Archive

Archive for the ‘Terapi Infertilitas’ Category

ANALISA SPERMA, WHAT NEXT?

dr. Seso Sulijaya, SpAnd

Bagi para pasangan yang sedang promil (program hamil) pasti tidak asing dengan pemeriksaan yang satu ini. Analisa sperma atau analisa semen merupakan pemeriksaan dasar untuk menilai kesuburan seorang pria. Jadi…biar adil tidak hanya istri melulu yang diperiksa yach!! Sang pria juga harus diperiksa, yakni paling gampang dengan pemeriksaan analisa sperma.

Banyak pria yang enggan pada awalnya untuk melakukan pemeriksaan ini, mulai dari rasa malu, sungkan, gengsi bahkan takut jika ternyata penyebab istri susah hamil karena si pria. Padahal menurut data, faktor pria atau faktor sperma memegang peranan cukup besar yakni sekitar 30% dari seluruh kasus infertilitas (sulit mempunyai keturunan). Banyak juga yah!?

 

Melalui pemeriksaan analisa sperma, sang dokter yakni dokter Andrologi mampu mengevaluasi fungsi reproduksi atau kesuburan seorang pria.

semen collection

Secara umum, terdapat tiga hal penting yang dianalisa dari pemeriksaan analisa sperma, antara lain: jumlah (konsentrasi sperma), kualitas yakni pergerakan (motilitas sperma) dan bentuk normal (morfologi normal sperma).

Perlu diingat, seorang dokter Andrologi tidak mampu menilai kesuburan pria hanya berdasarkan satu kali pemeriksaan analisa sperma karena menurut WHO, minimal perlu dilakukan dua kali pemeriksaan analisa sperma dengan rentang waktu 2-4 minggu.

semen analysis

Beberapa kemungkinan dari hasil analisa sperma adalah :

semen parameter

Lalu apa saja syarat pemeriksaan analisa sperma? Sebelum melakukan analisa sperma, pasien harus puasa seksual selama 2-7 hari. Puasa seksual…hmmm apa sih artinya? Artinya pasien tidak boleh mengeluarkan sperma (hubungan seksual, mimpi basah atau masturbasi) minimal 2 hari dan maksimal 7 hari (pasti bisa dong!).

Pengeluaran juga sebaiknya dilakukan dengan cara masturbasi (sendiri atau dibantu istri). Sampel sperma harus dikumpulkan menggunakan wadah yang bersih (wadah sperma ini bisa diperoleh dari laboratorium yang menyediakan layanan andrologi seperti di rumah sakit tempat saya bekerja). Satu hal lagi yang penting, sampel sperma harus diperiksa dalam waktu 30 menit sejak dikeluarkan ( biar fresh from the oven). Semua syarat ini bertujuan agar pembacaan sampel sperma akurat untuk menilai kesuburan pria.

andrologist

Setelah diperoleh dua hasil pemeriksaan analisa sperma, what’s next? Nah, saatnya si pria datang berkonsultasi dengan dokter Andrologi untuk mengetahui status kesuburannya. Dari hasil analisa sperma, mungkin saja si pria hanya disarankan untuk memperbaiki pola gaya hidup (perbaikan asupan makanan, mengurangi berat badan, olahraga, mengurangi kebiasaan merokok, tidur malam yang cukup, kurangi penggunaan celana yang ketat, dan lain sebagainya) untuk pria dengan gangguan kualitas sperma yang ringan. Pada kasus gangguan jumlah dan kualitas sperma yang berat, seorang dokter Andrologi bisa menyarankan pemeriksaan hormon reproduksi atau bahkan pemeriksaan USG testis pada kasus curiga adanya sumbatan atau pada kasus varises pada sekitar buah pelir (varikokel).

Jadi jangan ragu, bagi Anda para pria muda yang bersama pasangannya sedang menjalani promil. Segera lakukan pemeriksaan analisa sperma dan konsultasikan dengan dokter Andrologi seperti di rumah sakit kami agar segera mendapatkan penanganan sehingga tidak terlambat.

Salam andrologi,

drzeezouu

Memilih jenis kelamin bayi kita, mungkinkah ?

