Archive

Archive for 16/01/2012

Infertil, tidak subur, kurang subur, mandul, kandungan kering ?

16/01/2012 5 comments

Hampir setiap dari kita mempunyai kenalan, teman atau saudara yang sering mendapat ‘cap’ seperti di atas.  Bahkan mungkin beberapa dari pembaca sedang mengalami masalah tersebut. Biasanya pasangan yang sudah cukup lama berusaha dan belum medapat momongan akan ‘malas’ menghadiri acara-acara keluarga atau kondangan, karena repot untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan  masalah “kenapa kok belum punya momongan?” sampai “sudah minum jamu ini? buah itu? madu ini? atau apapun yang orang berpendapat bisa ‘menyembuhkan’

Infertilitas, atau ketidaksuburan, apakah itu suatu penyakit? Yang jelas, infertilitas adalah suatu hal yang akan sangat mengganggu dari kehidupan berumah tangga. Bila hal ini terjadi akan menyebabkan pasangan merasa tidak ‘utuh’ untuk membentuk sebuah keluarga, karena ketidak hadiran atau belum hadirnya sang buah hati.  Banyak gangguan perasaan dan pikiran dapat timbul sebagai efek sampingnya, perasaan bersalah, kecewa, curiga, depresi, atau kecemasan yang berlebihan.  Hal ini tentu saja sangat berpengaruh pada semua kehidupan seseorang atau pasangannya.

Infertilitas diderita oleh kurang lebih 1 dari tiap 7 pasang suami istri, insidensinya semakin meningkat pada dekade terakhir.  Hal ini diduga oleh karena masalah perubahan sosial dan perilaku yang terjadi di masyarakat, misalnya usia menikah lebih tua, penundaan kehamilan, promiskuitas yang berujung pada infeksi menular seksual, dan perilaku (diet dan olahraga) yang tidak sehat.

Pada dasarnya, diagnosis infertilitas ditegakkan bila pasangan belum dikaruniai anak meskipun telah melakukan hubungan seksual secara teratur (2-3 kali dalam 1 minggu) tanpa kontrasepsi selama lebih dari 1 tahun. Bila ini terjadi, maka perlu pendekatan medis, guna menyelidiki problem yang ada.  Pada beberapa kasus, misalnya usia salah satu atau kedua pasangan  sudah lebih dari 35 tahun,  atau terdapat gejala atau keluhan adanya gangguan kesuburan, maka pemeriksaan dapat dimulai sebelum 1 tahun. Gejala-gejala tersebut misalnya pada wanita adalah menstruasi yang tidak teratur atau tidak normal, nyeri (dismenore), keputihan atau gejala infeksi lain.  Pada pria, keluhan dapat berupa adanya masalah pada saat hubungan seksual, seperti disfungsi ereksi atau disfungsi ejakulasi.

Pada dasarnya penyelidikan masalah infertilitas difokuskan kepada apa kemungkinan penyebab infertilitas.  Bila hal itu dapat ditemukan dan diberikan terapinya, niscaya kehamilan akan terjadi.  Namun, pada beberapa kasus, masalah tidak dapat ‘diobati’ sehingga kehamilan spontan alami tidak mungkin lagi akan terjadi.  Pada kasus semacam ini, maka dunia medis memiliki pelayanan yang disebut Teknologi Reproduksi Berbantu (Assisted Reproduction Technology).

Pemeriksaan yang mungkin dilakukan pada sang istri adalah : Anamnesis riwayat kesehatan reproduksi, menstruasi dan kesehatan alat reproduksi, pemeriksaan ginekologi, pemeriksaan patensi tuba (Histerosalphingografi/Pertubasi/Hidrotubasi), Ultrasonografi, pemeriksaan darah rutin dan hormon darah bila diperlukan.

Pemeriksaan pada suami: Anamnesis masalah kesehatan seksual, keluhan infeksi, dan pemeriksaan laboratorium (darah dan analisis sperma).  Bila mengarah pada masalah sperma (dan ini masalah yang paling sering terjadi dari infertilitas faktor pria) maka diperlukan pemeriksaan testis (adakah varikokel) dan pemeriksaan hormon darah.

Oleh karena banyak keadaan  yang harus diperiksa pada pemeriksaan  kasus infertilitas, maka penanganan infertilitas ini terkadang memerlukan usaha , pikiran, waktu, tenaga, dan tentu saja biaya yang banyak.  Disinilah tugas seorang dokter untuk dapat mengerti kebutuhan pasien.  Terkadang pemeriksaan dapat dilakukan step by step yang terarah dengan gejala dan tanda, bila satu langkah setelah evaluasi tidak didapatkan jawaban, baru beralih ke langkah selanjutnya. Hal ini sepertinya membutuhkan biaya yang lebih ‘ekonomis’, namun akan mengorbankan waktu yang lebih banyak.  Pemeriksaan juga dapat dilakukan menyeluruh dalam tempo yang cepat. Dibandingkan dengan langkah yang pertama, cara ini akan terkesan lebih cepat, namun membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal-hal seperti ini yang membuat pemeriksaan dan penanganan infertilitas sangat beragam dan harus disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Bagi saya, manapun cara yang dipakai, harus kita diskusikan dulu dengan pasien, yang paling penting adalah tujuan tercapai yaitu kehamilan, tanpa memberatkan atau membuat pasien kesulitan.

