Archive

Author Archive

Operasi Laparoskopi Untuk Masalah Infertilitas

24/05/2019 Leave a comment

Dokter dapat membantu masalah infertilitas Anda dengan berbagai cara.

Salah satu teknik yang memungkinkan adalah pembedahan dengan sayatan minimal, yaitu bedah laparoskopi. Laparoskopi adalah prosedur pembedahan  menggunakan kamera fiber optik yang dimasukkan ke dalam sayatan kecil dekat dengan pusar pasien.
Teknik laparoskopi ini digunakan untuk menghindari sayatan yang besar dan menghindari peradangan /jaringan luka yang lebih besar. Operasi Laparoskopi telah menjadi metode operasi yang penting untuk masalah penyakit kandungan dan infertilitas. Beberapa masalah infertilitas yang dapat diatasi dengan operasi laparoskopi adalah : endometriosis, kista ovarium atau fibroid/myoma, dan memastikan saluran tuba normal.

Bedah Laparoskopi

 

Perawatan Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi dimana jaringan uterus yang berkembang di luar endometrium uterus, yang menyebabkan nyeri hebat saat menstruasi, dan perlengketan yang berakibat infertilitas.  Gejala yang umum ditimbulkan adalah :

  • Sakit yang ekstrim atau ketidaknyamanan sebelum atau selama haid
  • Breakthrough bleeding di antara periode haid
  • Pergerakan urinasi atau perut yang tidak normal
  • Kelelahan yang tidak biasa
  • Hubungan seksual yang menyakitkan

Perlengketan yang biasa terjadi pada endometriosis akan berakibat buruk terhadap sperma, ovum, dan embryo, menghalangi pertemuan atau transport ke dalam rahim, yang pada akhirnya akan berakibat sulitnya terjadi kehamilan.

Kistektomi Ovarium

Kista ovarium

Kistektomi Ovarium adalah proses menghilangkan kista dari satu atau kedua ovarium. Kista ovarium adalah kantong yang berisi cairan yang terbentuk di indung telur yang biasanya terbentuk selama ovulasi. Kebanyakan kista ovarium ini tidak berbahaya, tapi bagi beberapa wanita, kista ovarium ini menyebabkan ketidaknyamanan yang ekstrim, yang meliputi pembengkakan perut dan kembung. Pada kasus tertentu, kista ovarium bisa menjadi sel kanker.
Jika kista pecah, hal ini akan menyebabkan sakit yang mendadak yang bisa mengganggu aktifitas harian seseorang. Oleh karena itu, dokter seringkali menawarkan operasi untuk menghilangkan kista yang sudah bertumbuh terlalu besar, yang menyebabkan sakit yang tidak biasa atau tidak hilang setelah siklus menstruasi.
Lain halnya dengan prosedur operasi biasa, perawatan dengan laparoskopi adalah satu pilihan yang lebih baik, karena hanya terdapat sayatan kecil, yang menghilangkan kista, dan tetap menjaga indung telur dan otot di sekitarnya.

Miomektomi

Fibroid / Myoma Uteri

Prosedur yang mirip dengan Kistektomi Ovarium adalah miomektomi, yaitu penghilangan fibroid (myoma) dari uterus.  Fibroid uterus pada umumnya merupakan pertumbuhan non-kanker yang terjadi pada tahun-tahun produktif wanita. Fibroid ini bisa menyebabkan penyumbatan pada rahim yang membuat pasien sulit untuk hamil.
Dengan adanya fibroid uterus, akan menghambat embrio untuk tertanam pada rahim.
Dengan operasi laparoskopi, maka tindakan akan  bisa mengurangi kehilangan darah yang berlebihan, menghindari timbulnya jaringan parut, komplikasi resiko lain seperti perlengketan.

Lisis Adhesi

Perlengketan di sekitar tuba dan ovarium

Pada tiga hal di atas, jaringan luka pada rahim bisa menyebabkan masalah bagi wanita yang ingin memiliki anak. Lisis adhesi adalah prosedur dimana jaringan luka pada rahim dihilangkan. Gejala adhesi uterus meliputi:

  • Periode menstruasi yang pendek atau bahkan tidak ada
  • Sakit di area pelvis
  • Infertilitas
  • Keguguran yang berulang

Lisis adhesi baik dilakukan dengan teknik laparoskopi atau histeroskopi karena prosedur tersebut mengurangi resiko tambahan adhesi dari pembentukan setelah reseksi. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan fertilitas seseorang ke depannya dan mencegah komplikasi lebih lanjut dari adhesi uterus.
Empat kondisi ini bisa dirawat dan ditangani dengan baik dengan bantuan prosedur laparoskopi. Operasi Laparoskopi adalah pilihan yang baik bagi wanita yang memiliki masalah infertilitas, tapi ingin meminimalkan resiko atau mencegah komplikasi dari operasi bedah biasanya.