20/02/2019 Leave a comment

Sejak dahulu kala, banyak orang/pasangan suami istri  berusaha untuk mengetahui rahasia bagaimana agar sang istri dapat hamil dengan jenis kelamin (gender) sesuai dengan yang diinginkan. Banyak metoda dan cara-cara tradisional maupun yang ‘seakan’ ilmiah yang ditawarkan agar keinginan tersebut terkabul. Banyak alasan (indikasi) untuk melakukan pemilihan ini, diantaranya adalah keseimbangan keluarga, penyakit keturunan, dan bahkan alasan budaya setempat.  Terlepas dari kontroversi mengenai etika dan pertimbangan moral dari pemilihan gender ini, maka di bawah ini ada beberapa metode yang biasa digunakan.

boy and girl

Metode Shettles

Metode ini sudah diperkenalkan sejak 1970 oleh dr.Landrum B. Shettles yang  ditulis pada International journal of Gynecology and Obstetrics.  Pada kesimpulannya beliau mengatakan bahwa pemilihan jenis kelamin dapat diupayakan dengan pengaturan jadwal hubungan seksual dan memodifikasi lingkungan di organ reproduksi wanita. Dasar pemikirannya adalah sebagai berikut:

  • Pada dasarnya, penentu jenis kelamin bayi tergantung dari jenis kromosom sperma   yang berhasil membuahi.
  • sel telur ( wanita) mempunyai kromosom hanya X saja.
  • Sperma terbagi menjadi dua, sebagian membawa kromosom x dan sebagian lain membawa kromosom y.
  • Bila sperma-X membuahi maka akan terbentuk janin wanita, dan sebaliknya, bila pembuahan oleh sperma-Y akan terbentuk janin laki-laki.
  • Sperma-Y mempunyai karakteristik lebih kecil dan lebih cepat bergerak dari pada sperma X.
  • Sperma-X mempunyai daya tahan hidup lebih lama dan lebih tahan terhadap kondisi yang lebih asam (pH<7) dari pada sperma-Y
XX Perempuan, XY Laki-laki

XX Perempuan, XY Laki-laki

 

Berdasarkan karakteristik di atas, Shettles merekomendasikan:

Untuk mendapatkan anak laki-laki :

  • Saat berhubungan sebaiknya sedekat mungkin dengan saat ovulasi.
  • Tidak berhubungan 3 sampai 4 hari sebelum ovulasi, melakukan hubungan hanya saat hari ovulasi.
  • Melakukan hubungan dengan penetrasi yang dalam, misalnya rear-entry (suami di belakang istri).
  • Sang suami sebaiknya menghindari pakaian dalam ketat, karena hal ini akan lebih mengurangi kemampuan sperma-Y (meskipun sperma-X juga terpengaruh)
  • Istri mendapatkan orgasme. Menurut teori ini orgasme akan membuat organ reproduksi wanita memproduksi sekresi yang bersifat basa/alkali (pH>7) yang sangat akomodatif terhadap sperma-Y. Sehingga Shettles merekomendasi agar sang istri mendapatkan orgasme sebelum dan bersamaan dengan sang suami.

Untuk mendapatkan anak perempuan :

  • Hubungan seksual 2-3 hari sebelum ovulasi dan hindari saat hari ovulasi sampai 2 hari setelahnya (ketika wanita mendapatkan lendir yang banyak).  Dasar pemikirannya adalah, agar pada saat ovulasi, hanya tinggal sperma-X yang masih hidup di dalam organ reproduksi wanita dan dapat membuahi.
  • Sang istri menghindari orgasme, karena hal ini akan membuat situasi di vagina menjadi basa/alkali dan hal ini akan tidak menguntungkan untie  sperma-X.

(Untuk memastikan hari ovulasi dengan metode sederhana, maka bisa digunakan test kit yang mendeteksi lonjakan hormon LH, beberapa merk dagangnya adalah babytest, ovutest, atau fertitest. Gunakan test ini setiap pagi mulai 2 hari sebelum perkiraan ovulasi. Bila didapatkan hasil positif yang pertama, maka ovulasi terjadi diantara hari pertama dan hari kedua setelah hari positif tadi)

food

Metode Diet

Peneliti dari Oxford university melakukan penelitian yang menghubungkan  asupan nutrisi wanita yang dihubungkan dengan jenis bayi yang dikandungnya. Menurut penelitian ini wanita dengan asupan kalori lebih banyak dan yang banyak memakan makanan mengandung potasium (kalium) cenderung mendapatkan bayi laki-laki sebesar 56% (6 % lebih banyak dibandingkan dengan kemungkinan umum 50%).

Diet untuk mendapatkan anak laki-laki:

Makanan yang dianjurkan agar tubuh wanita menjadi cocok untuk sperma-Y (kondisi basa) adalah pisang,  segala macam daging, ikan, kopi, soft drink, dan kacang-kacangan.  Selain jenis makanan, dianjurkan pula untuk selalu sarapan pagi  dan banyak makan (> 2500 kalori/hari). Hindari susu, makanan dari susu, keju dan yogurt. Peneliti menganjurkan untuk memulai 1 bulan sebelum hamil dan dilanjutkan sampai hamil.

