Home > Faktor Pria, Pemeriksaan > Analisis sperma.. siapa takut!?

Analisis sperma.. siapa takut!?

17/01/2012

Banyak sekali alasan seorang suami untuk menghindari pemeriksaan sperma ini. Dari malu, sungkan, gengsi, atau karena alasan klasik bahwa penyebab infertilitas bukan karena dia, melainkan dari pihak istri.  Pada pria-pria seperti ini terkadang saya merasa kasihan karena saya yakin, sebenarnya mereka ingin masalahnya dibantu, penyebab infertilitas diketahui, dan dalam hati kecilnya yang paling dalam, mungkin mereka meragukan akan kesuburan sperma mereka. Namun ego lebih dominan sehingga terjadilah mekanisme pertahanan diri yang hal ini dapat merugikan diri sendiri.

Dari penyebab infertilitas keseluruhan, faktor pria andil sebesar 30%.  Banyak penyebab yang bisa mempengaruhi kualitas sperma. Obat-obat seperti anabolik steroid, hormon, cimetidin, spironolakton, isoniasid, calcium channel blockers, obat kemoterapi untuk pengobatan kanker, rokok, alkohol dan mariyuana sangat berpengaruh terhadap jumlah sperma. Bahkan saya pernah mendapatkan pasien dengan oligoasthenozoospermia berat oleh karena penggunaan obat penurun kholesterol yang dikonsumsi selama bertahun-tahun.

Riwayat operasi  misalnya repair hernia inguinalis, cedera vas deferens dapat pula menjadi penyebab, demikian pula penyakit menahun seperti gagal ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipo/hiper tiroid.  Penyebab lain yang cukup sering adalah pengaruh paparan kerja, misalnya pekerjaan di ruang kerja yang relatif panas, terpapar insektisida, pestisida, atau solven.   Varikokel atau varises di daerah testis, juga sering menjadi penyebab.

Oleh karena banyaknya kemungkinan penyebab yang dapat memperburuk sperma, maka tidak salah bila analisis sperma menjadi satu standar utama penyelidikan infertilitas.  Pada beberapa pasien saya mengatakan bahwa seharusnya analisis sperma adalah pemeriksaan pertama yang harus dilakukan karena mudah, murah dan tidak sakit…..  (dan pasien selalu tersenyum bila mendengarnya).

Di klinik fertilitas tempat saya bekerja, laboratorium menyediakan tempat untuk pasien mengeluarkan sperma.  Pengeluaran juga dapat dilakukan dirumah bila pasien bisa membawa spesimen dari waktu dikeluarkan sampai di laboratorium kurang dari 30 menit.  Pasien diminta untuk menahan ejakulasi kurang lebih 3 hari sebelum pemeriksaan. Hasil pemeriksaan normal analisis sperma menurut WHO adalah sebagai berikut:

Volume 2-5 cc, Jumlah  > 20 juta/ml; Motilitas > 50%; Morfologi > 40% normal; likuefaksi: 15-30 menit.

Bila dijumpai hasil analisis sperma yang kurang atau kurang baik, maka biasanya diperlukan pemeriksaan ulang 1 minggu sesudahnya pada keadaan yang lebih sehat/ nyaman guna mengkonfirmasi hal tersebut.

Perlu diingat bahwa apapun hasil analis sperma, sangat berguna untuk penentuan terapi, tindakan, dan pemilihan penatalaksanaan infertilitas.

Dr. D

Categories: Faktor Pria, Pemeriksaan
  1. 02/10/2017 at 12:16 am

    Terima kasih atas pertanyaannya.
    Sel bulat dapat disebabkan oleh infeksi atau varikokel,
    lakukan pengobatan keduanya sehingga sperma dapat membaik.
    Infeksi dengan antibiotika/anti jamur/antivirus
    Varikokel bila terbukti ada, maka dapat diobati atau dengan operasi.
    Bile kedua masalah sudah hilang, maka diharapkan sperma dapat membaik
    Terima kasih

  1. No trackbacks yet.
Comments are closed.
%d bloggers like this: