Archive

Archive for the ‘Infertilitas’ Category

SPERMA LETOY (ASTHENOZOOSPERMIA)

Oh….Sperma bisa lemes atau letoy juga yah?! Gangguan sperma berupa banyaknya sperma yang letoy disebut dengan asthenozoospermia. Definisi dari istilah asthenozoospermia yakni suatu kondisi dimana sebagian besar sel benih atau spermatozoa di dalam cairan mani bergerak sangat lambat atau tidak bergerak sama sekali.

Berdasarkan penggolongan menurut motilitas atau gerakannya, sel spermatozoa dibagi menjadi tiga yakni gerak progresif (maju lurus ke depan), gerak non progresif (gerak tidak maju atau berputar-putar) serta imotil (tidak bergerak). Menurut aturan WHO terbaru yakni tahun 2010, hasil analisis sperma dikatakan normal bila minimal 32% dari seluruh spermatozoa dalam cairan mani bergerak lurus maju (progresif).

Lalu sebenarnya apa yang membuat spermatozoa bisa bergerak? Spermatozoa dapat bergerak karena adanya flagel atau yang sering dikenal dengan ekor. Di dalam flagel tersebut terdapat mitokondria yang merupakan mesin penghasil energi untuk pergerakan spermatozoa. Pergerakan spermatozoa ini penting selama dalam di dalam rahim dan menuju saluran telur untuk bertemu dengan sel telur saat ovulasi. Selain itu, pergerakan spermatozoa juga penting agar spermatozoa dapat menembus lapisan pelindung sel telur dan akhirnya dapat membuahi sel telur.

sperm tail

Penyebab dari kondisi asthenozoospermia ada bermacam-macam, mulai dari pengaruh usia, gaya hidup seperti merokok, hobby berendam air panas, sauna, gemar memakai celana jeans yang ketat, adanya infeksi, penyakit kronis misal hepatitis, faktor hormon hingga faktor keturunan atau genetik. Wah banyak juga yah?! Nah untuk pengaruh suhu terhadap kualitas sperma dapat dibaca lebih lanjut pada artikel “berendam air panas bisa mengurangi produksi dan kualitas sperma”.

Jika hasil analisis sperma menunjukkan hasil asthenozoospermia atau gerak spermatozoa yang kurang, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis Andrologi, misal di rumah sakit tempat saya bekerja untuk mengetahui penjelasan mengenai penyebab dari kondisi Anda serta penanganan yang diperlukan agar sperma Anda tidak letoy lagi.

Salam andrologi,

drzeezouu

Categories: Faktor Pria, Infertilitas

Varikokel: Penyebab Kemandulan Pria yang Dapat Diobati

02/09/2018 Comments off

Varikokel Penyebab Kemandulan Pria (yang dapat diobati)

Banyak pria tidak mengetahui dirinya menderita varikokel sehingga sulit membuat pasangannya hamil.

Pria dengan varikokel umumnya nyaris tanpa gejala, dan datang kepada kami setelah ada keluhan infertilitas (mandul).

varikokel

Sebenarnya, apakah varikokel itu?                                                    

Varikokel sebenarnya varises yang terjadi pada pembuluh adarah vena di testis. Terjadinya karena gangguan pada katub vena atau tekanan pada vena. Varikokel ini bisa menurunkan kualitas dan kuantitas sperma. Spermatozoa yang terbentuk bisa sedikit jumlahnya (oligospermia), atau memiliki motilitas yang rendah (asthenospermia), atau bentuknya tidak normal (teratospermia), atau kombinasi dari ketiganya (oligoasthenoteratozoospermia). Jadi jika Anda memiliki masalah infertilitas, dengan hasil analisa sperma seperti diatas, tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan varikokel segera.

Etiologi:

Varikokel lebih sering terjadi pada testis sebelah kiri. Hal ini karena pembuluh vena di testis sebelah kiri ukurannya lebih panjang, katupnya lebih sedikit dan inkompeten. Sehingga pada pemeriksaan teraba lebih lebar dan berkelok-kelok. Bisa juga terjadi pada kedua testis, misalnya pada keadaan tumor.

Bagaimana varikokel mempengaruhi kesuburan pria?

Normalnya, sperma diproduksi pada testis dengan suhu yang lebih rendah dari suhu tubuh. Varikokel menyebabkan temperatur testis naik, terjadi kondisi hipoksia yang mengganggu spermatogenesis dan membunuh sperma.

Gejala:

Penderita varikokel sering tidak bergejala. Pada beberapa kasus yang saya jumpai, keluhan pasien bisa berupa:

  • rasa berat atau nyeri tumpul pada testis,
  • nyeri biasanya menetap dan mengganggu,
  • nyeri biasanya muncul bila kecapaian atau setelah ejakulasi,
  • pembengkakan atau benjolan pada satu atau kedua kantung testis
  • pada perabaan testis sebelah atas ditemukan benjolan menyerupai sekumpulan cacing (bag of worm)

Dari USG testis didapatkan pelebaran vena di testis. Peningkatan aliran darah pada kompleks pembuluh darah di testis ini terlihat jelas pada USG Doppler.