Jika anda memiliki masalah yang berkaitan dengan kondisi di atas, anda memerlukan dukungan dan keahlian untuk menangani masalah tersebut sehingga impian anda untuk memiliki keluarga dapat tercapai.

 

Categories: Uncategorized

Gladiool IVF Magelang, The Most Simple & Affordable IVF in Indonesia

14/05/2019 Leave a comment

Categories: Uncategorized

Memilih jenis kelamin bayi kita, mungkinkah ?

20/02/2019 Leave a comment

Sejak dahulu kala, banyak orang/pasangan suami istri  berusaha untuk mengetahui rahasia bagaimana agar sang istri dapat hamil dengan jenis kelamin (gender) sesuai dengan yang diinginkan. Banyak metoda dan cara-cara tradisional maupun yang ‘seakan’ ilmiah yang ditawarkan agar keinginan tersebut terkabul. Banyak alasan (indikasi) untuk melakukan pemilihan ini, diantaranya adalah keseimbangan keluarga, penyakit keturunan, dan bahkan alasan budaya setempat.  Terlepas dari kontroversi mengenai etika dan pertimbangan moral dari pemilihan gender ini, maka di bawah ini ada beberapa metode yang biasa digunakan.

boy and girl

Metode Shettles

Metode ini sudah diperkenalkan sejak 1970 oleh dr.Landrum B. Shettles yang  ditulis pada International journal of Gynecology and Obstetrics.  Pada kesimpulannya beliau mengatakan bahwa pemilihan jenis kelamin dapat diupayakan dengan pengaturan jadwal hubungan seksual dan memodifikasi lingkungan di organ reproduksi wanita. Dasar pemikirannya adalah sebagai berikut:

  • Pada dasarnya, penentu jenis kelamin bayi tergantung dari jenis kromosom sperma   yang berhasil membuahi.
  • sel telur ( wanita) mempunyai kromosom hanya X saja.
  • Sperma terbagi menjadi dua, sebagian membawa kromosom x dan sebagian lain membawa kromosom y.
  • Bila sperma-X membuahi maka akan terbentuk janin wanita, dan sebaliknya, bila pembuahan oleh sperma-Y akan terbentuk janin laki-laki.
  • Sperma-Y mempunyai karakteristik lebih kecil dan lebih cepat bergerak dari pada sperma X.
  • Sperma-X mempunyai daya tahan hidup lebih lama dan lebih tahan terhadap kondisi yang lebih asam (pH<7) dari pada sperma-Y
XX Perempuan, XY Laki-laki

XX Perempuan, XY Laki-laki

 

Berdasarkan karakteristik di atas, Shettles merekomendasikan:

Untuk mendapatkan anak laki-laki :

  • Saat berhubungan sebaiknya sedekat mungkin dengan saat ovulasi.
  • Tidak berhubungan 3 sampai 4 hari sebelum ovulasi, melakukan hubungan hanya saat hari ovulasi.
  • Melakukan hubungan dengan penetrasi yang dalam, misalnya rear-entry (suami di belakang istri).
  • Sang suami sebaiknya menghindari pakaian dalam ketat, karena hal ini akan lebih mengurangi kemampuan sperma-Y (meskipun sperma-X juga terpengaruh)
  • Istri mendapatkan orgasme. Menurut teori ini orgasme akan membuat organ reproduksi wanita memproduksi sekresi yang bersifat basa/alkali (pH>7) yang sangat akomodatif terhadap sperma-Y. Sehingga Shettles merekomendasi agar sang istri mendapatkan orgasme sebelum dan bersamaan dengan sang suami.

Untuk mendapatkan anak perempuan :

  • Hubungan seksual 2-3 hari sebelum ovulasi dan hindari saat hari ovulasi sampai 2 hari setelahnya (ketika wanita mendapatkan lendir yang banyak).  Dasar pemikirannya adalah, agar pada saat ovulasi, hanya tinggal sperma-X yang masih hidup di dalam organ reproduksi wanita dan dapat membuahi.
  • Sang istri menghindari orgasme, karena hal ini akan membuat situasi di vagina menjadi basa/alkali dan hal ini akan tidak menguntungkan untie  sperma-X.