Diet untuk mendapatkan anak perempuan :

Mengurangi makan terutama mengurangi garam, jamur, dan segala daging dan ikan kopi dan soft drink.  Makanan yang direkomendasikan adalah susu, krim, makanan produk susu tanpa garam, strawberi, bawang, bawang putih, pear dan yogurt. Dengan diet seperti ini maka tubuh wanita akan mensekresi cairan yang bersifat lebih asam yang melemahkan sperma-Y

Metode ART (Assisted reproduction Technology)

ART=TRB (teknologi reproduksi berbantu) adalah suatu teknik untuk memperbesar kemungkinan kehamilan. Biasanya yang dimaksud disini adalah inseminasi dan bayi tabung yang ditujukan untuk pasangan infertil (sulit hamil).

  • INSEMINASI INTRA UTERIN.   Melalui pemrosesan tertentu (CSDG atau swim up), maka sperma dengan karakteristik yang sama (sperma-X atau sperma-Y) dapat terpisah. Setelah langkah pemisahan tersebut dilakukan, langkah selanjutnya adalah melakukan inseminasi intra uterin , yaitu menempatkan sperma yang telah diproses ke dalam rahim istri.  Para peneliti di New York University menyimpulkan cara tersebut akan menghasilkan kemungkinankeberhasilan 86,7% (untuk pasangan yang menginginkan bayi perempuan) dan 89,2% (bayi laki-laki).

    Pemrosesan sperma

    Pemrosesan sperma

Inseminasi intra uterin

Inseminasi intra uterin

  • BAYI TABUNG/IVF,  Pre implantation Genetic Diagnosis (PGD) adalah suatu teknik tambahan pada bayi tabung, di mana embryo yang telah terbentuk diambil 1 buah blastomernya (cell) untuk dilakukan analisis apakah embryo ini mempunyai kromosom yang sehat atau tidak, serta jenis kromosomnya apakah XX (wanita) atau XY (laki-laki). Embryo yang diambil blastomernya akan tetap hidup dan tumbuh tanpa kekurangan apapun, dan dapat ditanamkan sesuai prosedur bayi tabung. Dengan dasar ini maka seleksi gender dapat dilakukan.  Teknik bayi tabung dengan PGD sangat bermanfaat besar dan terbatas dilakukan untuk pemilihan jenis kelamin dengan indikasi terapi penyakit keturunan yang terikat jenis kelamin.

 

Salah satu blastomer sedang di ambil pada saat teknik PGD dilakukan (IVF)

Salah satu blastomer sedang di ambil pada saat teknik PGD dilakukan (IVF)

 

Amenorea hipogonadotropik hipogonadisme

22/12/2018 1 comment

sad woman——   “Kehidupan Dewi (samaran) berubah. Sudah selama 6 bulan, menstruasi yang biasanya rutin datang, tidak pernah hadir lagi.  Meskipun tidak ada perubahan pada tubuhnya, namun hal ini membuatnya sedih bahkan frustrasi.  Mahasiswi lajang berusia 24 tahun ini sudah berusaha mencoba melakukan banyak upaya dan berbagai pengobatan namun belum berhasil.  akhirnya dia tahu, setelah dokter melakukan serangkaian tes, dia menderita amenorea hypogonadotropik hypogonadism” —————————————————–

Amenorea hypogonadotropik hypogonadism (sering disebut hipo-hipo) adalah suatu keadaan dimana seorang wanita tidak mendapat haid karena ada masalah pada kelenjar otak yang memproduksi hormon penyubur.

Pengaturan Menstruasi

Hipotalamus adalah kelenjar otak yang memproduksi Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH).  GnRH berfungsi merangsang kelenjar pituitari  untuk memproduksi FSH (folikel stimulating hormone) dan LH (Leutenizing hormone).  Kedua hormon ini berfungsi ‘mendorong’ atau ‘merangsang’ indung telur (ovarium) untuk mengembangkan telur dan berovulasi.  Oleh karena itu, FSH LH ini disebut gonadotropin (pendorong gonad).

HPG

Rangsangan hormon FSH yang siklik, akan mendorong gonad mengembangkan folikel (folikulogenesis). Sedangkan hormon LH akan memecah folikel yang telah matang sehingga telur siap dibuahi (ovulasi).  Bersamaan dengan berkembangnya folikel, hormon estradiol akan meningkat, diikuti peningkatan hormon progesteron yang terjadi setelah ovulasi.  Peningkatan hormon estradiol dan progesteron inilah yang menyebabkan endometrium uterus untuk menebal dan sembab. Sedangkan penurunannya akan mengakibatkan menstruasi.

