Archive

Author Archive

ANALISA SPERMA, WHAT NEXT?

dr. Seso Sulijaya, SpAnd

Bagi para pasangan yang sedang promil (program hamil) pasti tidak asing dengan pemeriksaan yang satu ini. Analisa sperma atau analisa semen merupakan pemeriksaan dasar untuk menilai kesuburan seorang pria. Jadi…biar adil tidak hanya istri melulu yang diperiksa yach!! Sang pria juga harus diperiksa, yakni paling gampang dengan pemeriksaan analisa sperma.

Banyak pria yang enggan pada awalnya untuk melakukan pemeriksaan ini, mulai dari rasa malu, sungkan, gengsi bahkan takut jika ternyata penyebab istri susah hamil karena si pria. Padahal menurut data, faktor pria atau faktor sperma memegang peranan cukup besar yakni sekitar 30% dari seluruh kasus infertilitas (sulit mempunyai keturunan). Banyak juga yah!?

 

Melalui pemeriksaan analisa sperma, sang dokter yakni dokter Andrologi mampu mengevaluasi fungsi reproduksi atau kesuburan seorang pria.

semen collection

Secara umum, terdapat tiga hal penting yang dianalisa dari pemeriksaan analisa sperma, antara lain: jumlah (konsentrasi sperma), kualitas yakni pergerakan (motilitas sperma) dan bentuk normal (morfologi normal sperma).

Perlu diingat, seorang dokter Andrologi tidak mampu menilai kesuburan pria hanya berdasarkan satu kali pemeriksaan analisa sperma karena menurut WHO, minimal perlu dilakukan dua kali pemeriksaan analisa sperma dengan rentang waktu 2-4 minggu.

semen analysis

Beberapa kemungkinan dari hasil analisa sperma adalah :

semen parameter

Lalu apa saja syarat pemeriksaan analisa sperma? Sebelum melakukan analisa sperma, pasien harus puasa seksual selama 2-7 hari. Puasa seksual…hmmm apa sih artinya? Artinya pasien tidak boleh mengeluarkan sperma (hubungan seksual, mimpi basah atau masturbasi) minimal 2 hari dan maksimal 7 hari (pasti bisa dong!).

Pengeluaran juga sebaiknya dilakukan dengan cara masturbasi (sendiri atau dibantu istri). Sampel sperma harus dikumpulkan menggunakan wadah yang bersih (wadah sperma ini bisa diperoleh dari laboratorium yang menyediakan layanan andrologi seperti di rumah sakit tempat saya bekerja). Satu hal lagi yang penting, sampel sperma harus diperiksa dalam waktu 30 menit sejak dikeluarkan ( biar fresh from the oven). Semua syarat ini bertujuan agar pembacaan sampel sperma akurat untuk menilai kesuburan pria.

andrologist

Setelah diperoleh dua hasil pemeriksaan analisa sperma, what’s next? Nah, saatnya si pria datang berkonsultasi dengan dokter Andrologi untuk mengetahui status kesuburannya. Dari hasil analisa sperma, mungkin saja si pria hanya disarankan untuk memperbaiki pola gaya hidup (perbaikan asupan makanan, mengurangi berat badan, olahraga, mengurangi kebiasaan merokok, tidur malam yang cukup, kurangi penggunaan celana yang ketat, dan lain sebagainya) untuk pria dengan gangguan kualitas sperma yang ringan. Pada kasus gangguan jumlah dan kualitas sperma yang berat, seorang dokter Andrologi bisa menyarankan pemeriksaan hormon reproduksi atau bahkan pemeriksaan USG testis pada kasus curiga adanya sumbatan atau pada kasus varises pada sekitar buah pelir (varikokel).

Jadi jangan ragu, bagi Anda para pria muda yang bersama pasangannya sedang menjalani promil. Segera lakukan pemeriksaan analisa sperma dan konsultasikan dengan dokter Andrologi seperti di rumah sakit kami agar segera mendapatkan penanganan sehingga tidak terlambat.

Salam andrologi,

drzeezouu

Masalah Seksual dan Infertilitas

Data yang dikumpulkan pada tahun 2010 (sekitar 8 tahun yang lalu) menunjukkan bahwa sekitar 45,5 juta pasangan di seluruh dunia mengalami problem infertilitas. Dengan kata lain sekitar 12% pria di seluruh dunia mempunyai masalah ketidaksuburan. Banyak faktor yang menyebabkan ketidaksuburan pada pria dan salah satunya yakni gangguan seksual (sexual dysfunction). Ups….

Meskipun data WHO menunjukkan bahwa gangguan seksual dikatakan hanya berperan pada sekitar 2,4% dari seluruh kasus infertilitas, masalah seksual tidak dapat dipandang remeh temeh. Data di Amerika menunjukkan bahwa sekitar 20-30% pria usia subur (15-44 tahun) mengalami masalah seksual dengan berbagai tingkatan. Masalah seksual sendiri mencakup disfungsi ereksi, gangguan ejakulasi hingga gangguan orgasme. Lalu apa hubungan antara gangguan seksual dengan ketidaksuburan atau infertilitas?

infertility stress

Begini…Infertilitas sendiri menjadi suatu beban psikologis bagi para pasangan yang telah menikah. Setelah bertahun-tahun menikah, mulai dari orang tua, kerabat bahkan teman selalu menanyakan mengenai kapan hamil. Stres psikologis yang berkepanjangan dan tidak teratasi inilah yang akan menyebabkan disfungsi ereksi. Selain itu, stress juga akan berdampak pada ketidakseimbangan hormon dan nantinya berpengaruh pada produksi sperma.

Gangguan seksual juga dapat menjadi indikator awal dari kesehatan pria secara keseluruhan. Disfungsi ereksi terutama disebabkan oleh gangguan aliran darah atau vaskular yang bisa disebabkan oleh gangguan metabolisme, semisal penyakit gula (diabetes), tingginya kolesterol atau hipertensi. Penyakit metabolism ini merupakan penyakit kronis yang bila tidak diatasi sejak awal akan mengganggu kesehatan secara umum dan kesehatan reproduksi secara khusus.

So, bila Anda dan pasangan belum dikaruniai momongan dan mencium aroma adanya masalah gangguan seksual dalam hidup berumahtangga, yuk segera konsultasikan masalah Anda ke dokter spesialis Andrologi terdekat semisal di RSIA Gladiool tempat saya bekerja untuk mendapatkan penatalaksanaan yang tepat. Anda puas, kami pun senang.

Salam Andrologi,

drzeezouu

 

Categories: Faktor Pria, Infertilitas

Simpan Beku Sperma (Sperm Freezing): Solusi bagi Pasangan LDR

Proses pengumpulan cairan mani tak jarang menimbulkan beban psikis yang cukup besar bagi para pria. Mulai dari ketakutan tidak mampu mengeluarkan cairan mani hingga masalah jadwal yang sangat padat. Di zaman milenial dan kekinian seperti saat ini, suami tidak selalu bisa menemani istri selama menjalani serangkaian promil baik inseminasi buatan (IB) ataupun bayi tabung (IVF).

Tapi tenang saja, hai para calon Ayah! Hal tersebut kini bukan lagi menjadi suatu kendala bila Anda dan pasangan yang berencana mengikuti promil khususnya IB maupun bayi tabung. Anda dapat menyimpanbekukan sperma Anda atau yang istilah kerennya sperm freezing. Layanan sperm freezing merupakan solusi bagi Anda yang memiliki kendala jarak (pasangan LDR) hingga kendala waktu. Bahkan di negara-negara maju, layanan ini ditawarkan pada para pria sebelum pengobatan kanker yang beresiko terhadap kesuburan.

sperm freezing

Beruntungnya layanan sperm freezing ini kini telah tersedia di berbagai klinik bayi tabung seperti halnya di Gladiool IVF yang terletak di RSIA Gladiool Magelang, tempat saya bekerja. Sebelum memutuskan untuk menyimpanbekukan sperma Anda/suami Anda, konsultasikanlah dengan dokter spesialis Andrologi di rumah sakit terdekat.

Salam Andrologi,

drzeezouu

 

TERATOZOOSPERMIA

Selain Asthenozoospermia atau gangguan gerak spermatozoa (lihat postingan sebelumnya), kelainan spermatozoa lain yang biasa dijumpai pada hasil analisa sperma yakni teratozoospermia. Apa sih teratozoospermia?

Teratozoospermia adalah kelainan bentuk (morfologi) spermatozoa. Bentuk spermatozoa normalnya menyerupai kecebong, yang terdiri dari bagian kepala, leher serta ekor. Bentuk spermatozoa yang normal sangat diperlukan dalam proses fertilisasi (pembuahan sel telur) secara alamiah. Persentase spermatozoa dengan morfologi normal yang rendah yakni kurang dari 4% akan sangat menurunkan kemungkinan kehamilan istri secara alamiah hingga kurang dari 5%.

sperm tail

Terdapat banyak hal yang menyebabkan teratozoospermia, mulai karena adanya varikokel, akibat pengaruh polutan yang merupakan sumber radikal bebas, hingga karena sebab genetik. Jika dijumpai kelainan spermatozoa berupa teratozoospermia, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter spesialis Andrologi di Rumah Sakit (seperti pada RSIA Gladiool Magelang tempat saya bekerja) untuk mendapatkan gambaran mengenai penyebab dari kondisi Anda serta penanganan terbaik. Pada kasus ringan, misal akibat radikal bebas, suplemen antioksidan dosis tinggi dapat diberikan, namun jika penyebabnya yakni varikokel, tindakan operasi tentu perlu dipertimbangkan.

