Home > Faktor Wanita > Dokter D, saya tidak hamil tapi kenapa terlambat bulan ?

Dokter D, saya tidak hamil tapi kenapa terlambat bulan ?

16/01/2012

Sering saya mendapat pertanyaan tersebut dari wanita yang datang di praktik saya.  Biasanya mereka datang dengan membawa kecemasan atau kebingunan, bagaimana mungkin sudah terlambat tapi tes urin kehamilan menyatakan kalau ‘NEGATIF’.   Sebagian menginginkan tes urin itu memang benar ….. di pihak lain merasa bahwa tes urin itu berbohong (hmm agak geli juga ya…) atau tidak akurat.  Bagi  wanita-wanita  yang sedang sangat menginginkan kehamilan hal ini tentu saja sangat ‘stressfull’  membuat frustrasi dan menjengkelkan.

Sebenarnya ada beberapa penjelasan untuk itu. Yang pertama tentu saja memang tes urin tersebut rusak, kadaluwarsa, atau penggunaannya yang kurang tepat. Tapi sebagian besar kejadian bukan karena sebab tadi.  Seorang wanita yang hamil, hampir pasti akan terjadi terlambat bulan. Namun tidak semua terlambat bulan disebabkan oleh karena kehamilan.

Faktor stress psikis  dan fisik.  Tekanan berlebihan terhadap pikiran dan fisik kita akan segera mengguncang beberapa hormon yang seharusnya sedang bekerja sama secara teratur mengatur kesuburan seseorang.  Bila para pembaca ingat, ketika saat-saat menjelang atau masa ujian sekolah, banyak dari teman-teman gadis yang mengalami masalah menstruasi ini… ini juga menunjukkan bahwa faktor psikis sangat berpengaruh. Rahim (uterus) mengeluarkan darah secara siklik dan periodik yang disebut menstruasi karena pengaruh hormon dan fungsi indung telur (ovarium). Ovarium berfungsi mengeluarkan telur (ovum) dan hormon tadi karena ‘perintah’  berupa hormon FSH( folicle stimulating hormon) dan LH (leutenizing hormon) yang dikeluarkan dari kelenjar hipofisis di otak.  Dan kelenjar hipofisis ini juga diatur oleh hormon GnRH (Gonadotropin releasing hormon) yang dikeluarkan oleh hipotalamus. Pengeluaran GnRH ini yang sangat terpengaruh oleh pikiran dan emosi sehingga pada akhirnya dapat berdampak pada siklus menstruasi.

Kenaikan berat badan yang bertahap, akan membuat gangguan menstruasi. Pada keadaan kelebihan berat badan yang menetap, kegemukan atau obesitas, dapat menimbulkan gangguan menstruasi yang terus menerus. Bila dari wanita yang menderita gangguan haid ini dalam keadaan kondisi gemuk, maka cara termudah untuk me’normal’kan lagi menstruasi adalah menurunkan berat badan dengan berolah raga dan diet yang tepat.

Beberapa kelainan hormon cukup sering menimbulkan gangguan menstruasi adalah : hipertiroid (kadar hormon tiroid berlebihan), hiperprolaktin (kadar hormon menyusui berlebihan meskipun wanita tersebut tidak dalam status menyusui), dan polikistik ovarium sindrom (PCOS).  Sehingga pada kasus-kasus yang berulang, menetap dan mengarah ke hal tersebut biasanya dokter akan merekomendasikan pemeriksaan laboratorium darah  hormon tiroid dan prolaktin. Sedangkan untuk menegakkan diagnosis PCOS diperlukan pemeriksaan seperti status kegemukan, adanya pertumbuhan banyak rambut, pemeriksaan ultrasonografi transvaginal, dan pemeriksaan kadar hormon FSH, LH dan insulin darah.  PCOS akan saya jelaskan pada topik tersendiri karena hal ini cukup banyak terjadi, dan saya yakin dengan pola makan yang semakin tidak sehat maka banyak wanita akan menderita hal ini.

Selamat malam

Dr.D

Categories: Faktor Wanita
%d bloggers like this: