Archive

Archive for January, 2012

Kegemukan dan kesuburan

21/01/2012 Comments off

Hari ini saya dikunjungi beberapa pasien yang datang dengan kegemukan.  Ada yang baru pertama kali dan ada pasien lama yang datang lagi untuk melanjutkan terapi (masalah reproduksi).  Saya membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk menjelaskan masalah kegemukan ini  dan hubungannya dengan kondisi mereka.

Sudah lama saya prihatin dengan masalah kegemukan ini, karena saya tahu sebagian masyarakat tidak menganggap serius pentingnya masalah kegemukan ini, sehingga tidak waspada terhadap pentingnya mengatur pola makan dan berolah-raga.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kegemukan merupakan salah satu penyakit kronik yang banyak diderita masyarakat.  Tidak sedikit anak-anak, remaja, calon pengantin, pasangan menikah, bahkan wanita paruh baya datang dengan keluhan penyakit tertentu yang ternyata semua berkaitan dengan status kegemukan (obesitas) mereka.

Kali ini saya ingin memberikan beberapa fakta singkat hubungan obesitas dengan kesehatan reproduksi.  Fakta-fakta di bawah semuanya berasal dari penelitian yang telah ditulis di jurnal  kesehatan.

  1. Obesitas mempengaruhi keteraturan siklus menstruasi.  Kegemukan yang diderita sejak anak-anak, akan membawa risiko siklus menstruasi tidak teratur pada saat mereka sudah dewasa.
  2. Sindroma ovarium polikistik (PCOS) adalah penyakit hormonal yang paling sering diderita seorang wanita, terutama wanita dengan obesitas.  PCOS ditandai dengan obesitas, kegagalan ovulasi, infertilitas, hirsutisme (pertumbuhan rambut seperti pria), dan resistensi insulin.
  3. Sebagian besar wanita gemuk tidak infertil, dan penelitian menunjukkan tidak ada kaitan antara laju kehamilan dengan obesitas, namun laju kehamilan akan meningkat pada wanita obes dan anovulasi yang menurunkan berat badan mereka.
  4. Sebuah penelitian menemukan bahwa kemungkinan konsepsi (pembuahan) secara  alamiah menurun 4% setiap kg/m2, untuk Indeks Masa Tubuh (IMT)  > 29 (obesitas).
  5. Banyak wanita obesitas yang merasakan manfaat dan berhasil hamil dengan proses bayi tabung (IVF),  namun penelitian juga mencatat efek buruk obesitas terhadap proses yang dilakukan. Obesitas berhubungan dengan penggunaan suntikan hormon yang lebih lama dan lebih banyak, peningkatan jumlah siklus IVF yang gagal karena respon yang tidak adekuat, dan hasil oosit yang sedikit.
  6. Obesitas berhubungan dengan keguguran pada wanita-wanita yang sedang menjalani bayi tabung, dan keguguran meningkat secara progresif pada wanita dengan kelebihan berat badan.
  7. Pada kehamilan, obesitas berhubungan dengan penyakit preeklamsia, diabetes gestasional, bayi besar (makrosomia), dan persalinan sesar.
  8. Obesitas juga berhubungan dengan peningkatan risiko cacat lahir.   Kemungkinan mekanismenya adalah pada wanita dengan obesitas terdapat gangguan metabolik seperti diabetes, hiperglikemia, peningkatan insulin, defisiensi dan kelebihan nutrisi, yang sering penyakit-penyakit tersebut tidak terdiagnosis pada saat hamil.

Oleh karena obesitas berkaitan erat dengan peningkatan risiko-risiko di atas, maka penuruan berat badan sangat dianjurkan bagi wanita yang obesitas yang merencanakan kehamilan.

Bagaimana dengan para pria?

  1. Insidensi oligozoospermia dan asthenospermia meningkat dengan peningkatan IMT.  Hal ini mungkin berhubungan dengan masalah hormonal, suhu tubuh dan mekanisme genetik.
  2. Pada pria obes, androgen dirubah menjadi estrogen melalui aromatisasi di lemak perifer, sehingga kadar testosteron menurun.
  3. Kadar hormon yang abnormal terjadi di setiap pria yang gemuk, dan makin jelas pada pria obes yang infertil.