Salam Andrologi,

drzeezouu

 

SpermMorph

 

 

Categories: Uncategorized

SPERMA LETOY (ASTHENOZOOSPERMIA)

Oh….Sperma bisa lemes atau letoy juga yah?! Gangguan sperma berupa banyaknya sperma yang letoy disebut dengan asthenozoospermia. Definisi dari istilah asthenozoospermia yakni suatu kondisi dimana sebagian besar sel benih atau spermatozoa di dalam cairan mani bergerak sangat lambat atau tidak bergerak sama sekali.

Berdasarkan penggolongan menurut motilitas atau gerakannya, sel spermatozoa dibagi menjadi tiga yakni gerak progresif (maju lurus ke depan), gerak non progresif (gerak tidak maju atau berputar-putar) serta imotil (tidak bergerak). Menurut aturan WHO terbaru yakni tahun 2010, hasil analisis sperma dikatakan normal bila minimal 32% dari seluruh spermatozoa dalam cairan mani bergerak lurus maju (progresif).

Lalu sebenarnya apa yang membuat spermatozoa bisa bergerak? Spermatozoa dapat bergerak karena adanya flagel atau yang sering dikenal dengan ekor. Di dalam flagel tersebut terdapat mitokondria yang merupakan mesin penghasil energi untuk pergerakan spermatozoa. Pergerakan spermatozoa ini penting selama dalam di dalam rahim dan menuju saluran telur untuk bertemu dengan sel telur saat ovulasi. Selain itu, pergerakan spermatozoa juga penting agar spermatozoa dapat menembus lapisan pelindung sel telur dan akhirnya dapat membuahi sel telur.

sperm tail

Penyebab dari kondisi asthenozoospermia ada bermacam-macam, mulai dari pengaruh usia, gaya hidup seperti merokok, hobby berendam air panas, sauna, gemar memakai celana jeans yang ketat, adanya infeksi, penyakit kronis misal hepatitis, faktor hormon hingga faktor keturunan atau genetik. Wah banyak juga yah?! Nah untuk pengaruh suhu terhadap kualitas sperma dapat dibaca lebih lanjut pada artikel “berendam air panas bisa mengurangi produksi dan kualitas sperma”.

Jika hasil analisis sperma menunjukkan hasil asthenozoospermia atau gerak spermatozoa yang kurang, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis Andrologi, misal di rumah sakit tempat saya bekerja untuk mengetahui penjelasan mengenai penyebab dari kondisi Anda serta penanganan yang diperlukan agar sperma Anda tidak letoy lagi.

Salam andrologi,

drzeezouu

Categories: Faktor Pria, Infertilitas

WADUH, AZOOSPERMIA!!! MASIH BISA PUNYA ANAK?

Setelah membulatkan tekad untuk pemeriksaan analisis sperma, pasti jantung berdegup kencang ga karuan sambil menunggu hasilnya. Salah satu yang membuat kekhawatiran yakni jika penyebab sang istri belum hamil ternyata karena sang suami yakni karena faktor sperma baik karena jumlah yang kurang maupun kualitas sperma yang kurang baik. Tidak jarang tiba-tiba keluar hasil analisis sperma yakni azoospermia. Apa pula ini azoospermia?

Azoospermia berbeda dengan aspermia. Azoospermia yakni suatu keadaan dimana tidak ditemukan adanya sel benih pria atau spermatozoa di dalam cairan ejakulat. Sedangkan aspermia adalah suatu kondisi dimana pasien tidak mampu mengeluarkan cairan ejakulat atau cairan sperma. Jadi pada aspermia, pasien tidak mampu mengeluarkan cairan ejakulat (anejakulasi) sedangkan pada azoospermia, pasien mampu mengeluarkan cairan mani atau cairan ejakulat, namun tidak ditemukan sel benih dalam cairan maninya..Azoospermia sendiri ditemukan pada sekitar 10 persen pria yang datang ke klinik infertilitas atau satu persen dari seluruh populasi pria di dunia. (wah cukup banyak juga ternyata)!!

azoospermia

Jika hasil analisis sperma menunjukkan azoospermia, lalu apa yang harus dilakukan?Apakah berarti saya tidak mungkin punya keturunan? Apakah saya mandul? Eits…Tunggu dulu…Pengambilan kesimpulan mengenai status kesuburan seorang pria tidak bisa hanya berdasarkan satu kali hasil analisis sperma, melainkan minimal berdasarkan dua kali pemeriksaan analisis sperma dengan interval 2-4 minggu. Bisa saja, hasil pemeriksaan analisis sperma kedua menunjukkan hasil kriptozoospermia (suatu kondisi dimana ditemukan sperma dalam jumlah sedikit pada cairan ejakulat yakni <500000/cc). Nah penanganan keduanya juga sedikit berbeda.

