WADUH, AZOOSPERMIA!!! MASIH BISA PUNYA ANAK?

Setelah membulatkan tekad untuk pemeriksaan analisis sperma, pasti jantung berdegup kencang ga karuan sambil menunggu hasilnya. Salah satu yang membuat kekhawatiran yakni jika penyebab sang istri belum hamil ternyata karena sang suami yakni karena faktor sperma baik karena jumlah yang kurang maupun kualitas sperma yang kurang baik. Tidak jarang tiba-tiba keluar hasil analisis sperma yakni azoospermia. Apa pula ini azoospermia?

Azoospermia berbeda dengan aspermia. Azoospermia yakni suatu keadaan dimana tidak ditemukan adanya sel benih pria atau spermatozoa di dalam cairan ejakulat. Sedangkan aspermia adalah suatu kondisi dimana pasien tidak mampu mengeluarkan cairan ejakulat atau cairan sperma. Jadi pada aspermia, pasien tidak mampu mengeluarkan cairan ejakulat (anejakulasi) sedangkan pada azoospermia, pasien mampu mengeluarkan cairan mani atau cairan ejakulat, namun tidak ditemukan sel benih dalam cairan maninya..Azoospermia sendiri ditemukan pada sekitar 10 persen pria yang datang ke klinik infertilitas atau satu persen dari seluruh populasi pria di dunia. (wah cukup banyak juga ternyata)!!

azoospermia

Jika hasil analisis sperma menunjukkan azoospermia, lalu apa yang harus dilakukan?Apakah berarti saya tidak mungkin punya keturunan? Apakah saya mandul? Eits…Tunggu dulu…Pengambilan kesimpulan mengenai status kesuburan seorang pria tidak bisa hanya berdasarkan satu kali hasil analisis sperma, melainkan minimal berdasarkan dua kali pemeriksaan analisis sperma dengan interval 2-4 minggu. Bisa saja, hasil pemeriksaan analisis sperma kedua menunjukkan hasil kriptozoospermia (suatu kondisi dimana ditemukan sperma dalam jumlah sedikit pada cairan ejakulat yakni <500000/cc). Nah penanganan keduanya juga sedikit berbeda.

Jika kedua hasil analisis sperma menunjukkan hasil azoospermia, Anda jangan lekas berputus asa. Azoospermia sendiri dibagi menjadi dua golongan yakni azoospermia tipe sumbatan (azoospermia obstruktif) dan azoospermia bukan karena sumbatan (azoospermia non obstruktif). Untuk azoospermia tipe obstruktif sangat mungkin untuk mempunyai keturunan, sedangkan pada azoospermia tipe non obstruktif pun juga masih memiliki harapan untuk memiliki keturunan jika penyebab azoospermia tersebut dapat diobati, misal azoospermia karena kekurangan hormon reproduksi.

Pasien dengan hasil analisis sperma menunjukkan azoospermia, Anda dapat segera berkonsultasi dengan dokter spesialis Andrologi (seperti di rumah sakit tempat saya bekerja) untuk mencari tahu penyebab dari keadaan azoospermia, apakah karena sumbatan atau karena adanya kekurangan hormon reproduksi. Dokter spesialis Andrologi akan mengevaluasi dengan melakukan pemeriksaan USG dan pemeriksaan hormon reproduksi untuk mencari tahu penyebab keadaan azoospermia tersebut serta memberikan solusi yang terbaik untuk Anda. So, jangan takut berkonsultasi dengan dokter Androlog Anda agar mendapatkan penanganan segera.

Salam andrologi,

drzeezouu

Categories: Uncategorized

MANI ENCER = JUMLAH SPERMA KURANG (OLIGOZOOSPERMIA)???

Membaca hasil analisis sperma merupakan suatu hal yang hampir membuat harap-harap cemas. Takutnya malah saya yang menyebabkan istri jadi susah hamil. Runtuhlah harga diri seorang pria…Salah satu hasil analisis sperma yang umum dijumpai yakni kondisi kurangnya produksi sel benih atau spermatozoa dan sering dikenal dengan istilah oligozoospermia. Hasil analisis sperma menyimpulkan oligozoospermia jika didapatkan jumlah (konsentrasi) spermatozoa kurang dari 15 juta per ml cairan mani (menurut WHO 2010).

oligozoospermia

Jadi, kondisi oligozoospermia atau jumlah sperma yang kurang hanya dapat disimpulkan melalui pemeriksaan analisis sperma yakni menggunakan mikroskop, bukan dengan menerawang seperti cenayang berdasarkan pengamatan mata telanjang, yakni keluhan cairan mani encer (hal yang umum dikeluhkan pasien).