Pengobatan dan prognosis:

Meskipun masalah varikokel membayangi Anda, tak perlu gundah karena Anda masih punya harapan untuk memiliki anak. Di RSIA Gladiool tempat saya bekerja, anda bisa mendapatkan penanganan terbaik dari dokter bedah, urolog dan androlog. Tindakan pembedahan minor untuk varikokel dapat ditangani tanpa rawat inap (one day care) sehingga biaya lebih terjangkau. Operasi dilakukan dengan tekhnik Palomo yang membutuhkan sayatan kecil tepat di area varikokel, sehingga efek sampingnya minimal.

operasi palomo

Umumnya operasi membutuhkan waktu + 30 menit tergantung sisi testis yang terkena. Bila tidak ada keluhan, dua jam pasca operasi, Anda sudah diperbolehkan pulang. Berdasarkan pengalaman kami, pasien mengalami perbaikan analisis sperma setelah dua sampai tiga bulan, tergantung derajat keparahan testis sebelum operasi. Literatur menyebutkan, pasca operasi Palomo angka kejadian kehamilan dapat meningkat hingga 50%, baik melalui senggama terencana atau program IVF.

 

dr yunita.jpg

drYE (19/2/2016)

 

Categories: Infertilitas

Dokter, kenapa saya belum hamil juga ?

01/10/2017 Comments off

Ini adalah pertanyaan yang biasa pertama kali diajukan oleh pasangan muda, yang belum berhasil hamil pada kurun waktu tertentu.   Pertanyaan ini selalu timbul saat ‘tamu bulanan’ yang tidak diharapkan ternyata tetap datang juga memenuhi jadwalnya.  Padahal  para pasangan yang ‘masih menanti’ ini sudah menuruti semua nasihat teman, saudara, orang tua, orang pinter dan bahkan tetangga.   Sudah makan makanan segala macam, daging ini itu, buah, sayur, kacang,  jamu, bahkan  “obat mujarab” dari yang murah sampai yang mahalnya minta ampun.  Mereka juga sudah berolah-raga, menguruskan badan bahkan juga sudah menggemukkan badan.   Berhubungan badan? jangan ditanya lagi, pasti  sudah rajin sekali,  bahkan sudah sesuai jadwal yang diberikan tetangga.  Berbagai posisi sudah di lakukan sesuai anjuran ‘teman-teman yang sudah sukses’, bahkan jungkir balik juga dilakukan.  Melakukan hal-hal yang ajaib juga sudah dilakukan,  seperti mencuri popok bayi, memakai bedak bayi di perut, bahkan minta di ompolin ketika sedang tilik bayi… (ampun deh).  Semuanya sudah diupayakan tapi ternyata masih belum bisa membuahkan hasil.. (Kalau sampai berhasil… mitos-mitos ini dijamin akan berlanjut ke pasangan lain lagi…).

Sebagian besar pasangan seharusnya memang bisa dan dapat hamil bila telah melakukan hubungan secara teratur, tanpa kontrasepsi selama paling tidak 1 tahun.  Bila pada kurun waktu tersebut belum berhasil hamil, maka keadaan ini disebut INFERTIL.

Terdapat 5 faktor utama yang sangat penting bagi keberhasilan pasangan untuk berhasil hamil.  Bila salah satu faktor ini saja bermasalah, maka kemungkinan untuk hamil menjadi kecil atau bahkan menjadi tidak mungkin terjadi. Tugas dokter pada masalah infertilitas adalah memeriksa, menyelidiki dan mendiagnosis dengan segera, apa faktor penyebab infertilitas pada pasiennya itu, sehingga pengobatan bisa diberikan dan kehamilan dimungkinkan terjadi.

Faktor-faktor penting yang menentukan keberhasilan untuk dapat menjadi hamil.

Faktor-faktor penentu keberhasilan kehamilan yang selalu saya sampaikan kepada pasien-pasien saya adalah :

  1. Faktor sperma (Pria)
  2. Faktor vagina dan leher rahim (cervix)
  3. Faktor rahim dan endometrium
  4. Faktor tuba fallopi (saluran telur)
  5. Faktor telur dan hormonal

Meskipun di luar 5 faktor ini  masih banyak hal-hal lain yang mempengaruhi… namun faktor-faktor di atas adalah hal penting pertama yang harus diperiksa pada pemeriksaan infertilitas dasar.