(Untuk memastikan hari ovulasi dengan metode sederhana, maka bisa digunakan test kit yang mendeteksi lonjakan hormon LH, beberapa merk dagangnya adalah babytest, ovutest, atau fertitest. Gunakan test ini setiap pagi mulai 2 hari sebelum perkiraan ovulasi. Bila didapatkan hasil positif yang pertama, maka ovulasi terjadi diantara hari pertama dan hari kedua setelah hari positif tadi)

food

Metode Diet

Peneliti dari Oxford university melakukan penelitian yang menghubungkan  asupan nutrisi wanita yang dihubungkan dengan jenis bayi yang dikandungnya. Menurut penelitian ini wanita dengan asupan kalori lebih banyak dan yang banyak memakan makanan mengandung potasium (kalium) cenderung mendapatkan bayi laki-laki sebesar 56% (6 % lebih banyak dibandingkan dengan kemungkinan umum 50%).

Diet untuk mendapatkan anak laki-laki:

Makanan yang dianjurkan agar tubuh wanita menjadi cocok untuk sperma-Y (kondisi basa) adalah pisang,  segala macam daging, ikan, kopi, soft drink, dan kacang-kacangan.  Selain jenis makanan, dianjurkan pula untuk selalu sarapan pagi  dan banyak makan (> 2500 kalori/hari). Hindari susu, makanan dari susu, keju dan yogurt. Peneliti menganjurkan untuk memulai 1 bulan sebelum hamil dan dilanjutkan sampai hamil.

Diet untuk mendapatkan anak perempuan :

Mengurangi makan terutama mengurangi garam, jamur, dan segala daging dan ikan kopi dan soft drink.  Makanan yang direkomendasikan adalah susu, krim, makanan produk susu tanpa garam, strawberi, bawang, bawang putih, pear dan yogurt. Dengan diet seperti ini maka tubuh wanita akan mensekresi cairan yang bersifat lebih asam yang melemahkan sperma-Y

Metode ART (Assisted reproduction Technology)

ART=TRB (teknologi reproduksi berbantu) adalah suatu teknik untuk memperbesar kemungkinan kehamilan. Biasanya yang dimaksud disini adalah inseminasi dan bayi tabung yang ditujukan untuk pasangan infertil (sulit hamil).

  • INSEMINASI INTRA UTERIN.   Melalui pemrosesan tertentu (CSDG atau swim up), maka sperma dengan karakteristik yang sama (sperma-X atau sperma-Y) dapat terpisah. Setelah langkah pemisahan tersebut dilakukan, langkah selanjutnya adalah melakukan inseminasi intra uterin , yaitu menempatkan sperma yang telah diproses ke dalam rahim istri.  Para peneliti di New York University menyimpulkan cara tersebut akan menghasilkan kemungkinankeberhasilan 86,7% (untuk pasangan yang menginginkan bayi perempuan) dan 89,2% (bayi laki-laki).

    Pemrosesan sperma

    Pemrosesan sperma

Inseminasi intra uterin

Inseminasi intra uterin

  • BAYI TABUNG/IVF,  Pre implantation Genetic Diagnosis (PGD) adalah suatu teknik tambahan pada bayi tabung, di mana embryo yang telah terbentuk diambil 1 buah blastomernya (cell) untuk dilakukan analisis apakah embryo ini mempunyai kromosom yang sehat atau tidak, serta jenis kromosomnya apakah XX (wanita) atau XY (laki-laki). Embryo yang diambil blastomernya akan tetap hidup dan tumbuh tanpa kekurangan apapun, dan dapat ditanamkan sesuai prosedur bayi tabung. Dengan dasar ini maka seleksi gender dapat dilakukan.  Teknik bayi tabung dengan PGD sangat bermanfaat besar dan terbatas dilakukan untuk pemilihan jenis kelamin dengan indikasi terapi penyakit keturunan yang terikat jenis kelamin.