mani encercenayang

Terdapat beberapa hal yang menyebabkan kondisi oligozoospermia, antara lain: sumbatan saluran sperma, varikokel (varises pada kantung buah pelir), kurangnya hormon reproduksi, infeksi saluran reproduksi pria (infeksi saluran sperma), pasca pengobatan antibiotik lama, penggunaan obat-obatan yang mengandung hormon steroid, penyakit kronis bahkan pada pasca pengobatan kanker seperti kemoterapi atau radioterapi. Bisa pula karena faktor genetik atau keturunan. Penyebab-penyebab oligozoospermia tersebut ada yang dapat diobati, namun adapula yang tidak dapat diobati. Misal: pada pasien oligozoospermia dengan varikokel, operasi dapat merupakan pilihan. Banyak pasien pasca operasi perbaikan varikokel menunjukkan perbaikan jumlah dan kualitas spermatozoa. Begitu pula pada pasien dengan defisiensi (kekurangan) hormon reproduksi dapat diberikan terapi perbaikan hormon reproduksi sehingga diharapkan mampu memperbaiki jumlah dan kualitas spermatozoa.

Bila terdapat pasangan suami istri yang mengalami kondisi oligozoospermia, sang pria dapat menghubungi dan berkonsultasi dengan dokter spesialis Andrologi untuk mengevaluasi penyebab dari kondisi oligozoospermia serta memperoleh penanganan yang tepat segera mungkin sebelum terlambat dan kondisi makin parah. Jadi jangan ragu datang untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis Andrologi Anda.

Salam andrologi,

drzeezouu

Categories: Uncategorized

Varikokel: Penyebab Kemandulan Pria yang Dapat Diobati

Varikokel Penyebab Kemandulan Pria (yang dapat diobati)

Banyak pria tidak mengetahui dirinya menderita varikokel sehingga sulit membuat pasangannya hamil.

Pria dengan varikokel umumnya nyaris tanpa gejala, dan datang kepada kami setelah ada keluhan infertilitas (mandul).

varikokel

Sebenarnya, apakah varikokel itu?                                                    

Varikokel sebenarnya varises yang terjadi pada pembuluh adarah vena di testis. Terjadinya karena gangguan pada katub vena atau tekanan pada vena. Varikokel ini bisa menurunkan kualitas dan kuantitas sperma. Spermatozoa yang terbentuk bisa sedikit jumlahnya (oligospermia), atau memiliki motilitas yang rendah (asthenospermia), atau bentuknya tidak normal (teratospermia), atau kombinasi dari ketiganya (oligoasthenoteratozoospermia). Jadi jika Anda memiliki masalah infertilitas, dengan hasil analisa sperma seperti diatas, tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan varikokel segera.

Etiologi:

Varikokel lebih sering terjadi pada testis sebelah kiri. Hal ini karena pembuluh vena di testis sebelah kiri ukurannya lebih panjang, katupnya lebih sedikit dan inkompeten. Sehingga pada pemeriksaan teraba lebih lebar dan berkelok-kelok. Bisa juga terjadi pada kedua testis, misalnya pada keadaan tumor.

Bagaimana varikokel mempengaruhi kesuburan pria?

Normalnya, sperma diproduksi pada testis dengan suhu yang lebih rendah dari suhu tubuh. Varikokel menyebabkan temperatur testis naik, terjadi kondisi hipoksia yang mengganggu spermatogenesis dan membunuh sperma.

Gejala:

Penderita varikokel sering tidak bergejala. Pada beberapa kasus yang saya jumpai, keluhan pasien bisa berupa:

  • rasa berat atau nyeri tumpul pada testis,
  • nyeri biasanya menetap dan mengganggu,
  • nyeri biasanya muncul bila kecapaian atau setelah ejakulasi,
  • pembengkakan atau benjolan pada satu atau kedua kantung testis
  • pada perabaan testis sebelah atas ditemukan benjolan menyerupai sekumpulan cacing (bag of worm)

Dari USG testis didapatkan pelebaran vena di testis. Peningkatan aliran darah pada kompleks pembuluh darah di testis ini terlihat jelas pada USG Doppler.

Pengobatan dan prognosis:

Meskipun masalah varikokel membayangi Anda, tak perlu gundah karena Anda masih punya harapan untuk memiliki anak. Di RSIA Gladiool tempat saya bekerja, anda bisa mendapatkan penanganan terbaik dari dokter bedah, urolog dan androlog. Tindakan pembedahan minor untuk varikokel dapat ditangani tanpa rawat inap (one day care) sehingga biaya lebih terjangkau. Operasi dilakukan dengan tekhnik Palomo yang membutuhkan sayatan kecil tepat di area varikokel, sehingga efek sampingnya minimal.

operasi palomo

Umumnya operasi membutuhkan waktu + 30 menit tergantung sisi testis yang terkena. Bila tidak ada keluhan, dua jam pasca operasi, Anda sudah diperbolehkan pulang. Berdasarkan pengalaman kami, pasien mengalami perbaikan analisis sperma setelah dua sampai tiga bulan, tergantung derajat keparahan testis sebelum operasi. Literatur menyebutkan, pasca operasi Palomo angka kejadian kehamilan dapat meningkat hingga 50%, baik melalui senggama terencana atau program IVF.

dr yunita.jpg

drYE (19/2/2016)

 

Categories: Infertilitas

Erosi serviks uteri dan infertilitas

10/01/2018 43 comments

Petang ini, saya mendapatkan 2 kasus yang serupa, yaitu infertilitas, dan keduanya mempunyai satu faktor yang sama erosi serviks uteri. Faktor ini memang bukan faktor penyebab infertilitas satu-satunya, namun cukup sering didapatkan pada wanita muda, yang nampaknya sehat, namun mengalami keputihan dan infertilitas.