Obesitas juga berhubungan dengan banyak masalah kesehatan, misalnya hipertensi, penyakit jantung, diabetes, dislipidemia, masalah pernafasan, sleep apnea, esofagitis refluk, osteoartritis, inkontinensia urin, dan….. kanker payudara, kanker rahim, kanker indung telur, dan kanker kolon.

Terapi

Pada studi lebih dari 28.000 wanita dengan kelebihan berat badan,  penurunan berat badan > 8 kg berhubungan dengan kematian akibat penyakit kardiovaskuler dan kanker.

Penurunan berat badan juga terbukti memperbaiki siklus mensturasi, meningkatkan kemungkinan kehamilan dan menurunkan risiko keguguran (terutama pada wanita PCOS) .  Fungsi ovarium kembali pada sebagian besar wanita PCOS yang menurunkan berat badan 5-10%.

Terapi utama dari obesitas adalah perubahan gaya hidup termasuk modifikasi pola makan dan olah raga teratur.  Olah raga yang direkomendasikan adalah olah raga dengan intensitas sedang, minimum 30 menit, dan minimum 3 hari dalam seminggu.  Pola makan difokuskan pada pembatasan kalori dan peningkatan penggunaan energi.  Diet rendah kalori (1.000-1.200 kkal/hari) diharapkan dalam 6 bulan dapat menurunkan berat badan 10% .  Sedangkan penurunan 500-1.000 kkal/hari dari jumlah biasanya akan menurunkan ½ kg perminggu.

Tantangan sebenarnya adalah bagaimana seseorang itu mengatur ‘pola diet dan olah raga’ yang cocok bagi dirinya sendiri.  Diet yang terlalu ketat dan sulit, dan tidak serius meluangkan waktu untuk berolah raga, akan menyebabkan kegagalan dalam merubah gaya hidup, sehingga penurunan berat yang diinginkan tidak tercapai.

Perubahan gaya hidup saja (diet dan olah raga),  sayang sekali menurut banyak penelitian, mengalami banyak kegagalan.  Penurunan berat badan akan berhasil jika diet dan olah raga dikombinasi dengan pemberian-obat-obatan yang teratur.   Beberapa obat yang direkomendasikan adalah : obat anti absorptive, penekan nafsu makan, dan anti diabetik oral.

Semoga bermanfaat.

Dr. D

Advertisements

Terapi heparin

19/01/2012 1 comment

Seorang teman menceritakan mengenai istrinya yang menggunakan Fraxiparine (Nadroparin), yaitu sejenis heparin dengan berat molekul rendah, untuk penanganan infertilitas mereka.

Terapi heparin  biasanya diberikan pada wanita dengan masalah seperti riwayat keguguran berulang, atau riwayat janin meninggal dalam kandungan.

Pada pasien-pasien dengan riwayat obstetri seperti di atas, ada kemungkinan mereka menderita antiphospholipid sindrom, yang menyebabkan terjadinya jendalan darah di plasenta sehingga menyebabkan keguguran/kematian janin.  Jadi titik tangkap pemberian antikoagulan  seperti heparin adalah untuk menghindari/mengurangi penjendalan darah tadi sehingga diharapkan plasenta akan sehat dan janin akan berhasil berkembang.

Penjendalan darah terjadi karena keping darah (platelet) saling menempel saat terjadi luka atau memar sehingga kehilangan darah tidak semakin banyak.  Heparin ini bekerja menghambat pembentukan trombin yang penting dalam proses penjendalan darah.  Untuk mendiagnosis adanya sindroma antiphospholipid biasanya dengan menggunakan pemeriksaan laboratorium seperti kadar  antinuclear antibodi (ANA), Anticardiolipin (ACA) dan Lupus anticoagulan (LAC).

Masih banyak perdebatan mengenai efektifitas heparin ini. Namun beberapa penelitian berhasil membuktikan peningkatan keberhasilan perkembangan janin sampai waktu lahir.

Penggunaan heparin juga harus secara bijak.  Bila digunakan secara berlebihan maka akan terjadi kemungkinan perdarahan spontan, misalnya melalui hidung, atau menstruasi yang banyak dan lama.

Ada dua jenis antikoagulan yang biasa dipakai untuk terapi infertilitas yaitu Heparin, dan Aspirin dosis rendah (Aspilet).

Dr.D

Categories: Terapi Infertilitas

Akhirnya hamil setelah menyerah berusaha.