 

Salah satu blastomer sedang di ambil pada saat teknik PGD dilakukan (IVF)

Salah satu blastomer sedang di ambil pada saat teknik PGD dilakukan (IVF)

 

Amenorea hipogonadotropik hipogonadisme

22/12/2018 1 comment

sad woman——   “Kehidupan Dewi (samaran) berubah. Sudah selama 6 bulan, menstruasi yang biasanya rutin datang, tidak pernah hadir lagi.  Meskipun tidak ada perubahan pada tubuhnya, namun hal ini membuatnya sedih bahkan frustrasi.  Mahasiswi lajang berusia 24 tahun ini sudah berusaha mencoba melakukan banyak upaya dan berbagai pengobatan namun belum berhasil.  akhirnya dia tahu, setelah dokter melakukan serangkaian tes, dia menderita amenorea hypogonadotropik hypogonadism” —————————————————–

Amenorea hypogonadotropik hypogonadism (sering disebut hipo-hipo) adalah suatu keadaan dimana seorang wanita tidak mendapat haid karena ada masalah pada kelenjar otak yang memproduksi hormon penyubur.

Pengaturan Menstruasi

Hipotalamus adalah kelenjar otak yang memproduksi Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH).  GnRH berfungsi merangsang kelenjar pituitari  untuk memproduksi FSH (folikel stimulating hormone) dan LH (Leutenizing hormone).  Kedua hormon ini berfungsi ‘mendorong’ atau ‘merangsang’ indung telur (ovarium) untuk mengembangkan telur dan berovulasi.  Oleh karena itu, FSH LH ini disebut gonadotropin (pendorong gonad).

HPG

Rangsangan hormon FSH yang siklik, akan mendorong gonad mengembangkan folikel (folikulogenesis). Sedangkan hormon LH akan memecah folikel yang telah matang sehingga telur siap dibuahi (ovulasi).  Bersamaan dengan berkembangnya folikel, hormon estradiol akan meningkat, diikuti peningkatan hormon progesteron yang terjadi setelah ovulasi.  Peningkatan hormon estradiol dan progesteron inilah yang menyebabkan endometrium uterus untuk menebal dan sembab. Sedangkan penurunannya akan mengakibatkan menstruasi.

Hypogonadotropik Hypogonadism (HH)  adalah gangguan hormon yang permasalahannnya dapat terjadi pada kelenjar hipotalamus (defisiensi GnRH), atau hiposisis (defisiensi FSH dan LH).

Defisiensi kedua kelenjar ini akan menyebabkan ovarium (indung telur) tidak dapat mengembangkan folikel (kantung telur) dan berovulasi. Oleh karena tidak terjadi ovulasi, maka uterus) tidak mendapat rangsangan hormon indung telur (gonad) yaitu estradiol dan progesteron, sehingga endometrium uterus tetap tipis dan siklus menstruasi tidak terjadi.  

HH dapat terjadi secara kongenital (genetik) atau sejak lahir, namun juga dapat terjadi oleh karena penyakit tertentu pada saat dewasa.

HH yang terjadi pada pria akan berakibat kualitas sperma yang sangat menurun, bahkan sampai terjadi azoospermia, dan secara seksualitas menyebabkan penurunan libido dan disfungsi ereksi.

Bagaimana diagnosis HH ?

Penampakan klinis sangat tergantung pada kapan terjadinya dan derajat kekurangan hormon. Bila gangguan ini didapat sejak lahir atau sangat muda, maka tanda-tanda seks sekunder seperti pertumbuhan payudara dan rambut kemaluan sangat sedikit bahkan  tidak terjadi.  Pada pemeriksaan hormon, akan didapatkan hormon gonadotropin dan hormon gonad rendah atau di bawah normal.

  • FSH & LH : Normal atau di bawah normal
  • Estradiol & Progesteron : di bawah normal

Physician noting down symptoms of a patient

Terapi HH :

Tujuan dari terapi HH adalah : Menghinduksi perkembangan pubertal, menyembuhkan fungsi seksual, kesehatan tulang, dan kesehatan psikologis, dan memulihkan fertilitas.

Dokter akan mencari tahu akar penyebab gangguan hormon ini, dari gaya hidup, penyakit, obat-obatan, ataupun masalah lain seperti kelainan genetik yang dimiliki sejak lahir.

Setiap kemungkinan penyebab akan diterapi agar fungsi kelenjar menjadi normal kembali.

Pada umumnya terapi dengan hormon estradiol dan progesteron (testosteron pada pria) akan memulihkan keadaan seperti fungsi seksual, kesehatan psikologis dan semua reaksi fisiologis yang memerlukan hormon-hormon tersebut.

Khusus untuk pemulihan fertilitas, maka diperlukan terapi khusus.  Pada umumnya terapi infertilitas untuk amenorhea hypo-hypo adalah induksi ovulasi (pemberian hormon FSH dan LH).  Dengan induksi ovulasi ini maka pertumbuhan telur akan  berangsur akan terjadi lagi secara periodik,  sehingga kehamilan akan dimungkinkan terjadi.

joyful-brunette-in-black-sunglasses-looks-happy-posing-with-a-cocktail-and-balloon_8353-5578

Desember, 2018

 

Erosi serviks uteri dan infertilitas

10/01/2018 43 comments

Petang ini, saya mendapatkan 2 kasus yang serupa, yaitu infertilitas, dan keduanya mempunyai satu faktor yang sama erosi serviks uteri. Faktor ini memang bukan faktor penyebab infertilitas satu-satunya, namun cukup sering didapatkan pada wanita muda, yang nampaknya sehat, namun mengalami keputihan dan infertilitas.

Erosi serviks uteri (cervicitis) adalah perubahan yang terjadi di mulut rahim dan biasanya  di diagnosis pada saat pemeriksaan dalam vagina (pemeriksaan ginekologi).  Beberapa keluhan yang dialami adalah keputihan berbau atau gatal, nyeri pinggang, nyeri perut bagian bawah, infeksi saluran kencing berulang, nyeri saat hubungan seksual, sampai infertilitas.  Keluhan keputihan bisa sangat mengganggu dan bisa sampai bertahun-tahun.

Pasien dengan erosi serviks hampir selalu disertai dengan keputihan yang kental, dan berbau. Cairan ini berisi  sel-sel darah putih, sel mati, sekresi peradangan, bakteri, jamur, parasit atupun virus.  Cairan ini sangat tidak sehat bagi kehidupan sperma, dan akan sangat menyulitkan sperma untuk bergerak.

Ada beberapa teori penyebab hal ini.

  1. Kadar hormon estrogen yang tinggi dalam darah, yang menyebabkan perubahan pertumbuhan sel-sel epitel.  Sel-sel kolumnar tumbuh mendesak sel epitel gepeng. Teori ini mendasarkan banyaknya kasus pada: wanita hamil, pengguna pil KB, wanita dengan terapi pengganti hormon, dan bayi.
  2. Infeksi. Masih banyak perdebatan apakah erosi disebabkan atau, menyebabkan iritasi.  Tapi yang jelas sering sekali kedua hal ini muncul bersamaan. Infeksi dapat beraneka ragam, jamur, bakteri, parasit, dan tentu saja virus.
  3. Iritasi kronik.  Banyak penyebab yang dapat mengiritasi daerah tersebut misalnya penggunaan cairan pembersih yang tidak tepat, gel kontrasepsi anti sperma, dan tentu saja hubungan seksual (apalagi bila menggunakan sesuatu yang tidak sehat misalnya kondom yang tidak licin, atau alat bantu lainnya).

Pada pemeriksaan akan ditemukan serviks uteri yang seharusnya licin, menjadi kemerahan kasar, dengan tepi granular,  yang tertutup oleh  banyak lendir (putih, kekuningan, atau keruh), dan mudah berdarah bila tersentuh alat periksa.

Erosi seperti ini harus di bedakan dari keganasan, sifilis, atau penyakit menular seksual.  Oleh karena itu bila dijumpai erosi serviks, perlu dilakukan pemeriksaan swab vagina (untuk pemeriksaan mikrobiologi), atau bila dicurigai keganasan bisa dilakukan Pap’s smear atau biopsi.

Terapi

Bila dijumpai tanpa gejala, biasanya tidak ada terapi khusus.  Namun biasanya gejala penyerta seperti keluhan di atas dan infeksi selalu menyertai. Tujuan terapi adalah menghancurkan sel-sel kolumnar sehingga sel epitel gepeng dapat tumbuh di tempatnya.

Beberapa langkah terapi yang harus ditempuh adalah :

  1. Memberikan terapi infeksi dengan antimikroba (anti bakteri/jamur/virus) yang tepat. Bila diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan kultur dan tes sensitivitas.   Obat dapat berupa kombinasi dan dapat diperpanjang waktunya sampai sembuh. Pemberian obat harus kepada kedua belah pihak (suami dan istri).
  2.  Pasangan dilarang berhubungan seksual (=abstinensia), sampai keputihan dan erosi serviks dinilai sembuh.
  3. Melakukan tindakan untuk mempercepat penyembuhan erosi serviks yang sudah parah dengan :
    • Electrocauter : ‘pembakaran’ daerah erosi dengan elektrik.
    • Cryotcautery : penghancuran sel-sel epitel menggunakan suhu ekstrim dingin yang dihasilkan oleh gas N2O
  4. Vaksinasi HPV (kanker leher rahim) sebaiknya dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kanker leher rahim pada kemudian hari.