Erosi serviks uteri (cervicitis) adalah perubahan yang terjadi di mulut rahim dan biasanya  di diagnosis pada saat pemeriksaan dalam vagina (pemeriksaan ginekologi).  Beberapa keluhan yang dialami adalah keputihan berbau atau gatal, nyeri pinggang, nyeri perut bagian bawah, infeksi saluran kencing berulang, nyeri saat hubungan seksual, sampai infertilitas.  Keluhan keputihan bisa sangat mengganggu dan bisa sampai bertahun-tahun.

Pasien dengan erosi serviks hampir selalu disertai dengan keputihan yang kental, dan berbau. Cairan ini berisi  sel-sel darah putih, sel mati, sekresi peradangan, bakteri, jamur, parasit atupun virus.  Cairan ini sangat tidak sehat bagi kehidupan sperma, dan akan sangat menyulitkan sperma untuk bergerak.

Ada beberapa teori penyebab hal ini.

  1. Kadar hormon estrogen yang tinggi dalam darah, yang menyebabkan perubahan pertumbuhan sel-sel epitel.  Sel-sel kolumnar tumbuh mendesak sel epitel gepeng. Teori ini mendasarkan banyaknya kasus pada: wanita hamil, pengguna pil KB, wanita dengan terapi pengganti hormon, dan bayi.
  2. Infeksi. Masih banyak perdebatan apakah erosi disebabkan atau, menyebabkan iritasi.  Tapi yang jelas sering sekali kedua hal ini muncul bersamaan. Infeksi dapat beraneka ragam, jamur, bakteri, parasit, dan tentu saja virus.
  3. Iritasi kronik.  Banyak penyebab yang dapat mengiritasi daerah tersebut misalnya penggunaan cairan pembersih yang tidak tepat, gel kontrasepsi anti sperma, dan tentu saja hubungan seksual (apalagi bila menggunakan sesuatu yang tidak sehat misalnya kondom yang tidak licin, atau alat bantu lainnya).

Pada pemeriksaan akan ditemukan serviks uteri yang seharusnya licin, menjadi kemerahan kasar, dengan tepi granular,  yang tertutup oleh  banyak lendir (putih, kekuningan, atau keruh), dan mudah berdarah bila tersentuh alat periksa.

Erosi seperti ini harus di bedakan dari keganasan, sifilis, atau penyakit menular seksual.  Oleh karena itu bila dijumpai erosi serviks, perlu dilakukan pemeriksaan swab vagina (untuk pemeriksaan mikrobiologi), atau bila dicurigai keganasan bisa dilakukan Pap’s smear atau biopsi.

Terapi

Bila dijumpai tanpa gejala, biasanya tidak ada terapi khusus.  Namun biasanya gejala penyerta seperti keluhan di atas dan infeksi selalu menyertai. Tujuan terapi adalah menghancurkan sel-sel kolumnar sehingga sel epitel gepeng dapat tumbuh di tempatnya.

Beberapa langkah terapi yang harus ditempuh adalah :

  1. Memberikan terapi infeksi dengan antimikroba (anti bakteri/jamur/virus) yang tepat. Bila diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan kultur dan tes sensitivitas.   Obat dapat berupa kombinasi dan dapat diperpanjang waktunya sampai sembuh. Pemberian obat harus kepada kedua belah pihak (suami dan istri).
  2.  Pasangan dilarang berhubungan seksual (=abstinensia), sampai keputihan dan erosi serviks dinilai sembuh.
  3. Melakukan tindakan untuk mempercepat penyembuhan erosi serviks yang sudah parah dengan :
    • Electrocauter : ‘pembakaran’ daerah erosi dengan elektrik.
    • Cryotcautery : penghancuran sel-sel epitel menggunakan suhu ekstrim dingin yang dihasilkan oleh gas N2O
  4. Vaksinasi HPV (kanker leher rahim) sebaiknya dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kanker leher rahim pada kemudian hari.

 

Dr.D

HIPERPROLAKTINEMIA, PENYEBAB SULIT PUNYA ANAK?