Faktor Sperma, faktor yang penting sebagai modal untuk membuahi. Sperma berjumlah (konsentrasi) harus cukup banyak, sebagian besar dapat berenang progresif (motilitas baik), dan cukup banyak yang berbentuk normal.  Untuk itu pemeriksaan laboratorium analisis sperma harus dilakukan. Analisis sperma.. siapa takut!?

Faktor vagina dan leher rahim.  Biasanya para wanita sudah menyadari adanya masalah pada ‘daerah kewanitaanya’ seperti mengeluarkan cairan tidak normal, berbau bahkan gatal, sehingga mereka akan segera mencari pengobatan.  Namun ada kalanya masalah ini tidak sampai bergejala, sehingga pemeriksaan ginekologis harus dilakukan. Pemeriksaan ginekologi

Faktor rahim dan endometrium. Gejala-gejala yang biasa timbul bila seorang wanita mempunya masalah pada faktor ini adalah mensturasi yang nyeri, atau perdarahan menstruasi yang tidak normal (banyak, bergumpal, lama dll).  Berbagai diagnosis bisa didapatkan seperti myoma uteri, adenomyosis, atau hiperplasia (penebalan) endometrium.  Pemeriksaan dengan alat ultrasonografi dapat mengetahui secara tepat apa dan seberapa besar kelainan yang ada.

Faktor tuba fallopi (saluran telur). Faktor tuba adalah faktor terbesar infertilitas pada pihak wanita. Tuba dapat terinfeksi, atau melengket karena endometriosis, sehingga tertutup yang berakibat telur tidak dapat bertemu dengan sperma.  Pemeriksaan peniupan (pertubasi), hidrotubasi, atau HSG dapat direkomendasikan oleh dokter, yang bertujuan memastikan patensi (kelancaran) masing-masing saluran kanan dan kiri.

Faktor telur dan hormonal.  Telur adalah modal utama wanita untuk membentuk embryo dan janin. Telur wanita harus sempurna.  Kualitas telur terbaik ada pada wanita sejak subur sampai usia 30 tahun dan perlahan-lahan menurun sampai usia 40 dan menurun tajam sampai menopause. Keadaan dan lingkungan indung telur (ovarium) atau sering saya sebut juga ‘keranjang telur’, harus dalam keadaan baik.  Kista, perlengketan, endometriosis, infeksi pada ovarium akan menghambat pertemuan telur dan sperma. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) bersama dengan pemeriksaan USG rahim dapat dilakukan untuk mengetahui masalah-masalah tersebut.

Keadaan hormon wanita yang baik bagi wanita ditunjukkan dengan siklus menstruasi yang teratur. Bila seorang wanita mempunyai siklus yang tidak teratur, maka dapat menjadi tanda adanya masalah kesuburan, sehingga pemeriksaan hormon harus dilakukan agar pengobatan yang tepat dapat diberikan. Berbagai kelainan hormon yang biasanya menjadi penyebab infertilitas adalah polikistik ovarium sindrom, hiperprolaktinemia, dan masalah pada kelenjar tiroid.  Selain  dari tiga kelainan hormon tersebut,  masalah gaya hidup seperti kegemukan, kekurangan gizi, dan sakit penyakit kronis lain juga dapat menjadi faktor pengganggu yang tumpang tindih dengan gangguan hormon yang berujung pada infertilitas.

Semoga semua pasangan yang sedang ‘menanti’ setelah mendapat jawaban dan keterangan di atas dapat  menentukan langkah yang benar.

 

 

Obesitas, PCOS, Infertilitas dan perubahan gaya hidup

14/03/2014 Comments off

Akhir-akhir ini saya sering mendapatkan pasien infertilitas dengan masalah obesitas yang berat. Salah satu pasien saya mempunyai BMI lebih dari 50 kg/M2. (BMI=body mass index = berat badan/tinggi badan (dalam meter) ^2). Kita menghabiskan waktu yang tidak sedikit untuk berbincang masalah ini. Kali ini saya tertarik untuk membagikan beberapa informasi yang penting bagi anda yang menghadapi masalah ini.

obes women

Obesitas atau kegemukan adalah masalah yang besar di bidang kesehatan umum. Obesitas meningkatkan risiko dislipidemia, penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes melitus, infeksi dan banyak sekali penyakit lainnya. dalam bidang kesehatan reproduksi wanita, obesitas akan menyebabkan berbagai risiko berbagai penyakit seperti :
• Gangguan menstruasi
• Polikistik ovarium sindrom, hiperplasia endometrium, kanker rahim.
• Infertilitas
• Kehamilan risiko tinggi (keguguran dan prematuritas , preeklamsia, diabetes mellitus, polihidramnion)

Khusus di bidang infertilitas, sebuah penelitian menunjukkan bahwa sekitar 34% dari wanita muda (usia rata-rata 23 tahun) yang sulit hamil (infertilitas) disebabkan obesitas. Dalam hubungannya dengan amenorrhea (tidak mendapatkan menstruasi), 45% nya adalah wanita yang obes.