Hypogonadotropik Hypogonadism (HH)  adalah gangguan hormon yang permasalahannnya dapat terjadi pada kelenjar hipotalamus (defisiensi GnRH), atau hiposisis (defisiensi FSH dan LH).

Defisiensi kedua kelenjar ini akan menyebabkan ovarium (indung telur) tidak dapat mengembangkan folikel (kantung telur) dan berovulasi. Oleh karena tidak terjadi ovulasi, maka uterus) tidak mendapat rangsangan hormon indung telur (gonad) yaitu estradiol dan progesteron, sehingga endometrium uterus tetap tipis dan siklus menstruasi tidak terjadi.  

HH dapat terjadi secara kongenital (genetik) atau sejak lahir, namun juga dapat terjadi oleh karena penyakit tertentu pada saat dewasa.

HH yang terjadi pada pria akan berakibat kualitas sperma yang sangat menurun, bahkan sampai terjadi azoospermia, dan secara seksualitas menyebabkan penurunan libido dan disfungsi ereksi.

Bagaimana diagnosis HH ?

Penampakan klinis sangat tergantung pada kapan terjadinya dan derajat kekurangan hormon. Bila gangguan ini didapat sejak lahir atau sangat muda, maka tanda-tanda seks sekunder seperti pertumbuhan payudara dan rambut kemaluan sangat sedikit bahkan  tidak terjadi.  Pada pemeriksaan hormon, akan didapatkan hormon gonadotropin dan hormon gonad rendah atau di bawah normal.

  • FSH & LH : Normal atau di bawah normal
  • Estradiol & Progesteron : di bawah normal

Physician noting down symptoms of a patient

Terapi HH :

Tujuan dari terapi HH adalah : Menghinduksi perkembangan pubertal, menyembuhkan fungsi seksual, kesehatan tulang, dan kesehatan psikologis, dan memulihkan fertilitas.

Dokter akan mencari tahu akar penyebab gangguan hormon ini, dari gaya hidup, penyakit, obat-obatan, ataupun masalah lain seperti kelainan genetik yang dimiliki sejak lahir.

Setiap kemungkinan penyebab akan diterapi agar fungsi kelenjar menjadi normal kembali.

Pada umumnya terapi dengan hormon estradiol dan progesteron (testosteron pada pria) akan memulihkan keadaan seperti fungsi seksual, kesehatan psikologis dan semua reaksi fisiologis yang memerlukan hormon-hormon tersebut.

Khusus untuk pemulihan fertilitas, maka diperlukan terapi khusus.  Pada umumnya terapi infertilitas untuk amenorhea hypo-hypo adalah induksi ovulasi (pemberian hormon FSH dan LH).  Dengan induksi ovulasi ini maka pertumbuhan telur akan  berangsur akan terjadi lagi secara periodik,  sehingga kehamilan akan dimungkinkan terjadi.

joyful-brunette-in-black-sunglasses-looks-happy-posing-with-a-cocktail-and-balloon_8353-5578

Desember, 2018

 

Erosi serviks uteri dan infertilitas

10/01/2018 43 comments

Petang ini, saya mendapatkan 2 kasus yang serupa, yaitu infertilitas, dan keduanya mempunyai satu faktor yang sama erosi serviks uteri. Faktor ini memang bukan faktor penyebab infertilitas satu-satunya, namun cukup sering didapatkan pada wanita muda, yang nampaknya sehat, namun mengalami keputihan dan infertilitas.

Erosi serviks uteri (cervicitis) adalah perubahan yang terjadi di mulut rahim dan biasanya  di diagnosis pada saat pemeriksaan dalam vagina (pemeriksaan ginekologi).  Beberapa keluhan yang dialami adalah keputihan berbau atau gatal, nyeri pinggang, nyeri perut bagian bawah, infeksi saluran kencing berulang, nyeri saat hubungan seksual, sampai infertilitas.  Keluhan keputihan bisa sangat mengganggu dan bisa sampai bertahun-tahun.

Pasien dengan erosi serviks hampir selalu disertai dengan keputihan yang kental, dan berbau. Cairan ini berisi  sel-sel darah putih, sel mati, sekresi peradangan, bakteri, jamur, parasit atupun virus.  Cairan ini sangat tidak sehat bagi kehidupan sperma, dan akan sangat menyulitkan sperma untuk bergerak.