26/02/2016 7 comments

Kemarin kami mendapatkan kunjungan dari pasangan muda yang 3 tahun menikah dan belum mendapatkan momongan. Menstruasi selalu datang terlambat 2-3 bulan dan test kehamilan negatif. Pada pemeriksaan USG transvaginal ditemukan rahim dalam kondisi tidak subur (endometrium tipis) dan tidak ada satupun sel telur yang berkembang. Kecurigaan kami akan adanya masalah hormonal terbukti setelah hasil pemeriksaan hormon menunjukkan adanya peningkatan hormon prolaktin.

Sebenarnya, apakah hiperprolaktinemia itu, dan kaitannya dengan infertilitas? Bagaimana cara mengenali dan mengatasinya? Mari kita simak pembahasan berikut.

Definisi

Hormon prolaktin adalah hormon menyusui yang mempunyai pusat hormon di otak. Bila ditemukan dalam kadar yang tinggi dalam darah (>25ng/ml atau >400 IU/L) dikatakan sebagai hiperprolaktinemia. Kondisi hiperprolaktinemia ini sering terjadi pada wanita, dan beberapa kasus terjadi pada laki-laki.

Pada wanita hiperprolaktinemia dapat menyebabkan terjadinya :

  • Tidak adanya periode menstruasi atau menstruasi menjadi tidak teratur
  • Kekeringan pada vagina, dan pengurangan hasrat seksual
  • Pembesaran payudara diluar masa kehamilan atau menyusui
  • Pertumbuhan rambut yang berlebihan di tempat yang tidak seharusnya
  • Kesulitan untuk hamil

Sedangkan pada laki-laki hiperprolaktinemia dapat menyebabkan:

  • Penurunan libido
  • Disfungsi ereksi hingga impotensi
  • Penurunan masa otot
  • Pembesaran payudara pada pria (ginekomastia)
  • Kesulitan untuk membuahi

HIPERPROLAKTINEMIA DAN INFERTILITAS

Hiperprolaktinemia pasti menyebabkan infertilitas. Pada saat kadar prolaktin sangat tinggi, terjadi penurunan sekresi hormon otak FSH dan LH. Penurunan ini mengakibatkan terganggunya proses ovulasi pada wanita atau penghambatan produksi sperma pada pria, sehingga proses pembuahan dan peluang untuk kehamilan lebih sulit terjadi.

PENANGANAN HIPERPROLAKTINEMIA

Hiperprolaktinemia dapat ditangani dengan obat-obatan atau pembedahan untuk menekan produksi prolaktin dan menormalkan kembali kadar hormon yang tinggi dalam darah. Tujuan terapi hiperprolaktinemia adalah untuk membuat sel spermatozoa pria lebih matang dan berkualitas dan memungkinkan wanita mendapatkan ovulasinya kembali.

Hiperprolaktinemia karena kehamilan, pasca persalinan, kelelahan dan stress umumnya bisa membaik tanpa terapi. Pada awalnya dokter akan memberikan obat dalam dosis yang rendah untuk pengobatan hiperprolaktinemia anda. Biasanya, kadar prolaktin akan turun dalam 2-3 minggu setelah pengobatan dimulai. Bila diperlukan, dosis obat dapat ditingkatkan secara bertahap atau dikombinasikan dengan obat lain. Lamanya terapi hiperprolaktinemia disesuaikan dengan kebutuhan dan kasus Anda. Biasanya berkisar antara 3-6 bulan dengan pemeriksaan kadar prolaktin berkala. Terapi bedah diindikasikan bila ditemukan intoleransi obat, resistensi obat, maupun gangguan lapangan pandang yang menetap.

PROGNOSIS

Pemberian medikamentosa secara tepat dosis mampu menurunkan produksi prolaktin secara bertahap. Penurunan kadar prolaktin ini, dapat memulihkan ovulasi ataupun kualitas sperma. Angka kekambuhan hiperprolaktinemia bisa mencapai 80%, namun sangat jarang yang memerlukan terapi jangka panjang. Sepertiga penderita bahkan mampu mengalami resolusi spontan tanpa terapi.

Bila infertilitas disertai gangguan pola menstruasi terjadi pada anda, ataupun impotensi dan gairah seksual pasangan Anda kadang pasang surut, mungkin hiperprolaktinemialah penyebabnya. Jadi tunggu apa lagi? Segera temui kami. Jangan biarkan hiperprolaktinemia menghalangi anda dan pasangan mendapatkan keturunan.