17/01/2012 18 comments

Tidak sedikit pasien saya mengalami hal seperti ini. Setelah induksi ovulasi beberapa bulan, atau inseminasi beberapa kali, bahkan setelah menjalani bayi tabung dan gagal, …… lalu pada beberapa bulan berikutnya atau yang ekstrim persis pada bulan berikutnya malah hamil !!

Tiada kata lain yang perlu diucapkan, selain … Selamat bu, saya ikut senang dapat berpartisipasi dalam usaha ibu…….  dan saya sangat gembira ibu sekarang bisa hamil.

Biasanya pasien akan bertanya kenapa ini bisa terjadi dok?
Baiklah… sangat sulit untuk menjelaskansecara tepat  kenapa hal ini bisa terjadi, dan pasti pengalaman dan kejadian pasien satu dan yang lain pasti tidak sama. Namun beberapa hal melintas di pikiran saya,
Emosi yang stabil
Kita semua tahu bahwa menjalani program infertilitas yang sangat rumit, banyak usaha, kesakitan, ketidak nyamanan dan tentu saja biaya, akan menimbulkan situasi emosi yang tidak stabil. Orang mengatakan seperti naik roller coaster…. perlahan-lahan semangat dan harapan naik sampai tinggi dan jatuh cepat ketika ternyata hasil negatif.  Ini sangat menyakitkan apalagi untuk memulai program berikutnya. Tidak sedikit studi yang menghubungkan stress dengan infertilitas.  Ketika seseorang sangat menginginkan kehamilan, dan timbul stres yang nyata, semakin stress akan semakin sulit untuk dapat hamil.  Hal ini bisa berlangsung berputar-putar seperti lingkaran setan.  Namun ketika seseorang dapat melepaskan keinginan yang sangat kuat dan mencapai stabilitas emosi maka hormon dan pikirian tubuh akan sangat membantu untuk dapat mendorong tubuh berfungsi secara optimal, yang berarti kehamilan.
Tindakan yang berkaitan
Meskipun terkadangi inseminasi atau bayi tabung tidak berhasil, namun jangan lupa bahwa untuk persiapan ke tindakan tersebut banyak treatment yang dilakukan seperti tindakan ginekologi, histerosalphingografi, atau laparoskopi.  Histerosalphingografi, pada beberapa kasus dapat ‘membuka’ tuba ovarium yang sebelumnya kurang lancar, bahkan saya teringat pasien saya yang mengalami infertilitas beberapa tahun, hanya dengan satu pemeriksaan HSG tadi dan belum mendapat terapi apapun, sudah mendapati dirinya hamil pada siklus berikutnya.  Kita tahu bahwa laparoskopi banyak manfaatnya, selain diagnosis, laparoskopi juga dapat membantu melepaskan perlengketan, menghilangkan myoma uteri dan kista ovarium, bahkan dapat memperbaiki struktur dan fungsi tuba.  Induksi ovulasi yang dilakukan secara simultan juga terbukti mempunyai efek yang baik terhadap pemberntukan telur. Pada kenyataannya diperlukan waktu paling tidak 3 bulan (siklus) perkembangan  folikel primordial sampai  menjadi folikel  dominan.

 

Medikasi dan perubahan diet dan perilaku

Pemberian obat-obatan seperti induksi ovulasi, multivitamin, antibiotik, hormon untuk spermatogenesis, perubahan diet dan perilaku. Untuk meningkatkan kesuburan, biasanya saya meminta pasien merubah diet menjadi lebih sehat dan menjalani perilaku yang lebih teratur. Menjauhi makanan berlemak, banyak makan makan segar, menjauhi polusi seperti merokok.  Saya biasanya mengatakan bagi perokok….. Jangan kurangi rokok anda ! … (senyum sebentar untuk memberi waktu mereka terheran-heran) …… jangan hanya dikurangi, tapi hentikan !!!).

Semua perubahan ke arah yang baik itu itu terkadang tanpa disadari cukup untuk membuahkan peningkatan kesuburan pada bulan-bulan berikutnya.

Jadi bagi semua pasien, yang belum hamil, jangan merasa gagal bila pada satu tindakan ternyata belum berhasil. Tetaplah berpengharapan dan jalani kehidupan sehari-hari dengan hati yang gembira dan tetap optimis karena memang kita tidak tahu apa yang akan terjadi di hari mendatang, kecuali untuk tetap berusaha.