 

Dr.D

Dokter, kenapa saya belum hamil juga ?

01/10/2017 Leave a comment

Ini adalah pertanyaan yang biasa pertama kali diajukan oleh pasangan muda, yang belum berhasil hamil pada kurun waktu tertentu.   Pertanyaan ini selalu timbul saat ‘tamu bulanan’ yang tidak diharapkan ternyata tetap datang juga memenuhi jadwalnya.  Padahal  para pasangan yang ‘masih menanti’ ini sudah menuruti semua nasihat teman, saudara, orang tua, orang pinter dan bahkan tetangga.   Sudah makan makanan segala macam, daging ini itu, buah, sayur, kacang,  jamu, bahkan  “obat mujarab” dari yang murah sampai yang mahalnya minta ampun.  Mereka juga sudah berolah-raga, menguruskan badan bahkan juga sudah menggemukkan badan.   Berhubungan badan? jangan ditanya lagi, pasti  sudah rajin sekali,  bahkan sudah sesuai jadwal yang diberikan tetangga.  Berbagai posisi sudah di lakukan sesuai anjuran ‘teman-teman yang sudah sukses’, bahkan jungkir balik juga dilakukan.  Melakukan hal-hal yang ajaib juga sudah dilakukan,  seperti mencuri popok bayi, memakai bedak bayi di perut, bahkan minta di ompolin ketika sedang tilik bayi… (ampun deh).  Semuanya sudah diupayakan tapi ternyata masih belum bisa membuahkan hasil.. (Kalau sampai berhasil… mitos-mitos ini dijamin akan berlanjut ke pasangan lain lagi…).

Sebagian besar pasangan seharusnya memang bisa dan dapat hamil bila telah melakukan hubungan secara teratur, tanpa kontrasepsi selama paling tidak 1 tahun.  Bila pada kurun waktu tersebut belum berhasil hamil, maka keadaan ini disebut INFERTIL.

Terdapat 5 faktor utama yang sangat penting bagi keberhasilan pasangan untuk berhasil hamil.  Bila salah satu faktor ini saja bermasalah, maka kemungkinan untuk hamil menjadi kecil atau bahkan menjadi tidak mungkin terjadi. Tugas dokter pada masalah infertilitas adalah memeriksa, menyelidiki dan mendiagnosis dengan segera, apa faktor penyebab infertilitas pada pasiennya itu, sehingga pengobatan bisa diberikan dan kehamilan dimungkinkan terjadi.

Faktor-faktor penting yang menentukan keberhasilan untuk dapat menjadi hamil.

Faktor-faktor penentu keberhasilan kehamilan yang selalu saya sampaikan kepada pasien-pasien saya adalah :

  1. Faktor sperma (Pria)
  2. Faktor vagina dan leher rahim (cervix)
  3. Faktor rahim dan endometrium
  4. Faktor tuba fallopi (saluran telur)
  5. Faktor telur dan hormonal

Meskipun di luar 5 faktor ini  masih banyak hal-hal lain yang mempengaruhi… namun faktor-faktor di atas adalah hal penting pertama yang harus diperiksa pada pemeriksaan infertilitas dasar.

Faktor Sperma, faktor yang penting sebagai modal untuk membuahi. Sperma berjumlah (konsentrasi) harus cukup banyak, sebagian besar dapat berenang progresif (motilitas baik), dan cukup banyak yang berbentuk normal.  Untuk itu pemeriksaan laboratorium analisis sperma harus dilakukan. Analisis sperma.. siapa takut!?

Faktor vagina dan leher rahim.  Biasanya para wanita sudah menyadari adanya masalah pada ‘daerah kewanitaanya’ seperti mengeluarkan cairan tidak normal, berbau bahkan gatal, sehingga mereka akan segera mencari pengobatan.  Namun ada kalanya masalah ini tidak sampai bergejala, sehingga pemeriksaan ginekologis harus dilakukan. Pemeriksaan ginekologi

Faktor rahim dan endometrium. Gejala-gejala yang biasa timbul bila seorang wanita mempunya masalah pada faktor ini adalah mensturasi yang nyeri, atau perdarahan menstruasi yang tidak normal (banyak, bergumpal, lama dll).  Berbagai diagnosis bisa didapatkan seperti myoma uteri, adenomyosis, atau hiperplasia (penebalan) endometrium.  Pemeriksaan dengan alat ultrasonografi dapat mengetahui secara tepat apa dan seberapa besar kelainan yang ada.