 

dr YE (23/2/2016)

Categories: Uncategorized

Obesitas, PCOS, Infertilitas dan perubahan gaya hidup

14/03/2014 1 comment

Akhir-akhir ini saya sering mendapatkan pasien infertilitas dengan masalah obesitas yang berat. Salah satu pasien saya mempunyai BMI lebih dari 50 kg/M2. (BMI=body mass index = berat badan/tinggi badan (dalam meter) ^2). Kita menghabiskan waktu yang tidak sedikit untuk berbincang masalah ini. Kali ini saya tertarik untuk membagikan beberapa informasi yang penting bagi anda yang menghadapi masalah ini.

obes women

Obesitas atau kegemukan adalah masalah yang besar di bidang kesehatan umum. Obesitas meningkatkan risiko dislipidemia, penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes melitus, infeksi dan banyak sekali penyakit lainnya. dalam bidang kesehatan reproduksi wanita, obesitas akan menyebabkan berbagai risiko berbagai penyakit seperti :
• Gangguan menstruasi
• Polikistik ovarium sindrom, hiperplasia endometrium, kanker rahim.
• Infertilitas
• Kehamilan risiko tinggi (keguguran dan prematuritas , preeklamsia, diabetes mellitus, polihidramnion)

Khusus di bidang infertilitas, sebuah penelitian menunjukkan bahwa sekitar 34% dari wanita muda (usia rata-rata 23 tahun) yang sulit hamil (infertilitas) disebabkan obesitas. Dalam hubungannya dengan amenorrhea (tidak mendapatkan menstruasi), 45% nya adalah wanita yang obes.

Obesitas menyebabkan anovulasi (tidak ovulasi) dan menstruasi tidak teratur, mengurangi tingkat kesuburan, meningkatkan risiko keguguran dan berkontribusi terhadap komplikasi maternal dan perinatal. Dengan kata lain, obesitas tidak hanya membuat menjadi sulit hamil, namun juga menimbulkan berbagai macam komplikasi pada saat kehamilan. tidak hanya obesitas membuatnya jauh lebih sulit untuk hamil, tetapi juga menyebabkan sang ibu dan bayi untuk segala macam risiko sebelum dan sesudah kelahiran. Hasil survey dari Catsicas (2013) menunjukkan bahwa selain di atas, wanita obesitas yang menjalani perawatan bayi tabung, akan lebih banyak gagal daripada pasien yang tidak obes.
Penyebab

Lemak yang disimpan dalam tubuh wanita dikenal untuk menghasilkan hormon pria yang disebut androgen. Androgen in dapat menyebabkan hambatan pematangan folikel dan sehingga menyebabkan anovulasi. Hal yang sama juga ditemukan pada hormon leptin, yang memainkan peran penting dalam mengatur asupan energi (nafsu makan) dan metabolisme, yang juga dikaitkan dengan timbulnya obesitas

Solusi
Penurunan berat badan sangat penting bagi penderita obesitas untuk meningkatkan kemungkinan hamilnya. Minimal sebesar 5% dari berat badan (rata-rata 15%) sudah dapat mengembalikan situasi ke keadaan yang lebih baik. Wanita obes yang berhasil mengurangi berat badannya (minimal 5%) akan kehilangan 11% dari lemak perut mereka, mengurangi ukuran lingkar pinggang sebesar 4cm, meningkatkan sensitivitas insulin sebesar 71%, memperbaiki lingkungan hormonal dalam tubuh mereka, siklus ovulasi dan menstruasi pulih, meningkatkan laju kehamilan mereka (Zain & Norman, 2008)

healthy-lifestyle-2

Pengobatan obesitas itu sendiri harus menjadi tujuan awal sebelum memulai obat pemacu ovulasi atau dibantu teknik reproduksi. Tujuan pengobatan obesitas ini tidak hanya pada lingkup infertilitas namun juga bermanfaat setelah wanita tersebut hamil, serta kesehatannya secara umum.
Beberapa kenyataan yang mengecewakan adalah wanita dengan PCOS cenderung menambah berat badan dengan cepat karena resistensi insulin yang memiliki efek anabolik, dikombinasikan dengan peningkatan nafsu dan kecenderungan untuk menginginkan makanan manis (permen, roti putih, kue, dll) yang disebabkan oleh androgen yang diproduksi tubuh mereka.

Selain itu, faktor psikologis memainkan peran penting. Wanita obesitas dengan PCOS yang sedang ‘bad mood’ atau suasana hati depresi, cenderung makan mereka dengan tinggi lemak, makanan dengan indek glikemik tinggi (karbohidrat dan makanan manis), sehingga membuat situasi lebih buruk. Masalh tersebut diperberat dengan kesulitan kenyang karena kadar ghrelin mereka juga terganggu.

Karena berbagai hal yang kompleks tersebut maka sangat penting perjuangan melawan obesitas, PCOS dan infertilitas tersebut di rangkum dalam satu program perubahan gaya hidup yang mencakup :
• Perubahan pola makan dengan gizi yang seimbang, rendah GI, diet rendah lemak.
• Peningkatan aktivitas fisik atau olah raga teratur yang terprogram.
• Obat seperti metformin, dan klomifen sitrat sangat bermanfaat membantu wanita untuk mengurangi gejala PCOS dan meningkatkan fertilitas.
• Modifikasi perilaku untuk mengubah pendekatan pasien untuk membantunya mengatasi beberapa kecemasan, ketakutan, kemarahan dan kebiasaan negatifnya.