Ada beberapa teori penyebab hal ini.

  1. Kadar hormon estrogen yang tinggi dalam darah, yang menyebabkan perubahan pertumbuhan sel-sel epitel.  Sel-sel kolumnar tumbuh mendesak sel epitel gepeng. Teori ini mendasarkan banyaknya kasus pada: wanita hamil, pengguna pil KB, wanita dengan terapi pengganti hormon, dan bayi.
  2. Infeksi. Masih banyak perdebatan apakah erosi disebabkan atau, menyebabkan iritasi.  Tapi yang jelas sering sekali kedua hal ini muncul bersamaan. Infeksi dapat beraneka ragam, jamur, bakteri, parasit, dan tentu saja virus.
  3. Iritasi kronik.  Banyak penyebab yang dapat mengiritasi daerah tersebut misalnya penggunaan cairan pembersih yang tidak tepat, gel kontrasepsi anti sperma, dan tentu saja hubungan seksual (apalagi bila menggunakan sesuatu yang tidak sehat misalnya kondom yang tidak licin, atau alat bantu lainnya).

Pada pemeriksaan akan ditemukan serviks uteri yang seharusnya licin, menjadi kemerahan kasar, dengan tepi granular,  yang tertutup oleh  banyak lendir (putih, kekuningan, atau keruh), dan mudah berdarah bila tersentuh alat periksa.

Erosi seperti ini harus di bedakan dari keganasan, sifilis, atau penyakit menular seksual.  Oleh karena itu bila dijumpai erosi serviks, perlu dilakukan pemeriksaan swab vagina (untuk pemeriksaan mikrobiologi), atau bila dicurigai keganasan bisa dilakukan Pap’s smear atau biopsi.

Terapi

Bila dijumpai tanpa gejala, biasanya tidak ada terapi khusus.  Namun biasanya gejala penyerta seperti keluhan di atas dan infeksi selalu menyertai. Tujuan terapi adalah menghancurkan sel-sel kolumnar sehingga sel epitel gepeng dapat tumbuh di tempatnya.

Beberapa langkah terapi yang harus ditempuh adalah :

  1. Memberikan terapi infeksi dengan antimikroba (anti bakteri/jamur/virus) yang tepat. Bila diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan kultur dan tes sensitivitas.   Obat dapat berupa kombinasi dan dapat diperpanjang waktunya sampai sembuh. Pemberian obat harus kepada kedua belah pihak (suami dan istri).
  2.  Pasangan dilarang berhubungan seksual (=abstinensia), sampai keputihan dan erosi serviks dinilai sembuh.
  3. Melakukan tindakan untuk mempercepat penyembuhan erosi serviks yang sudah parah dengan :
    • Electrocauter : ‘pembakaran’ daerah erosi dengan elektrik.
    • Cryotcautery : penghancuran sel-sel epitel menggunakan suhu ekstrim dingin yang dihasilkan oleh gas N2O
  4. Vaksinasi HPV (kanker leher rahim) sebaiknya dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kanker leher rahim pada kemudian hari.

 

Dr.D

Dokter, kenapa saya belum hamil juga ?

01/10/2017 Leave a comment

Ini adalah pertanyaan yang biasa pertama kali diajukan oleh pasangan muda, yang belum berhasil hamil pada kurun waktu tertentu.   Pertanyaan ini selalu timbul saat ‘tamu bulanan’ yang tidak diharapkan ternyata tetap datang juga memenuhi jadwalnya.  Padahal  para pasangan yang ‘masih menanti’ ini sudah menuruti semua nasihat teman, saudara, orang tua, orang pinter dan bahkan tetangga.   Sudah makan makanan segala macam, daging ini itu, buah, sayur, kacang,  jamu, bahkan  “obat mujarab” dari yang murah sampai yang mahalnya minta ampun.  Mereka juga sudah berolah-raga, menguruskan badan bahkan juga sudah menggemukkan badan.   Berhubungan badan? jangan ditanya lagi, pasti  sudah rajin sekali,  bahkan sudah sesuai jadwal yang diberikan tetangga.  Berbagai posisi sudah di lakukan sesuai anjuran ‘teman-teman yang sudah sukses’, bahkan jungkir balik juga dilakukan.  Melakukan hal-hal yang ajaib juga sudah dilakukan,  seperti mencuri popok bayi, memakai bedak bayi di perut, bahkan minta di ompolin ketika sedang tilik bayi… (ampun deh).  Semuanya sudah diupayakan tapi ternyata masih belum bisa membuahkan hasil.. (Kalau sampai berhasil… mitos-mitos ini dijamin akan berlanjut ke pasangan lain lagi…).