Faktor tuba fallopi (saluran telur). Faktor tuba adalah faktor terbesar infertilitas pada pihak wanita. Tuba dapat terinfeksi, atau melengket karena endometriosis, sehingga tertutup yang berakibat telur tidak dapat bertemu dengan sperma.  Pemeriksaan peniupan (pertubasi), hidrotubasi, atau HSG dapat direkomendasikan oleh dokter, yang bertujuan memastikan patensi (kelancaran) masing-masing saluran kanan dan kiri.

Faktor telur dan hormonal.  Telur adalah modal utama wanita untuk membentuk embryo dan janin. Telur wanita harus sempurna.  Kualitas telur terbaik ada pada wanita sejak subur sampai usia 30 tahun dan perlahan-lahan menurun sampai usia 40 dan menurun tajam sampai menopause. Keadaan dan lingkungan indung telur (ovarium) atau sering saya sebut juga ‘keranjang telur’, harus dalam keadaan baik.  Kista, perlengketan, endometriosis, infeksi pada ovarium akan menghambat pertemuan telur dan sperma. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) bersama dengan pemeriksaan USG rahim dapat dilakukan untuk mengetahui masalah-masalah tersebut.

Keadaan hormon wanita yang baik bagi wanita ditunjukkan dengan siklus menstruasi yang teratur. Bila seorang wanita mempunyai siklus yang tidak teratur, maka dapat menjadi tanda adanya masalah kesuburan, sehingga pemeriksaan hormon harus dilakukan agar pengobatan yang tepat dapat diberikan. Berbagai kelainan hormon yang biasanya menjadi penyebab infertilitas adalah polikistik ovarium sindrom, hiperprolaktinemia, dan masalah pada kelenjar tiroid.  Selain  dari tiga kelainan hormon tersebut,  masalah gaya hidup seperti kegemukan, kekurangan gizi, dan sakit penyakit kronis lain juga dapat menjadi faktor pengganggu yang tumpang tindih dengan gangguan hormon yang berujung pada infertilitas.

Semoga semua pasangan yang sedang ‘menanti’ setelah mendapat jawaban dan keterangan di atas dapat  menentukan langkah yang benar.

 

 

Obesitas, PCOS, Infertilitas dan perubahan gaya hidup

14/03/2014 1 comment

Akhir-akhir ini saya sering mendapatkan pasien infertilitas dengan masalah obesitas yang berat. Salah satu pasien saya mempunyai BMI lebih dari 50 kg/M2. (BMI=body mass index = berat badan/tinggi badan (dalam meter) ^2). Kita menghabiskan waktu yang tidak sedikit untuk berbincang masalah ini. Kali ini saya tertarik untuk membagikan beberapa informasi yang penting bagi anda yang menghadapi masalah ini.

obes women

Obesitas atau kegemukan adalah masalah yang besar di bidang kesehatan umum. Obesitas meningkatkan risiko dislipidemia, penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes melitus, infeksi dan banyak sekali penyakit lainnya. dalam bidang kesehatan reproduksi wanita, obesitas akan menyebabkan berbagai risiko berbagai penyakit seperti :
• Gangguan menstruasi
• Polikistik ovarium sindrom, hiperplasia endometrium, kanker rahim.
• Infertilitas
• Kehamilan risiko tinggi (keguguran dan prematuritas , preeklamsia, diabetes mellitus, polihidramnion)

Khusus di bidang infertilitas, sebuah penelitian menunjukkan bahwa sekitar 34% dari wanita muda (usia rata-rata 23 tahun) yang sulit hamil (infertilitas) disebabkan obesitas. Dalam hubungannya dengan amenorrhea (tidak mendapatkan menstruasi), 45% nya adalah wanita yang obes.