Sebagian pasien dengan kegemukan ini mendambakan program kehamilan yang instan, dan sanggup membayar berapapun. Pada kenyataanya, masalah obesitas adalah masalah kompleks, rumit dan menyangkut seluruh aspek keshidupan seseorang, sehingga tidak bisa diselesaikan dengan satu ‘obat mujarab’ apalagi dalam waktu singkat.
Modifikasi gaya hidup untuk lebih baik dengan tujuan menurunkan berat badan dan meningkatkan kemungkinan hamil bisa di upayakan melalui tindakan sederhana, mudah, dan anda akan terkejut karena biayanya relatif sangat murah dibandingkan pengobatan medis.
Jadi bila anda ingin berjuang melawan PCOS dan infertilitas, maka modifikasi gaya hidup adalah langkah pertama menuju keberhasilan.

Seminar tentang “Infertilitas dan Bayi Tabung”

28/10/2012 Leave a comment

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai bayi tabung yang ‘Simple and Affordable’ atau ‘Mudah dan terjangkau’, silakan klik di www.gladioolivf.wordpress.com

Kista ovarium

08/02/2012 4 comments

Salam sejahtera,

Kesempatan ini saya ingin bercerita mengenai sebuah keadaan yang sering mengejutkan dan terkadang membuat seseorang wanita ketakutan bila mendapatkan diagnosis ini.  Kista ovarium.  Pada dasarnya setiap wanita yang normal dengan siklus menstruasi normal, pada waktu-waktu tertentu akan akan mempunyai kista.  Sehingga bila anda terdiagnosis memiliki ‘kista’ janganlah ‘stress’ dulu tapi harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Kista ‘Normal’

Kista berarti ‘kantung’ berisi air yang tumbuh pada indung telur (ovarium).  Saya biasanya membagi menjadi 3, yaitu kista yang normal, jinak dan jahat. Pada wanita yang mempunyai siklus menstruasi teratur, pasti memiliki kista pada sekitar pertengahan siklus. Kista ini mulai berkembang sejak 3 hari menstruasi dari ukuran <1 cm dan selama kurang lebih 2 minggu menjadi 2,5 cm.  Kista ini kita sebut folikel dominan atau folikel matur karena memiliki 1 sel telur yang sehat dan matang. Pada suatu saat kista ini akan pecah, mengeluarkan sel telur tadi  dan cairan yang banyak mengandung esterogen, hal ini disebut ovulasi.

Kista/folikel yang pecah ini sekarang disebut korpus luteum, yang tugasnya memproduksi progesteron.  Efek esterogen pada rahim (uterus) adalah menebalkan endometrium, sedangkan progesteron menyebabkan endometrium menjadi sembab dan siap menerima embrio.  Bentuk korpus luteum pada pemeriksaan usg juga menyerupai kista namun sekarang berisi darah sehingga gambaran kejernihan isi kantung berbeda dengan folikel.  Korpus luteumbiasanya bertahan sampai dengan 12-14 hari, progesteron akan habis, dan akan terjadi menstruasi.  Itulah keadaan pada wanita normal.

Pada beberapa kasus kista-kista ini bisa berkembang sampai 3-4 cm dan pada kasus ini kita hanya melakukan observasi dan melakukan pemeriksaan usg ulang pada beberapa waktu berikutnya.  Pada keadaan wanita hamil, maka pada kehamilan awal akan terbentuk hormon hCG  yang akan mempertahankan korpus luteum sehingga progesteron tetap diproduksi dan tidak terjadi menstruasi.

Kistoma ovarium

Akhiran ‘oma’ pada kistoma menunjukkan kista sudah berubah menjadi ‘tumor’ yang perlu pendekatan berbeda.  Biasanya ukuran lebih dari 5 cm, menetap dan dapat memberikan gejala-gejala seperti gangguan menstruasi, atau nyeri menstruasi.  Atau bila pada pemeriksaan usg kita mendapatkan gambaran keganasan (biasanya pada ukuran yang lebih besar lagi), maka kita akan merencanakan terapi yang lebih agresif (operasi).

Dr.D

Beberapa kasus infertilitas hari ini.

03/02/2012 Leave a comment

Hari ini ada beberapa kasus yang kebetulan cukup menarik untuk dibagikan.