Sebagian besar pasangan seharusnya memang bisa dan dapat hamil bila telah melakukan hubungan secara teratur, tanpa kontrasepsi selama paling tidak 1 tahun.  Bila pada kurun waktu tersebut belum berhasil hamil, maka keadaan ini disebut INFERTIL.

Terdapat 5 faktor utama yang sangat penting bagi keberhasilan pasangan untuk berhasil hamil.  Bila salah satu faktor ini saja bermasalah, maka kemungkinan untuk hamil menjadi kecil atau bahkan menjadi tidak mungkin terjadi. Tugas dokter pada masalah infertilitas adalah memeriksa, menyelidiki dan mendiagnosis dengan segera, apa faktor penyebab infertilitas pada pasiennya itu, sehingga pengobatan bisa diberikan dan kehamilan dimungkinkan terjadi.

Faktor-faktor penting yang menentukan keberhasilan untuk dapat menjadi hamil.

Faktor-faktor penentu keberhasilan kehamilan yang selalu saya sampaikan kepada pasien-pasien saya adalah :

  1. Faktor sperma (Pria)
  2. Faktor vagina dan leher rahim (cervix)
  3. Faktor rahim dan endometrium
  4. Faktor tuba fallopi (saluran telur)
  5. Faktor telur dan hormonal

Meskipun di luar 5 faktor ini  masih banyak hal-hal lain yang mempengaruhi… namun faktor-faktor di atas adalah hal penting pertama yang harus diperiksa pada pemeriksaan infertilitas dasar.

Faktor Sperma, faktor yang penting sebagai modal untuk membuahi. Sperma berjumlah (konsentrasi) harus cukup banyak, sebagian besar dapat berenang progresif (motilitas baik), dan cukup banyak yang berbentuk normal.  Untuk itu pemeriksaan laboratorium analisis sperma harus dilakukan. Analisis sperma.. siapa takut!?

Faktor vagina dan leher rahim.  Biasanya para wanita sudah menyadari adanya masalah pada ‘daerah kewanitaanya’ seperti mengeluarkan cairan tidak normal, berbau bahkan gatal, sehingga mereka akan segera mencari pengobatan.  Namun ada kalanya masalah ini tidak sampai bergejala, sehingga pemeriksaan ginekologis harus dilakukan. Pemeriksaan ginekologi

Faktor rahim dan endometrium. Gejala-gejala yang biasa timbul bila seorang wanita mempunya masalah pada faktor ini adalah mensturasi yang nyeri, atau perdarahan menstruasi yang tidak normal (banyak, bergumpal, lama dll).  Berbagai diagnosis bisa didapatkan seperti myoma uteri, adenomyosis, atau hiperplasia (penebalan) endometrium.  Pemeriksaan dengan alat ultrasonografi dapat mengetahui secara tepat apa dan seberapa besar kelainan yang ada.

Faktor tuba fallopi (saluran telur). Faktor tuba adalah faktor terbesar infertilitas pada pihak wanita. Tuba dapat terinfeksi, atau melengket karena endometriosis, sehingga tertutup yang berakibat telur tidak dapat bertemu dengan sperma.  Pemeriksaan peniupan (pertubasi), hidrotubasi, atau HSG dapat direkomendasikan oleh dokter, yang bertujuan memastikan patensi (kelancaran) masing-masing saluran kanan dan kiri.

Faktor telur dan hormonal.  Telur adalah modal utama wanita untuk membentuk embryo dan janin. Telur wanita harus sempurna.  Kualitas telur terbaik ada pada wanita sejak subur sampai usia 30 tahun dan perlahan-lahan menurun sampai usia 40 dan menurun tajam sampai menopause. Keadaan dan lingkungan indung telur (ovarium) atau sering saya sebut juga ‘keranjang telur’, harus dalam keadaan baik.  Kista, perlengketan, endometriosis, infeksi pada ovarium akan menghambat pertemuan telur dan sperma. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) bersama dengan pemeriksaan USG rahim dapat dilakukan untuk mengetahui masalah-masalah tersebut.