Karena pepatah mengatakan bahwa “Sebenarnya yang kita miliki adalah hanya hari ini,  kemarin adalah sejarah, dan besok adalah impian”

Dr.D

Categories: Terapi Infertilitas

Analisis sperma.. siapa takut!?

17/01/2012 1 comment

Banyak sekali alasan seorang suami untuk menghindari pemeriksaan sperma ini. Dari malu, sungkan, gengsi, atau karena alasan klasik bahwa penyebab infertilitas bukan karena dia, melainkan dari pihak istri.  Pada pria-pria seperti ini terkadang saya merasa kasihan karena saya yakin, sebenarnya mereka ingin masalahnya dibantu, penyebab infertilitas diketahui, dan dalam hati kecilnya yang paling dalam, mungkin mereka meragukan akan kesuburan sperma mereka. Namun ego lebih dominan sehingga terjadilah mekanisme pertahanan diri yang hal ini dapat merugikan diri sendiri.

Dari penyebab infertilitas keseluruhan, faktor pria andil sebesar 30%.  Banyak penyebab yang bisa mempengaruhi kualitas sperma. Obat-obat seperti anabolik steroid, hormon, cimetidin, spironolakton, isoniasid, calcium channel blockers, obat kemoterapi untuk pengobatan kanker, rokok, alkohol dan mariyuana sangat berpengaruh terhadap jumlah sperma. Bahkan saya pernah mendapatkan pasien dengan oligoasthenozoospermia berat oleh karena penggunaan obat penurun kholesterol yang dikonsumsi selama bertahun-tahun.

Riwayat operasi  misalnya repair hernia inguinalis, cedera vas deferens dapat pula menjadi penyebab, demikian pula penyakit menahun seperti gagal ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipo/hiper tiroid.  Penyebab lain yang cukup sering adalah pengaruh paparan kerja, misalnya pekerjaan di ruang kerja yang relatif panas, terpapar insektisida, pestisida, atau solven.   Varikokel atau varises di daerah testis, juga sering menjadi penyebab.

Oleh karena banyaknya kemungkinan penyebab yang dapat memperburuk sperma, maka tidak salah bila analisis sperma menjadi satu standar utama penyelidikan infertilitas.  Pada beberapa pasien saya mengatakan bahwa seharusnya analisis sperma adalah pemeriksaan pertama yang harus dilakukan karena mudah, murah dan tidak sakit…..  (dan pasien selalu tersenyum bila mendengarnya).

Di klinik fertilitas tempat saya bekerja, laboratorium menyediakan tempat untuk pasien mengeluarkan sperma.  Pengeluaran juga dapat dilakukan dirumah bila pasien bisa membawa spesimen dari waktu dikeluarkan sampai di laboratorium kurang dari 30 menit.  Pasien diminta untuk menahan ejakulasi kurang lebih 3 hari sebelum pemeriksaan. Hasil pemeriksaan normal analisis sperma menurut WHO adalah sebagai berikut:

Volume 2-5 cc, Jumlah  > 20 juta/ml; Motilitas > 50%; Morfologi > 40% normal; likuefaksi: 15-30 menit.

Bila dijumpai hasil analisis sperma yang kurang atau kurang baik, maka biasanya diperlukan pemeriksaan ulang 1 minggu sesudahnya pada keadaan yang lebih sehat/ nyaman guna mengkonfirmasi hal tersebut.

Perlu diingat bahwa apapun hasil analis sperma, sangat berguna untuk penentuan terapi, tindakan, dan pemilihan penatalaksanaan infertilitas.

Dr. D

Categories: Faktor Pria, Pemeriksaan

Infertil, tidak subur, kurang subur, mandul, kandungan kering ?

16/01/2012 4 comments

Hampir setiap dari kita mempunyai kenalan, teman atau saudara yang sering mendapat ‘cap’ seperti di atas.  Bahkan mungkin beberapa dari pembaca sedang mengalami masalah tersebut. Biasanya pasangan yang sudah cukup lama berusaha dan belum medapat momongan akan ‘malas’ menghadiri acara-acara keluarga atau kondangan, karena repot untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan  masalah “kenapa kok belum punya momongan?” sampai “sudah minum jamu ini? buah itu? madu ini? atau apapun yang orang berpendapat bisa ‘menyembuhkan’

Infertilitas, atau ketidaksuburan, apakah itu suatu penyakit? Yang jelas, infertilitas adalah suatu hal yang akan sangat mengganggu dari kehidupan berumah tangga. Bila hal ini terjadi akan menyebabkan pasangan merasa tidak ‘utuh’ untuk membentuk sebuah keluarga, karena ketidak hadiran atau belum hadirnya sang buah hati.  Banyak gangguan perasaan dan pikiran dapat timbul sebagai efek sampingnya, perasaan bersalah, kecewa, curiga, depresi, atau kecemasan yang berlebihan.  Hal ini tentu saja sangat berpengaruh pada semua kehidupan seseorang atau pasangannya.