  1. Pasangan P 41th dan W 38th, menikah 4 tahun dan mengalami telah 2 kali keguguran pada usia kehamilan awal.  Keguguran terakhir 4 bulan yang lalu, setelah dilakukan kuretase, saya memberikan asam folat dan clomiphene citrat. Mereka datang dan sang istri mengatakan kalau menstruasi kali ini hanya bercak satu hari (kemarin). Analisis sperma 2 bulan lalu normal, dan ovulasi bagus karena menstruasi teratur. Kita membahas kemungkinan keguguran berulang. Beberapa penyebab yang mungkin adalah faktor usia (suami dan istri), kelainan endokrin dan kelainan uterus sang istri, auto immune, trombofilia dan genetik.  Setelah membahas rencana terapinya,  langkah pertama adalah melakukan tes kehamilan, berhubung sang istri belum “benar2” menstruasi.  Dan…….. ternyata positif !.    Hamil, dengan risiko berulang?.  Untuk umur usia 38 risiko keguguran 20-40%, dan keguguran berulang dua kali 5% serta keguguran 3 kali 1 %.  Ya, kita berhati-hati dan berusaha memberikan yang terbaik untuk kasus ini.  Saat ini saya memberikan hormon progesteron pesari (per rektal), asam asetilsalisilat 80mg, dan multivitamin.  Semoga embrio berkembang menjadi janin dan bayi yang sehat.
  2. Suami istri yang 13 hari lalu melakukan inseminasi, mengirimkan SMS dengan menceritakan kalau beberapa hari ini mengalami mual, dan badan terasa tidak enak sehingga mereka melakukan tes kehamilan sebelum waktunya. Dan hasilnya masih negatif.  Saya menerangkan bahwa hasil negatif itu belum berarti apa-apa karena masih ada kemungkinan menjadi positif pada beberapa hari berikutnya.  Mual dan badan yang merasa tidak enak bisa saja dari tanda hamil, namun dapat juga merupakan efek samping karena kecemasan.
  3. Seorang suami yang masih cukup muda (32 th) mendapati hasil analis spermanya amat ‘memprihatinkan’ Asthenozoospermia. dengan motilitas 0/1/7/92.  Tidak sedikit para pria muda-sehat-atletis dengan sperma bermasalah disebabkan oleh varikokel, yaitu varises pada daerah testis yang menyebabkan pematangan sperma menjadi terganggu.  Sementara lebih jarang daripada kasus varikokel adalah masalah hormonal dan fungsi testis. Beberapa evaluasi yang kita lakukan adalah pemeriksaan riwayat kesehatan sebelumnya, adanya varikokel, pemeriksaan hormonal LH FSH dan Testosteron, sementara saya juga menganjurkan analisis sperma ulang.
  4. Pasangan suami istri (P 40th dan W 33th) mengalami infertilitas sekunder. Setelah evaluasi fisik dan hormonal didapatkan faktor pria yang nyata. Dan penyebab yang kita temukan adalah riwayat penggunaan obat anti kolesterol yang telah dikonsumsi lebih dari 4 tahun !. Setelah penghentian obat tersebut selama 4-5 bulan, kondisi sperma sekarang menjadi ‘hidup’ lagi, dari azoospermia (jumlah 0) menjadi asthenozoospermia (jumlah normal, namun kualitas kurang) . Selain masalah efek samping obat, kita dapatkan faktor okupasi (pekerjaan) sangat mempengaruhi, dimana polusi dari bahan-bahan bangunan dan kimia sangat nyata.

Setiap kasus infertilitas adalah unik, dan sangat bervariasi. Pendekatan evaluasi dan terapi tergantung pada banyak sekali faktor, oleh karena itu, tidak ada ‘standar baku’ algoritma pengelolaan yang 100% cocok untuk semua pasangan infertil.

Dr. D

Kegemukan dan kesuburan

21/01/2012 Leave a comment

Hari ini saya dikunjungi beberapa pasien yang datang dengan kegemukan.  Ada yang baru pertama kali dan ada pasien lama yang datang lagi untuk melanjutkan terapi (masalah reproduksi).  Saya membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk menjelaskan masalah kegemukan ini  dan hubungannya dengan kondisi mereka.

Sudah lama saya prihatin dengan masalah kegemukan ini, karena saya tahu sebagian masyarakat tidak menganggap serius pentingnya masalah kegemukan ini, sehingga tidak waspada terhadap pentingnya mengatur pola makan dan berolah-raga.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kegemukan merupakan salah satu penyakit kronik yang banyak diderita masyarakat.  Tidak sedikit anak-anak, remaja, calon pengantin, pasangan menikah, bahkan wanita paruh baya datang dengan keluhan penyakit tertentu yang ternyata semua berkaitan dengan status kegemukan (obesitas) mereka.

Kali ini saya ingin memberikan beberapa fakta singkat hubungan obesitas dengan kesehatan reproduksi.  Fakta-fakta di bawah semuanya berasal dari penelitian yang telah ditulis di jurnal  kesehatan.