Keadaan hormon wanita yang baik bagi wanita ditunjukkan dengan siklus menstruasi yang teratur. Bila seorang wanita mempunyai siklus yang tidak teratur, maka dapat menjadi tanda adanya masalah kesuburan, sehingga pemeriksaan hormon harus dilakukan agar pengobatan yang tepat dapat diberikan. Berbagai kelainan hormon yang biasanya menjadi penyebab infertilitas adalah polikistik ovarium sindrom, hiperprolaktinemia, dan masalah pada kelenjar tiroid.  Selain  dari tiga kelainan hormon tersebut,  masalah gaya hidup seperti kegemukan, kekurangan gizi, dan sakit penyakit kronis lain juga dapat menjadi faktor pengganggu yang tumpang tindih dengan gangguan hormon yang berujung pada infertilitas.

Semoga semua pasangan yang sedang ‘menanti’ setelah mendapat jawaban dan keterangan di atas dapat  menentukan langkah yang benar.

 

 

Kegemukan dan kesuburan

21/01/2012 Leave a comment

Hari ini saya dikunjungi beberapa pasien yang datang dengan kegemukan.  Ada yang baru pertama kali dan ada pasien lama yang datang lagi untuk melanjutkan terapi (masalah reproduksi).  Saya membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk menjelaskan masalah kegemukan ini  dan hubungannya dengan kondisi mereka.

Sudah lama saya prihatin dengan masalah kegemukan ini, karena saya tahu sebagian masyarakat tidak menganggap serius pentingnya masalah kegemukan ini, sehingga tidak waspada terhadap pentingnya mengatur pola makan dan berolah-raga.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kegemukan merupakan salah satu penyakit kronik yang banyak diderita masyarakat.  Tidak sedikit anak-anak, remaja, calon pengantin, pasangan menikah, bahkan wanita paruh baya datang dengan keluhan penyakit tertentu yang ternyata semua berkaitan dengan status kegemukan (obesitas) mereka.

Kali ini saya ingin memberikan beberapa fakta singkat hubungan obesitas dengan kesehatan reproduksi.  Fakta-fakta di bawah semuanya berasal dari penelitian yang telah ditulis di jurnal  kesehatan.

  1. Obesitas mempengaruhi keteraturan siklus menstruasi.  Kegemukan yang diderita sejak anak-anak, akan membawa risiko siklus menstruasi tidak teratur pada saat mereka sudah dewasa.
  2. Sindroma ovarium polikistik (PCOS) adalah penyakit hormonal yang paling sering diderita seorang wanita, terutama wanita dengan obesitas.  PCOS ditandai dengan obesitas, kegagalan ovulasi, infertilitas, hirsutisme (pertumbuhan rambut seperti pria), dan resistensi insulin.
  3. Sebagian besar wanita gemuk tidak infertil, dan penelitian menunjukkan tidak ada kaitan antara laju kehamilan dengan obesitas, namun laju kehamilan akan meningkat pada wanita obes dan anovulasi yang menurunkan berat badan mereka.
  4. Sebuah penelitian menemukan bahwa kemungkinan konsepsi (pembuahan) secara  alamiah menurun 4% setiap kg/m2, untuk Indeks Masa Tubuh (IMT)  > 29 (obesitas).
  5. Banyak wanita obesitas yang merasakan manfaat dan berhasil hamil dengan proses bayi tabung (IVF),  namun penelitian juga mencatat efek buruk obesitas terhadap proses yang dilakukan. Obesitas berhubungan dengan penggunaan suntikan hormon yang lebih lama dan lebih banyak, peningkatan jumlah siklus IVF yang gagal karena respon yang tidak adekuat, dan hasil oosit yang sedikit.
  6. Obesitas berhubungan dengan keguguran pada wanita-wanita yang sedang menjalani bayi tabung, dan keguguran meningkat secara progresif pada wanita dengan kelebihan berat badan.
  7. Pada kehamilan, obesitas berhubungan dengan penyakit preeklamsia, diabetes gestasional, bayi besar (makrosomia), dan persalinan sesar.
  8. Obesitas juga berhubungan dengan peningkatan risiko cacat lahir.   Kemungkinan mekanismenya adalah pada wanita dengan obesitas terdapat gangguan metabolik seperti diabetes, hiperglikemia, peningkatan insulin, defisiensi dan kelebihan nutrisi, yang sering penyakit-penyakit tersebut tidak terdiagnosis pada saat hamil.

Oleh karena obesitas berkaitan erat dengan peningkatan risiko-risiko di atas, maka penuruan berat badan sangat dianjurkan bagi wanita yang obesitas yang merencanakan kehamilan.

Bagaimana dengan para pria?

  1. Insidensi oligozoospermia dan asthenospermia meningkat dengan peningkatan IMT.  Hal ini mungkin berhubungan dengan masalah hormonal, suhu tubuh dan mekanisme genetik.
  2. Pada pria obes, androgen dirubah menjadi estrogen melalui aromatisasi di lemak perifer, sehingga kadar testosteron menurun.
  3. Kadar hormon yang abnormal terjadi di setiap pria yang gemuk, dan makin jelas pada pria obes yang infertil.