Infertilitas diderita oleh kurang lebih 1 dari tiap 7 pasang suami istri, insidensinya semakin meningkat pada dekade terakhir.  Hal ini diduga oleh karena masalah perubahan sosial dan perilaku yang terjadi di masyarakat, misalnya usia menikah lebih tua, penundaan kehamilan, promiskuitas yang berujung pada infeksi menular seksual, dan perilaku (diet dan olahraga) yang tidak sehat.

Pada dasarnya, diagnosis infertilitas ditegakkan bila pasangan belum dikaruniai anak meskipun telah melakukan hubungan seksual secara teratur (2-3 kali dalam 1 minggu) tanpa kontrasepsi selama lebih dari 1 tahun. Bila ini terjadi, maka perlu pendekatan medis, guna menyelidiki problem yang ada.  Pada beberapa kasus, misalnya usia salah satu atau kedua pasangan  sudah lebih dari 35 tahun,  atau terdapat gejala atau keluhan adanya gangguan kesuburan, maka pemeriksaan dapat dimulai sebelum 1 tahun. Gejala-gejala tersebut misalnya pada wanita adalah menstruasi yang tidak teratur atau tidak normal, nyeri (dismenore), keputihan atau gejala infeksi lain.  Pada pria, keluhan dapat berupa adanya masalah pada saat hubungan seksual, seperti disfungsi ereksi atau disfungsi ejakulasi.

Pada dasarnya penyelidikan masalah infertilitas difokuskan kepada apa kemungkinan penyebab infertilitas.  Bila hal itu dapat ditemukan dan diberikan terapinya, niscaya kehamilan akan terjadi.  Namun, pada beberapa kasus, masalah tidak dapat ‘diobati’ sehingga kehamilan spontan alami tidak mungkin lagi akan terjadi.  Pada kasus semacam ini, maka dunia medis memiliki pelayanan yang disebut Teknologi Reproduksi Berbantu (Assisted Reproduction Technology).

Pemeriksaan yang mungkin dilakukan pada sang istri adalah : Anamnesis riwayat kesehatan reproduksi, menstruasi dan kesehatan alat reproduksi, pemeriksaan ginekologi, pemeriksaan patensi tuba (Histerosalphingografi/Pertubasi/Hidrotubasi), Ultrasonografi, pemeriksaan darah rutin dan hormon darah bila diperlukan.

Pemeriksaan pada suami: Anamnesis masalah kesehatan seksual, keluhan infeksi, dan pemeriksaan laboratorium (darah dan analisis sperma).  Bila mengarah pada masalah sperma (dan ini masalah yang paling sering terjadi dari infertilitas faktor pria) maka diperlukan pemeriksaan testis (adakah varikokel) dan pemeriksaan hormon darah.

Oleh karena banyak keadaan  yang harus diperiksa pada pemeriksaan  kasus infertilitas, maka penanganan infertilitas ini terkadang memerlukan usaha , pikiran, waktu, tenaga, dan tentu saja biaya yang banyak.  Disinilah tugas seorang dokter untuk dapat mengerti kebutuhan pasien.  Terkadang pemeriksaan dapat dilakukan step by step yang terarah dengan gejala dan tanda, bila satu langkah setelah evaluasi tidak didapatkan jawaban, baru beralih ke langkah selanjutnya. Hal ini sepertinya membutuhkan biaya yang lebih ‘ekonomis’, namun akan mengorbankan waktu yang lebih banyak.  Pemeriksaan juga dapat dilakukan menyeluruh dalam tempo yang cepat. Dibandingkan dengan langkah yang pertama, cara ini akan terkesan lebih cepat, namun membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal-hal seperti ini yang membuat pemeriksaan dan penanganan infertilitas sangat beragam dan harus disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Bagi saya, manapun cara yang dipakai, harus kita diskusikan dulu dengan pasien, yang paling penting adalah tujuan tercapai yaitu kehamilan, tanpa memberatkan atau membuat pasien kesulitan.