Jika kedua hasil analisis sperma menunjukkan hasil azoospermia, Anda jangan lekas berputus asa. Azoospermia sendiri dibagi menjadi dua golongan yakni azoospermia tipe sumbatan (azoospermia obstruktif) dan azoospermia bukan karena sumbatan (azoospermia non obstruktif). Untuk azoospermia tipe obstruktif sangat mungkin untuk mempunyai keturunan, sedangkan pada azoospermia tipe non obstruktif pun juga masih memiliki harapan untuk memiliki keturunan jika penyebab azoospermia tersebut dapat diobati, misal azoospermia karena kekurangan hormon reproduksi.

Pasien dengan hasil analisis sperma menunjukkan azoospermia, Anda dapat segera berkonsultasi dengan dokter spesialis Andrologi (seperti di rumah sakit tempat saya bekerja) untuk mencari tahu penyebab dari keadaan azoospermia, apakah karena sumbatan atau karena adanya kekurangan hormon reproduksi. Dokter spesialis Andrologi akan mengevaluasi dengan melakukan pemeriksaan USG dan pemeriksaan hormon reproduksi untuk mencari tahu penyebab keadaan azoospermia tersebut serta memberikan solusi yang terbaik untuk Anda. So, jangan takut berkonsultasi dengan dokter Androlog Anda agar mendapatkan penanganan segera.

Salam andrologi,

drzeezouu

Categories: Uncategorized

MANI ENCER = JUMLAH SPERMA KURANG (OLIGOZOOSPERMIA)???

Membaca hasil analisis sperma merupakan suatu hal yang hampir membuat harap-harap cemas. Takutnya malah saya yang menyebabkan istri jadi susah hamil. Runtuhlah harga diri seorang pria…Salah satu hasil analisis sperma yang umum dijumpai yakni kondisi kurangnya produksi sel benih atau spermatozoa dan sering dikenal dengan istilah oligozoospermia. Hasil analisis sperma menyimpulkan oligozoospermia jika didapatkan jumlah (konsentrasi) spermatozoa kurang dari 15 juta per ml cairan mani (menurut WHO 2010).

oligozoospermia

Jadi, kondisi oligozoospermia atau jumlah sperma yang kurang hanya dapat disimpulkan melalui pemeriksaan analisis sperma yakni menggunakan mikroskop, bukan dengan menerawang seperti cenayang berdasarkan pengamatan mata telanjang, yakni keluhan cairan mani encer (hal yang umum dikeluhkan pasien).

mani encercenayang

Terdapat beberapa hal yang menyebabkan kondisi oligozoospermia, antara lain: sumbatan saluran sperma, varikokel (varises pada kantung buah pelir), kurangnya hormon reproduksi, infeksi saluran reproduksi pria (infeksi saluran sperma), pasca pengobatan antibiotik lama, penggunaan obat-obatan yang mengandung hormon steroid, penyakit kronis bahkan pada pasca pengobatan kanker seperti kemoterapi atau radioterapi. Bisa pula karena faktor genetik atau keturunan. Penyebab-penyebab oligozoospermia tersebut ada yang dapat diobati, namun adapula yang tidak dapat diobati. Misal: pada pasien oligozoospermia dengan varikokel, operasi dapat merupakan pilihan. Banyak pasien pasca operasi perbaikan varikokel menunjukkan perbaikan jumlah dan kualitas spermatozoa. Begitu pula pada pasien dengan defisiensi (kekurangan) hormon reproduksi dapat diberikan terapi perbaikan hormon reproduksi sehingga diharapkan mampu memperbaiki jumlah dan kualitas spermatozoa.

Bila terdapat pasangan suami istri yang mengalami kondisi oligozoospermia, sang pria dapat menghubungi dan berkonsultasi dengan dokter spesialis Andrologi untuk mengevaluasi penyebab dari kondisi oligozoospermia serta memperoleh penanganan yang tepat segera mungkin sebelum terlambat dan kondisi makin parah. Jadi jangan ragu datang untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis Andrologi Anda.

Salam andrologi,

drzeezouu

Categories: Uncategorized