  1. Obesitas mempengaruhi keteraturan siklus menstruasi.  Kegemukan yang diderita sejak anak-anak, akan membawa risiko siklus menstruasi tidak teratur pada saat mereka sudah dewasa.
  2. Sindroma ovarium polikistik (PCOS) adalah penyakit hormonal yang paling sering diderita seorang wanita, terutama wanita dengan obesitas.  PCOS ditandai dengan obesitas, kegagalan ovulasi, infertilitas, hirsutisme (pertumbuhan rambut seperti pria), dan resistensi insulin.
  3. Sebagian besar wanita gemuk tidak infertil, dan penelitian menunjukkan tidak ada kaitan antara laju kehamilan dengan obesitas, namun laju kehamilan akan meningkat pada wanita obes dan anovulasi yang menurunkan berat badan mereka.
  4. Sebuah penelitian menemukan bahwa kemungkinan konsepsi (pembuahan) secara  alamiah menurun 4% setiap kg/m2, untuk Indeks Masa Tubuh (IMT)  > 29 (obesitas).
  5. Banyak wanita obesitas yang merasakan manfaat dan berhasil hamil dengan proses bayi tabung (IVF),  namun penelitian juga mencatat efek buruk obesitas terhadap proses yang dilakukan. Obesitas berhubungan dengan penggunaan suntikan hormon yang lebih lama dan lebih banyak, peningkatan jumlah siklus IVF yang gagal karena respon yang tidak adekuat, dan hasil oosit yang sedikit.
  6. Obesitas berhubungan dengan keguguran pada wanita-wanita yang sedang menjalani bayi tabung, dan keguguran meningkat secara progresif pada wanita dengan kelebihan berat badan.
  7. Pada kehamilan, obesitas berhubungan dengan penyakit preeklamsia, diabetes gestasional, bayi besar (makrosomia), dan persalinan sesar.
  8. Obesitas juga berhubungan dengan peningkatan risiko cacat lahir.   Kemungkinan mekanismenya adalah pada wanita dengan obesitas terdapat gangguan metabolik seperti diabetes, hiperglikemia, peningkatan insulin, defisiensi dan kelebihan nutrisi, yang sering penyakit-penyakit tersebut tidak terdiagnosis pada saat hamil.

Oleh karena obesitas berkaitan erat dengan peningkatan risiko-risiko di atas, maka penuruan berat badan sangat dianjurkan bagi wanita yang obesitas yang merencanakan kehamilan.

Bagaimana dengan para pria?

  1. Insidensi oligozoospermia dan asthenospermia meningkat dengan peningkatan IMT.  Hal ini mungkin berhubungan dengan masalah hormonal, suhu tubuh dan mekanisme genetik.
  2. Pada pria obes, androgen dirubah menjadi estrogen melalui aromatisasi di lemak perifer, sehingga kadar testosteron menurun.
  3. Kadar hormon yang abnormal terjadi di setiap pria yang gemuk, dan makin jelas pada pria obes yang infertil.

Obesitas juga berhubungan dengan banyak masalah kesehatan, misalnya hipertensi, penyakit jantung, diabetes, dislipidemia, masalah pernafasan, sleep apnea, esofagitis refluk, osteoartritis, inkontinensia urin, dan….. kanker payudara, kanker rahim, kanker indung telur, dan kanker kolon.

Terapi

Pada studi lebih dari 28.000 wanita dengan kelebihan berat badan,  penurunan berat badan > 8 kg berhubungan dengan kematian akibat penyakit kardiovaskuler dan kanker.

Penurunan berat badan juga terbukti memperbaiki siklus mensturasi, meningkatkan kemungkinan kehamilan dan menurunkan risiko keguguran (terutama pada wanita PCOS) .  Fungsi ovarium kembali pada sebagian besar wanita PCOS yang menurunkan berat badan 5-10%.

Terapi utama dari obesitas adalah perubahan gaya hidup termasuk modifikasi pola makan dan olah raga teratur.  Olah raga yang direkomendasikan adalah olah raga dengan intensitas sedang, minimum 30 menit, dan minimum 3 hari dalam seminggu.  Pola makan difokuskan pada pembatasan kalori dan peningkatan penggunaan energi.  Diet rendah kalori (1.000-1.200 kkal/hari) diharapkan dalam 6 bulan dapat menurunkan berat badan 10% .  Sedangkan penurunan 500-1.000 kkal/hari dari jumlah biasanya akan menurunkan ½ kg perminggu.

Tantangan sebenarnya adalah bagaimana seseorang itu mengatur ‘pola diet dan olah raga’ yang cocok bagi dirinya sendiri.  Diet yang terlalu ketat dan sulit, dan tidak serius meluangkan waktu untuk berolah raga, akan menyebabkan kegagalan dalam merubah gaya hidup, sehingga penurunan berat yang diinginkan tidak tercapai.

Perubahan gaya hidup saja (diet dan olah raga),  sayang sekali menurut banyak penelitian, mengalami banyak kegagalan.  Penurunan berat badan akan berhasil jika diet dan olah raga dikombinasi dengan pemberian-obat-obatan yang teratur.   Beberapa obat yang direkomendasikan adalah : obat anti absorptive, penekan nafsu makan, dan anti diabetik oral.

Semoga bermanfaat.

Dr. D