Obesitas juga berhubungan dengan banyak masalah kesehatan, misalnya hipertensi, penyakit jantung, diabetes, dislipidemia, masalah pernafasan, sleep apnea, esofagitis refluk, osteoartritis, inkontinensia urin, dan….. kanker payudara, kanker rahim, kanker indung telur, dan kanker kolon.

Terapi

Pada studi lebih dari 28.000 wanita dengan kelebihan berat badan,  penurunan berat badan > 8 kg berhubungan dengan kematian akibat penyakit kardiovaskuler dan kanker.

Penurunan berat badan juga terbukti memperbaiki siklus mensturasi, meningkatkan kemungkinan kehamilan dan menurunkan risiko keguguran (terutama pada wanita PCOS) .  Fungsi ovarium kembali pada sebagian besar wanita PCOS yang menurunkan berat badan 5-10%.

Terapi utama dari obesitas adalah perubahan gaya hidup termasuk modifikasi pola makan dan olah raga teratur.  Olah raga yang direkomendasikan adalah olah raga dengan intensitas sedang, minimum 30 menit, dan minimum 3 hari dalam seminggu.  Pola makan difokuskan pada pembatasan kalori dan peningkatan penggunaan energi.  Diet rendah kalori (1.000-1.200 kkal/hari) diharapkan dalam 6 bulan dapat menurunkan berat badan 10% .  Sedangkan penurunan 500-1.000 kkal/hari dari jumlah biasanya akan menurunkan ½ kg perminggu.

Tantangan sebenarnya adalah bagaimana seseorang itu mengatur ‘pola diet dan olah raga’ yang cocok bagi dirinya sendiri.  Diet yang terlalu ketat dan sulit, dan tidak serius meluangkan waktu untuk berolah raga, akan menyebabkan kegagalan dalam merubah gaya hidup, sehingga penurunan berat yang diinginkan tidak tercapai.

Perubahan gaya hidup saja (diet dan olah raga),  sayang sekali menurut banyak penelitian, mengalami banyak kegagalan.  Penurunan berat badan akan berhasil jika diet dan olah raga dikombinasi dengan pemberian-obat-obatan yang teratur.   Beberapa obat yang direkomendasikan adalah : obat anti absorptive, penekan nafsu makan, dan anti diabetik oral.

Semoga bermanfaat.

Dr. D

Terapi heparin

19/01/2012 1 comment

Seorang teman menceritakan mengenai istrinya yang menggunakan Fraxiparine (Nadroparin), yaitu sejenis heparin dengan berat molekul rendah, untuk penanganan infertilitas mereka.

Terapi heparin  biasanya diberikan pada wanita dengan masalah seperti riwayat keguguran berulang, atau riwayat janin meninggal dalam kandungan.

Pada pasien-pasien dengan riwayat obstetri seperti di atas, ada kemungkinan mereka menderita antiphospholipid sindrom, yang menyebabkan terjadinya jendalan darah di plasenta sehingga menyebabkan keguguran/kematian janin.  Jadi titik tangkap pemberian antikoagulan  seperti heparin adalah untuk menghindari/mengurangi penjendalan darah tadi sehingga diharapkan plasenta akan sehat dan janin akan berhasil berkembang.

Penjendalan darah terjadi karena keping darah (platelet) saling menempel saat terjadi luka atau memar sehingga kehilangan darah tidak semakin banyak.  Heparin ini bekerja menghambat pembentukan trombin yang penting dalam proses penjendalan darah.  Untuk mendiagnosis adanya sindroma antiphospholipid biasanya dengan menggunakan pemeriksaan laboratorium seperti kadar  antinuclear antibodi (ANA), Anticardiolipin (ACA) dan Lupus anticoagulan (LAC).

Masih banyak perdebatan mengenai efektifitas heparin ini. Namun beberapa penelitian berhasil membuktikan peningkatan keberhasilan perkembangan janin sampai waktu lahir.

Penggunaan heparin juga harus secara bijak.  Bila digunakan secara berlebihan maka akan terjadi kemungkinan perdarahan spontan, misalnya melalui hidung, atau menstruasi yang banyak dan lama.

Ada dua jenis antikoagulan yang biasa dipakai untuk terapi infertilitas yaitu Heparin, dan Aspirin dosis rendah (Aspilet).

Dr.D

Categories: Terapi Infertilitas