Masih banyak lagi yang dapat kita bahas, semoga sedikit informasi di atas dapat membantu bagi yang sedang menjalani masa ‘sulit’ dan jangan lupa untuk selalu saling mendukung, menjaga harapan,  berdoa dan berusaha.

Salam

Dr.D

Dokter D, saya tidak hamil tapi kenapa terlambat bulan ?

16/01/2012 Leave a comment

Sering saya mendapat pertanyaan tersebut dari wanita yang datang di praktik saya.  Biasanya mereka datang dengan membawa kecemasan atau kebingunan, bagaimana mungkin sudah terlambat tapi tes urin kehamilan menyatakan kalau ‘NEGATIF’.   Sebagian menginginkan tes urin itu memang benar ….. di pihak lain merasa bahwa tes urin itu berbohong (hmm agak geli juga ya…) atau tidak akurat.  Bagi  wanita-wanita  yang sedang sangat menginginkan kehamilan hal ini tentu saja sangat ‘stressfull’  membuat frustrasi dan menjengkelkan.

Sebenarnya ada beberapa penjelasan untuk itu. Yang pertama tentu saja memang tes urin tersebut rusak, kadaluwarsa, atau penggunaannya yang kurang tepat. Tapi sebagian besar kejadian bukan karena sebab tadi.  Seorang wanita yang hamil, hampir pasti akan terjadi terlambat bulan. Namun tidak semua terlambat bulan disebabkan oleh karena kehamilan.

Faktor stress psikis  dan fisik.  Tekanan berlebihan terhadap pikiran dan fisik kita akan segera mengguncang beberapa hormon yang seharusnya sedang bekerja sama secara teratur mengatur kesuburan seseorang.  Bila para pembaca ingat, ketika saat-saat menjelang atau masa ujian sekolah, banyak dari teman-teman gadis yang mengalami masalah menstruasi ini… ini juga menunjukkan bahwa faktor psikis sangat berpengaruh. Rahim (uterus) mengeluarkan darah secara siklik dan periodik yang disebut menstruasi karena pengaruh hormon dan fungsi indung telur (ovarium). Ovarium berfungsi mengeluarkan telur (ovum) dan hormon tadi karena ‘perintah’  berupa hormon FSH( folicle stimulating hormon) dan LH (leutenizing hormon) yang dikeluarkan dari kelenjar hipofisis di otak.  Dan kelenjar hipofisis ini juga diatur oleh hormon GnRH (Gonadotropin releasing hormon) yang dikeluarkan oleh hipotalamus. Pengeluaran GnRH ini yang sangat terpengaruh oleh pikiran dan emosi sehingga pada akhirnya dapat berdampak pada siklus menstruasi.

Kenaikan berat badan yang bertahap, akan membuat gangguan menstruasi. Pada keadaan kelebihan berat badan yang menetap, kegemukan atau obesitas, dapat menimbulkan gangguan menstruasi yang terus menerus. Bila dari wanita yang menderita gangguan haid ini dalam keadaan kondisi gemuk, maka cara termudah untuk me’normal’kan lagi menstruasi adalah menurunkan berat badan dengan berolah raga dan diet yang tepat.

Beberapa kelainan hormon cukup sering menimbulkan gangguan menstruasi adalah : hipertiroid (kadar hormon tiroid berlebihan), hiperprolaktin (kadar hormon menyusui berlebihan meskipun wanita tersebut tidak dalam status menyusui), dan polikistik ovarium sindrom (PCOS).  Sehingga pada kasus-kasus yang berulang, menetap dan mengarah ke hal tersebut biasanya dokter akan merekomendasikan pemeriksaan laboratorium darah  hormon tiroid dan prolaktin. Sedangkan untuk menegakkan diagnosis PCOS diperlukan pemeriksaan seperti status kegemukan, adanya pertumbuhan banyak rambut, pemeriksaan ultrasonografi transvaginal, dan pemeriksaan kadar hormon FSH, LH dan insulin darah.  PCOS akan saya jelaskan pada topik tersendiri karena hal ini cukup banyak terjadi, dan saya yakin dengan pola makan yang semakin tidak sehat maka banyak wanita akan menderita hal ini.

Selamat malam

Dr.D

Categories: Faktor Wanita