Obesitas menyebabkan anovulasi (tidak ovulasi) dan menstruasi tidak teratur, mengurangi tingkat kesuburan, meningkatkan risiko keguguran dan berkontribusi terhadap komplikasi maternal dan perinatal. Dengan kata lain, obesitas tidak hanya membuat menjadi sulit hamil, namun juga menimbulkan berbagai macam komplikasi pada saat kehamilan. tidak hanya obesitas membuatnya jauh lebih sulit untuk hamil, tetapi juga menyebabkan sang ibu dan bayi untuk segala macam risiko sebelum dan sesudah kelahiran. Hasil survey dari Catsicas (2013) menunjukkan bahwa selain di atas, wanita obesitas yang menjalani perawatan bayi tabung, akan lebih banyak gagal daripada pasien yang tidak obes.
Penyebab

Lemak yang disimpan dalam tubuh wanita dikenal untuk menghasilkan hormon pria yang disebut androgen. Androgen in dapat menyebabkan hambatan pematangan folikel dan sehingga menyebabkan anovulasi. Hal yang sama juga ditemukan pada hormon leptin, yang memainkan peran penting dalam mengatur asupan energi (nafsu makan) dan metabolisme, yang juga dikaitkan dengan timbulnya obesitas

Solusi
Penurunan berat badan sangat penting bagi penderita obesitas untuk meningkatkan kemungkinan hamilnya. Minimal sebesar 5% dari berat badan (rata-rata 15%) sudah dapat mengembalikan situasi ke keadaan yang lebih baik. Wanita obes yang berhasil mengurangi berat badannya (minimal 5%) akan kehilangan 11% dari lemak perut mereka, mengurangi ukuran lingkar pinggang sebesar 4cm, meningkatkan sensitivitas insulin sebesar 71%, memperbaiki lingkungan hormonal dalam tubuh mereka, siklus ovulasi dan menstruasi pulih, meningkatkan laju kehamilan mereka (Zain & Norman, 2008)

healthy-lifestyle-2

Pengobatan obesitas itu sendiri harus menjadi tujuan awal sebelum memulai obat pemacu ovulasi atau dibantu teknik reproduksi. Tujuan pengobatan obesitas ini tidak hanya pada lingkup infertilitas namun juga bermanfaat setelah wanita tersebut hamil, serta kesehatannya secara umum.
Beberapa kenyataan yang mengecewakan adalah wanita dengan PCOS cenderung menambah berat badan dengan cepat karena resistensi insulin yang memiliki efek anabolik, dikombinasikan dengan peningkatan nafsu dan kecenderungan untuk menginginkan makanan manis (permen, roti putih, kue, dll) yang disebabkan oleh androgen yang diproduksi tubuh mereka.

Selain itu, faktor psikologis memainkan peran penting. Wanita obesitas dengan PCOS yang sedang ‘bad mood’ atau suasana hati depresi, cenderung makan mereka dengan tinggi lemak, makanan dengan indek glikemik tinggi (karbohidrat dan makanan manis), sehingga membuat situasi lebih buruk. Masalh tersebut diperberat dengan kesulitan kenyang karena kadar ghrelin mereka juga terganggu.

Karena berbagai hal yang kompleks tersebut maka sangat penting perjuangan melawan obesitas, PCOS dan infertilitas tersebut di rangkum dalam satu program perubahan gaya hidup yang mencakup :
• Perubahan pola makan dengan gizi yang seimbang, rendah GI, diet rendah lemak.
• Peningkatan aktivitas fisik atau olah raga teratur yang terprogram.
• Obat seperti metformin, dan klomifen sitrat sangat bermanfaat membantu wanita untuk mengurangi gejala PCOS dan meningkatkan fertilitas.
• Modifikasi perilaku untuk mengubah pendekatan pasien untuk membantunya mengatasi beberapa kecemasan, ketakutan, kemarahan dan kebiasaan negatifnya.

Sebagian pasien dengan kegemukan ini mendambakan program kehamilan yang instan, dan sanggup membayar berapapun. Pada kenyataanya, masalah obesitas adalah masalah kompleks, rumit dan menyangkut seluruh aspek keshidupan seseorang, sehingga tidak bisa diselesaikan dengan satu ‘obat mujarab’ apalagi dalam waktu singkat.
Modifikasi gaya hidup untuk lebih baik dengan tujuan menurunkan berat badan dan meningkatkan kemungkinan hamil bisa di upayakan melalui tindakan sederhana, mudah, dan anda akan terkejut karena biayanya relatif sangat murah dibandingkan pengobatan medis.
Jadi bila anda ingin berjuang melawan PCOS dan infertilitas, maka modifikasi gaya hidup adalah langkah pertama menuju keberhasilan.