Obesitas menyebabkan anovulasi (tidak ovulasi) dan menstruasi tidak teratur, mengurangi tingkat kesuburan, meningkatkan risiko keguguran dan berkontribusi terhadap komplikasi maternal dan perinatal. Dengan kata lain, obesitas tidak hanya membuat menjadi sulit hamil, namun juga menimbulkan berbagai macam komplikasi pada saat kehamilan. tidak hanya obesitas membuatnya jauh lebih sulit untuk hamil, tetapi juga menyebabkan sang ibu dan bayi untuk segala macam risiko sebelum dan sesudah kelahiran. Hasil survey dari Catsicas (2013) menunjukkan bahwa selain di atas, wanita obesitas yang menjalani perawatan bayi tabung, akan lebih banyak gagal daripada pasien yang tidak obes.
Penyebab

Lemak yang disimpan dalam tubuh wanita dikenal untuk menghasilkan hormon pria yang disebut androgen. Androgen in dapat menyebabkan hambatan pematangan folikel dan sehingga menyebabkan anovulasi. Hal yang sama juga ditemukan pada hormon leptin, yang memainkan peran penting dalam mengatur asupan energi (nafsu makan) dan metabolisme, yang juga dikaitkan dengan timbulnya obesitas

Solusi
Penurunan berat badan sangat penting bagi penderita obesitas untuk meningkatkan kemungkinan hamilnya. Minimal sebesar 5% dari berat badan (rata-rata 15%) sudah dapat mengembalikan situasi ke keadaan yang lebih baik. Wanita obes yang berhasil mengurangi berat badannya (minimal 5%) akan kehilangan 11% dari lemak perut mereka, mengurangi ukuran lingkar pinggang sebesar 4cm, meningkatkan sensitivitas insulin sebesar 71%, memperbaiki lingkungan hormonal dalam tubuh mereka, siklus ovulasi dan menstruasi pulih, meningkatkan laju kehamilan mereka (Zain & Norman, 2008)

healthy-lifestyle-2

Pengobatan obesitas itu sendiri harus menjadi tujuan awal sebelum memulai obat pemacu ovulasi atau dibantu teknik reproduksi. Tujuan pengobatan obesitas ini tidak hanya pada lingkup infertilitas namun juga bermanfaat setelah wanita tersebut hamil, serta kesehatannya secara umum.
Beberapa kenyataan yang mengecewakan adalah wanita dengan PCOS cenderung menambah berat badan dengan cepat karena resistensi insulin yang memiliki efek anabolik, dikombinasikan dengan peningkatan nafsu dan kecenderungan untuk menginginkan makanan manis (permen, roti putih, kue, dll) yang disebabkan oleh androgen yang diproduksi tubuh mereka.

Selain itu, faktor psikologis memainkan peran penting. Wanita obesitas dengan PCOS yang sedang ‘bad mood’ atau suasana hati depresi, cenderung makan mereka dengan tinggi lemak, makanan dengan indek glikemik tinggi (karbohidrat dan makanan manis), sehingga membuat situasi lebih buruk. Masalh tersebut diperberat dengan kesulitan kenyang karena kadar ghrelin mereka juga terganggu.

Karena berbagai hal yang kompleks tersebut maka sangat penting perjuangan melawan obesitas, PCOS dan infertilitas tersebut di rangkum dalam satu program perubahan gaya hidup yang mencakup :
• Perubahan pola makan dengan gizi yang seimbang, rendah GI, diet rendah lemak.
• Peningkatan aktivitas fisik atau olah raga teratur yang terprogram.
• Obat seperti metformin, dan klomifen sitrat sangat bermanfaat membantu wanita untuk mengurangi gejala PCOS dan meningkatkan fertilitas.
• Modifikasi perilaku untuk mengubah pendekatan pasien untuk membantunya mengatasi beberapa kecemasan, ketakutan, kemarahan dan kebiasaan negatifnya.

Sebagian pasien dengan kegemukan ini mendambakan program kehamilan yang instan, dan sanggup membayar berapapun. Pada kenyataanya, masalah obesitas adalah masalah kompleks, rumit dan menyangkut seluruh aspek keshidupan seseorang, sehingga tidak bisa diselesaikan dengan satu ‘obat mujarab’ apalagi dalam waktu singkat.
Modifikasi gaya hidup untuk lebih baik dengan tujuan menurunkan berat badan dan meningkatkan kemungkinan hamil bisa di upayakan melalui tindakan sederhana, mudah, dan anda akan terkejut karena biayanya relatif sangat murah dibandingkan pengobatan medis.
Jadi bila anda ingin berjuang melawan PCOS dan infertilitas, maka modifikasi gaya hidup adalah langkah pertama menuju keberhasilan.