu tubuh dan mekanisme genetik.
  2. Pada pria obes, androgen dirubah menjadi estrogen melalui aromatisasi di lemak perifer, sehingga kadar testosteron menurun.
  3. Kadar hormon yang abnormal terjadi di setiap pria yang gemuk, dan makin jelas pada pria obes yang infertil.

Obesitas juga berhubungan dengan banyak masalah kesehatan, misalnya hipertensi, penyakit jantung, diabetes, dislipidemia, masalah pernafasan, sleep apnea, esofagitis refluk, osteoartritis, inkontinensia urin, dan….. kanker payudara, kanker rahim, kanker indung telur, dan kanker kolon.

Terapi

Pada studi lebih dari 28.000 wanita dengan kelebihan berat badan,  penurunan berat badan > 8 kg berhubungan dengan kematian akibat penyakit kardiovaskuler dan kanker.

Penurunan berat badan juga terbukti memperbaiki siklus mensturasi, meningkatkan kemungkinan kehamilan dan menurunkan risiko keguguran (terutama pada wanita PCOS) .  Fungsi ovarium kembali pada sebagian besar wanita PCOS yang menurunkan berat badan 5-10%.

Terapi utama dari obesitas adalah perubahan gaya hidup termasuk modifikasi pola makan dan olah raga teratur.  Olah raga yang direkomendasikan adalah olah raga dengan intensitas sedang, minimum 30 menit, dan minimum 3 hari dalam seminggu.  Pola makan difokuskan pada pembatasan kalori dan peningkatan penggunaan energi.  Diet rendah kalori (1.000-1.200 kkal/hari) diharapkan dalam 6 bulan dapat menurunkan berat badan 10% .  Sedangkan penurunan 500-1.000 kkal/hari dari jumlah biasanya akan menurunkan ½ kg perminggu.

Tantangan sebenarnya adalah bagaimana seseorang itu mengatur ‘pola diet dan olah raga’ yang cocok bagi dirinya sendiri.  Diet yang terlalu ketat dan sulit, dan tidak serius meluangkan waktu untuk berolah raga, akan menyebabkan kegagalan dalam merubah gaya hidup, sehingga penurunan berat yang diinginkan tidak tercapai.

Perubahan gaya hidup saja (diet dan olah raga),  sayang sekali menurut banyak penelitian, mengalami banyak kegagalan.  Penurunan berat badan akan berhasil jika diet dan olah raga dikombinasi dengan pemberian-obat-obatan yang teratur.   Beberapa obat yang direkomendasikan adalah : obat anti absorptive, penekan nafsu makan, dan anti diabetik oral.

Semoga bermanfaat.

Dr. D

Erosi serviks uteri dan infertilitas

20/01/2012 41 comments

Petang ini, saya mendapatkan 2 kasus yang serupa, yaitu infertilitas, dan keduanya mempunyai satu faktor yang sama erosi serviks uteri. Faktor ini memang bukan faktor penyebab infertilitas satu-satunya, namun cukup sering didapatkan pada wanita muda, yang nampaknya sehat, namun mengalami keputihan dan infertilitas.

Erosi serviks uteri (cervicitis) adalah perubahan yang terjadi di mulut rahim dan biasanya  di diagnosis pada saat pemeriksaan dalam vagina (pemeriksaan ginekologi).  Beberapa keluhan yang dialami adalah keputihan berbau atau gatal, nyeri pinggang, nyeri perut bagian bawah, infeksi saluran kencing berulang, nyeri saat hubungan seksual, sampai infertilitas.  Keluhan keputihan bisa sangat mengganggu dan bisa sampai bertahun-tahun.

Pasien dengan erosi serviks hampir selalu disertai dengan keputihan yang kental, dan berbau. Cairan ini berisi  sel-sel darah putih, sel mati, sekresi peradangan, bakteri, jamur, parasit atupun virus.  Cairan ini sangat tidak sehat bagi kehidupan sperma, dan akan sangat menyulitkan sperma untuk bergerak.

Ada beberapa teori penyebab hal ini.

  1. Kadar hormon estrogen yang tinggi dalam darah, yang menyebabkan perubahan pertumbuhan sel-sel epitel.  Sel-sel kolumnar tumbuh mendesak sel epitel gepeng. Teori ini mendasarkan banyaknya kasus pada: wanita hamil, pengguna pil KB, wanita dengan terapi pengganti hormon, dan bayi.
  2. Infeksi. Masih banyak perdebatan apakah erosi disebabkan atau, menyebabkan iritasi.  Tapi yang jelas sering sekali kedua hal ini muncul bersamaan. Infeksi dapat beraneka ragam, jamur, bakteri, parasit, dan tentu saja virus.
  3. Iritasi kronik.  Banyak penyebab yang dapat mengiritasi daerah tersebut misalnya penggunaan cairan pembersih yang tidak tepat, gel kontrasepsi anti sperma, dan tentu saja hubungan seksual (apalagi bila menggunakan sesuatu yang tidak sehat misalnya kondom yang tidak licin, atau alat bantu lainnya).

Pada pemeriksaan akan ditemukan serviks uteri yang seharusnya licin, menjadi kemerahan kasar, dengan tepi granular,  yang tertutup oleh  banyak lendir (putih, kekuningan, atau keruh), dan mudah berdarah bila tersentuh alat periksa.

Erosi seperti ini harus di bedakan dari keganasan, sifilis, atau penyakit menular seksual.  Oleh karena itu bila dijumpai erosi serviks, perlu dilakukan pemeriksaan swab vagina (untuk pemeriksaan mikrobiologi), atau bila dicurigai keganasan bisa dilakukan Pap’s smear atau biopsi.

Terapi

Bila dijumpai tanpa gejala, biasanya tidak ada terapi khusus.  Namun biasanya gejala penyerta seperti keluhan di atas dan infeksi selalu menyertai. Tujuan terapi adalah menghancurkan sel-sel kolumnar sehingga sel epitel gepeng dapat tumbuh di tempatnya.

  • Electrocauter : ‘pembakaran’ daerah erosi dengan elektrik
  • Cryotcautery : penghancuran sel-sel epitel menggunakan suhu ekstrim dingin yang dihasilkan oleh gas N2O
  • BIla terdapat infeksi, harus di eliminasi dengan obat antibiotik/antijamur/antiparasit
  • Abstinensia (puasa senggama) minimal 6 minggu setelah tindakan di atas.

 

Dr.D

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 41 other followers