Masih banyak lagi yang dapat kita bahas, semoga sedikit informasi di atas dapat membantu bagi yang sedang menjalani masa ‘sulit’ dan jangan lupa untuk selalu saling mendukung, menjaga harapan,  berdoa dan berusaha.

Salam

Dr.D

Dokter D, saya tidak hamil tapi kenapa terlambat bulan ?

16/01/2012 Comments off

Sering saya mendapat pertanyaan tersebut dari wanita yang datang di praktik saya.  Biasanya mereka datang dengan membawa kecemasan atau kebingunan, bagaimana mungkin sudah terlambat tapi tes urin kehamilan menyatakan kalau ‘NEGATIF’.   Sebagian menginginkan tes urin itu memang benar ….. di pihak lain merasa bahwa tes urin itu berbohong (hmm agak geli juga ya…) atau tidak akurat.  Bagi  wanita-wanita  yang sedang sangat menginginkan kehamilan hal ini tentu saja sangat ‘stressfull’  membuat frustrasi dan menjengkelkan.

Sebenarnya ada beberapa penjelasan untuk itu. Yang pertama tentu saja memang tes urin tersebut rusak, kadaluwarsa, atau penggunaannya yang kurang tepat. Tapi sebagian besar kejadian bukan karena sebab tadi.  Seorang wanita yang hamil, hampir pasti akan terjadi terlambat bulan. Namun tidak semua terlambat bulan disebabkan oleh karena kehamilan.

Faktor stress psikis  dan fisik.  Tekanan berlebihan terhadap pikiran dan fisik kita akan segera mengguncang beberapa hormon yang seharusnya sedang bekerja sama secara teratur mengatur kesuburan seseorang.  Bila para pembaca ingat, ketika saat-saat menjelang atau masa ujian sekolah, banyak dari teman-teman gadis yang mengalami masalah menstruasi ini… ini juga menunjukkan bahwa faktor psikis sangat berpengaruh. Rahim (uterus) mengeluarkan darah secara siklik dan periodik yang disebut menstruasi karena pengaruh hormon dan fungsi indung telur (ovarium). Ovarium berfungsi mengeluarkan telur (ovum) dan hormon tadi karena ‘perintah’  berupa hormon FSH( folicle stimulating hormon) dan LH (leutenizing hormon) yang dikeluarkan dari kelenjar hipofisis di otak.  Dan kelenjar hipofisis ini juga diatur oleh hormon GnRH (Gonadotropin releasing hormon) yang dikeluarkan oleh hipotalamus. Pengeluaran GnRH ini yang sangat terpengaruh oleh pikiran dan emosi sehingga pada akhirnya dapat berdampak pada siklus menstruasi.

Kenaikan berat badan yang bertahap, akan membuat gangguan menstruasi. Pada keadaan kelebihan berat badan yang menetap, kegemukan atau obesitas, dapat menimbulkan gangguan menstruasi yang terus menerus. Bila dari wanita yang menderita gangguan haid ini dalam keadaan kondisi gemuk, maka cara termudah untuk me’normal’kan lagi menstruasi adalah menurunkan berat badan dengan berolah raga dan diet yang tepat.

Beberapa kelainan hormon cukup sering menimbulkan gangguan menstruasi adalah : hipertiroid (kadar hormon tiroid berlebihan), hiperprolaktin (kadar hormon menyusui berlebihan meskipun wanita tersebut tidak dalam status menyusui), dan polikistik ovarium sindrom (PCOS).  Sehingga pada kasus-kasus yang berulang, menetap dan mengarah ke hal tersebut biasanya dokter akan merekomendasikan pemeriksaan laboratorium darah  hormon tiroid dan prolaktin. Sedangkan untuk menegakkan diagnosis PCOS diperlukan pemeriksaan seperti status kegemukan, adanya pertumbuhan banyak rambut, pemeriksaan ultrasonografi transvaginal, dan pemeriksaan kadar hormon FSH, LH dan insulin darah.  PCOS akan saya jelaskan pada topik tersendiri karena hal ini cukup banyak terjadi, dan saya yakin dengan pola makan yang semakin tidak sehat maka banyak wanita akan menderita hal ini.

Selamat malam

Dr.D

Categories: Faktor Wanita